Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
kak Sandy


__ADS_3

"ya begitulah, tapi masih ada yang belum kita datangi" kata Nando


"apa" kata Dinda kaget


"hadu nggak usa kaget kali, dasar miskin" kata Dwi yang tiba-tiba muncul


"ai ai, omongan kamu bisa dijaga nggak" kata Sinta


"suka-suka aku dong, mulut-mulut aku" jawab Dwi


"yauda deh, terserah. ayo Dinda kita kembali ke kelas aja" ajak Sinta


"ok" jawab Dinda singkat lalu pergi mengikuti Sinta menuju ruang kelas.


"Dinda, Sinta tunggu aku" kata Nando


"Nando sayang, mending kamu sama aku aja di sini" rayu Dwi


"idih, kamu siapa. dadak panggil sayang lagi. ingat kita nggak ada hubungan" tegas Nando kemudian pergi meninggalkan Dwi


"Nando awas kamu, aku akan buktiin suatu hari nanti kamu pasti jadi milik aku" kata Dwi


"Uda sabar say, aku siap membantu kok" kata Tika sahabat Dwi


"thanks tik" kata Dwi


"aman, kan kita sahabat" kata Tika


"ala bilang aja, kamu juga mau minta bantuan buat dekati Riski sepupu Nando" kata Dwi


"iya, hehe. tapi sayang dia ngga sekolah di sini" kata Tika


"tenang akan tetap aku bantu" kata Dwi


saat jam pulang sekolah, Nando menghampiri Dinda dan Sinta


"Dinda, mau pulang bareng nggak?" tanya Nando


"maaf do, aku pulang sama Sinta" kata Dinda


"ai kenapa harus begini" gumam Nando


"yauda, kalau gitu. hati-hati ya kalian" kata Nando


tiba-tiba sopir Sinta pun datang


"Hay non Dinda" kata mang Ujang sopir Sinta


"Hay mang Ujang, apa kabar?" tanya Dinda


"baik non, kalau non?" tanya mang Ujang


melihat interaksi antara Dinda dan mang Ujang, Nando semangkin yakin kalau Dinda memang bersahabat dengan Sinta.


"sepertinya mereka memang bersahabat" gumam Nando


"ai Mang Ujang, ada Dinda lupa sama Sinta" kata Sinta


"maaf non, saya hanya sudah lama tidak bertemu dengan non Dinda, semenjak kita pindah ke sini" jelas mang Ujang


"yauda deh gak apa, Tapi ayo kita pulang. aku sama Dinda Uda lapar mang" kata Sinta


"ok non, ayo kita pulang" kata mang Ujang


"Nando, kami pulang duluan ya" kata Dinda


"iya, hati-hati" jawab Nando

__ADS_1


Dinda, Sinta dan mang Ujang pun pergi. akhirnya mereka sampai di rumah Sinta


"silakan non" kata mang Ujang


"ets Dinda kamu di dalam mobil dulu" kata Sinta


"Loh, kenapa memang?" tanya Dinda


"Uda la, kamu nurut aja" jawab Sinta


"yauda deh, aku nurut" kata Dinda


Sinta pun masuk kedalam, dan mencari kakaknya


"Hay kak Sandy" kata Sinta


"Hay juga Sinta, Uda pulang dek?" tanya Sandy


"Uda la kak, buktinya Sinta di sini" jawab Sinta


"iya juga, gimana hari mu, hari ini?" tanya Sandy


"ya begitulah kak, eh kayaknya ada yang lupa deh" kata Sinta


"apa yang lupa dek?" tanya Sandy


"oh iya hp Sinta ketinggalan di dalam mobil" kata Sinta


"yauda, kamu disini aja, biar Kakak yang ambilkan" kata Sandy


"yes rencana ku berhasil" gumam Sinta


"apa kamu bilang dek?" tanya Sandy


"nggak ada kak" jawab Sinta


"yauda deh, kakak ambil dulu kamu makan ya dek" kata Sandy


Sandy pun pergi untuk mengambilkan hp Sinta yang katanya tertinggal di dalam mobil. saat Sandy membuka pintu mobil


"Hay kak Sandy" kata Dinda


"Dinda, kamu di sini" kata Sandy dengan kaget


"iya kak, hehe" Kata Dinda


"terus kenapa nggak masuk?" tanya Sandy


"di suruh nunggu di sini sama Sinta kak" jawab Sinta dengan sedih


"dasar tu anak, minta di hajar, ayo kita masuk" kata Sandy


"iya kak" jawab Dinda sambil turun dari mobil


mereka pun masuk kedalam, sesampainya didalam.


"Sinta" kata Sandy sambil menjewer telinga Sinta


"aduh, aduh kak sakit" kata Sinta


"rasain, habis kamu. Dinda kok disuruh nunggu di luar" marah Sandy


"Sinta kan mau buat kakak kaget, hehe" jawab Sinta sambil tertawa


"dasar kamu Sinta" kata Sandy


"ya maaf, tapi boleh di lepasin dulu nggak ni Teling Sinta kak" Sinta memohon

__ADS_1


"iya kak, tolong lepasin telinga Sinta, kasihan" kata Dinda


"ok ini karena Dinda yang minta ya" kata Sandy


"ai, ai kak Sandy jahat banget sama adik sendiri" kata Sinta


"bukan jahat Sinta, cuma Dinda pasti Uda lapar. kamu suruh nunggu pula. kalau sampai pingsan kan gawat" kata Sandy


"eh, iya juga kak. bisa habis kita sama kak Zaky" kata Sinta


"tu tau" kata Sandy


"apaan sih memang kakak aku sekejam itu ya, sampai kak Sandy dan kamu Sinta takut" tanya Dinda


"kalau kamu tau sifat asli kak Zaky. kamu pasti nggak akan nyangka Dinda" gumam Sandy


"nggak sih, cuma kalau berurusan sama adik kesayangan, galak banget" kata Sandy


"oh, tenang aja. nanti Dinda belain kak Sandy dan Sinta. biar di kurangi hukumannya. hehe" gurau Dinda


"ampun deh, mending cari aman aja" kata Sandy


"yauda, tapi Dinda Uda lapar ni kak" kata Dinda


"yauda sini makan" kata Sandy


Dinda pun duduk di kursi yang ada di samping Sinta, dan mulai makan. mereka pun makan bersama sambil berbincang


"Dinda, kenapa kamu bisa sama Sinta?" tanya Sandy


"biar Sinta aja yang jawab kak" kata Sinta


"lah, yang ditanya Dinda kenapa Sinta yang jawab" kata Sandy


"gak apa kak, lagian Sinta juga tau semuanya" kata Dinda


"ok, kalau gitu silakan cerita Sinta" Sandy mempersilahkan Sinta


"kakak ingat nggak Sinta pernah bilang tentang anak biaya siswa di sekolah adek?" tanya Sinta


"iya, kamu juga bilang ketika kakak tau siapa dia, kakak akan kaget. lalu apa hubungannya dengan Dinda?" kata Sandy


"ya ada hubungannya la kak" kata Sinta


"dari mana ada hubungannya?" tanya Sandy lagi


"karena anak biaya siswa di sekolah adek itu... adalah Dinda kak" jawab Sinta


"ya ampun, berarti kalian Sekarang satu sekolah. eh tunggu, berarti Dinda Uda pindah ke daerah sini?" tanya Sandy


"iya kak, benar banget" kata Dinda


"lalu alamat Dinda dimana?" tanya Sandy


"kalau untuk itu, kakak dan Sinta harus janji dulu. nggak akan kasih tau siapa-siapa" kata Dinda


"ok, janji" jawab Sandy dan Sinta


"alamat rumah Dinda di jl.W komplek.G no.4" kata Dinda


"wah nggak jauh dari sini tu" kata Sandy


"ya begitulah kak" kata Dinda


"kalau gitu kamu bisa nginep disini atau aku nginep di rumah mu Din" kata Sinta


"gak masalah, bisa di atur, tapi dalam waktu dekat nggak bisa" kata Dinda

__ADS_1


"Lo kok nggak bisa?" tanya Sandy


"ini tu berkait sama Dinda adalah anak biaya siswa" kata Sinta


__ADS_2