Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
rasa penasaran Nando


__ADS_3

Bu Alma yang mendengarnya pun merasa kebingungan dan takut ketika melihat wajah mertuanya


pak Anton dan pak Ferdi hanya mengangguk saja, lagian mereka memang tidak setuju dengan rencana Bu Alma yang ingin menjodohkan Nando dengan Dwi, putri keluarga fhazira yang mereka ketahui adalah anak tidak sah dari pak Ilham fhazira dan Gita istri keduanya.


itu semua bukan hanya rumor semata, karena hal itu juga yang menyebabkan perpisahan antara pak Ilham dan istri pertamanya ibu Alisa. bahkan sampai sekarang, putri asli pak Ilham yang bernama Elia tidak di ketahui keberadaannya.


''kalau pun memang Nando harus menikah dengan keluarga fhazira, jujur aku lebih ridho bila Nando menikah dengan Elia dari pada Dwi'' tegas Bu Nindy dan hanya di respon dengan anggukan oleh pak Anton dan pak Ferdi.


''tapi Bu, keberadaan Elia saja tidak di ketahui, bagaimana bisa Nando menikah dengan Elia'' kata Bu Alma dengan antusias menyampaikan fakta yang memang benar adanya.


''kalau begitu, ibu lebih memilih Dinda, karena ibu Sudah mengenalnya'' kata Bu Nindy dengan emosi


''tidak Bu, walaupun ibu mengenalnya. ibu tidak mengenal keluarga nya'' kata Bu Alma yang tidak setuju dengan keputusan ibu mertuanya


''sudah, sudah keputusan ada di tangan Nando. siapapun pilihannya nanti, kita hanya akan bisa melihatnya dan baru memutuskan apakah pilihannya pantas masuk ke keluarga kita atau tidak'' kata Pak Anton untuk menghentikan pertikaian antara istrinya yaitu Bu Nindy dan menantunya yaitu Bu Alma.


''baik kek nanti akan mengikuti perkataan kakek, namun kakek akan tetap memberikan kesempatan kan, kepada siapapun yang Nando pilih nantinya?'' tanya Nando kepada kakeknya untuk memastikan perkataan kakeknya


''tentu kakak tidak akan pernah bohong, bila dia memang cocok untuk masuk ke keluarga ini, kakek tidak akan menghalanginya dan bahkan akan membuka pintu rumah ini selebar-lebarnya'' jelas Pak Anton yang membuat Nando sangat bahagia.


Hanan hukum tersenyum mendengar perkataan kakek dan dia tidak bisa membendung semuanya dan dia berpikir ''Aku akan berusaha untuk menjadikan dirimu layak untukku Dinda.'' tiba-tiba nenek pun memanggilnya


''ayunan kita bicarakan tentang Dinda di kamar tidak usah pedulikan Mereka lagi'' kata sang nenek sambil meraih tangan cucunya untuk membawanya menuju kamar sang nenek.


sesampainya mereka di kamar Bu Nindy, Mereka pun mulai berbicara tentang Dinda.


''nek, jujur mengandung nggak percaya kalau nenek ternyata kenal dengan Dinda'' kata Nando dengan banyak pertanyaan

__ADS_1


''kan tadi sudah nenek ceritain, bagaimana nenek dapat bertemu dengan Dinda'' jelas menindih kepada cucunya


''iya sih, tapi Nando masih penasaran Nek. Apa benar nenek memang tidak tahu siapa keluarganya Dinda?'' tanya Nando dengan ekspresi penasaran.


''sebenarnya nenek tahu, hanya saja nenek sudah janji sama Dinda. kalau nenek tidak akan memberitahu kepada siapapun'' jelas sang nenek kepada Nando yang membuat Nanda semakin bertanya-tanya siapa sebenarnya Dinda


''jadi dia dari keluarga biasa atau terpandang sama seperti kita, nenek nggak boleh sebutin dia dari keluarga mana, tapi ini boleh kan nek. pliss jawab pertanyaan Nando yang ini'' kata Nando kepada sang nenek dengan selembut mungkin agar sang nenek mau menjawabnya.


''ok, nenek akan jawab. Dinda dari keluarga terpandang seperti kita Nando'' kata nenek


''yes'' kata tanda sambil meloncat tanpa mempedulikan neneknya


''eh maaf Nek, Nando terlalu senang'' kata Nando dengan lembut


''nggak apa-apa nenek ngerti kok'' kata sang nenek sambil menatap cucunya


''nek Mama pernah mengancam, kalau dia akan mengeluarkan Dinda dari sekolah. apakah itu mungkin Nek?'' tanya Nando dengan tampang sedih


''itu semua mungkin, karena saham di sekolah itu bukan atas nama keluarga kita melainkan atas nama ibumu pribadi'' jawab sang nenek yang membuat sang Nando tercengang dan kebingungan.


''lalu bagaimana nek, kalau mama sampai melakukannya?'' tanya Nando dengan ekspresi kepanikan yang tertera di wajahnya


''kamu tenang saja, walaupun Dinda keluar dari sekolah itu masih banyak sekolah yang mau nerima Dinda'' kata sang nenek yang membuat Nando agak lembek namun dia masih terpikirkan dan dia takut tidak akan bertemu lagi dengan Dinda.


''tapi, kalau karena itu aku tidak bisa bertemu lagi dengan tidak gimana nek?'' kata Nando yang semakin kebingungan


''kamu tenang aja, nenek akan berusaha agar kamu akan tetap selalu bertemu dengan Dinda'' kata sang nenek menyakinkan cucunya

__ADS_1


''nenek yakin?'' tanyanya kembali


''kamu tenang saja nenek yang akan urus semuanya'' kata Bu Nindy percaya diri dengan semua perkataanmu


tiba-tiba saja handphone Bu Nindy berdering dan mungkin segera mengambilnya. dan ternyata yang menelpon adalah Dinda orang yang sedang mereka bahas


''panjang umur'' kata Bu Nindy pelan


''siapa nek kok panjang umur?'' tanya anu kepada neneknya yang merasa bingung


''calon cucu menantu nenek, nenek angkat dulu ya'' kata sang nenek, Nando masih duduk terpaku sambil memikirkan siapa yang disebutkan oleh neneknya.


''halo sayang kamu kenapa?'' tanya Bu Nindy kepada Dinda


''Dinda lagi sebel Nek, Tina malas terlibat dengan urusan orang Tapi semenjak Dinda masuk beberapa hari ini Dinda selalu saja terlibat'' kata Dinda dengan penekanan


Nando yang juga mendengar perkataan Dinda karena telepon di speaker oleh sang nenek merasa bahagia, karena neneknya sangat dekat dengan Dinda dan itu akan mempermudahnya untuk dekat dengan Dinda


''masalah apa sayang?'' tanya Bu Nindy seolah tidak tahu apa-apa


''begini nek ceritanya, ceritanya tuh dimulai dari awal Dinda masuk sekolah. terus karena kakak Dinda harus kerja jadi Dinda diantar nggak jauh dari sekolah cuma nggak di gerbang karena permintaan Dinda. terus tiba-tiba aja ada cowok yang datang hampiri Dinda dengan seragam yang sama dengan Dinda. dia, meminta Dinda naik ke motornya Nek. dan dia bilang ''Ayo cepat naik, sebentar lagi waktunya masuk kamu bisa terlambat''.'' jelas cinta yang terpotong dan berkataan Bu Nindy


''terus bagaimana, Dinda' naik nggak ke motor dia?'' tanya Bu Dindi yang dibuat seolah-olah ia penasaran padahal ia sudah mengetahui semuanya


''ya mau nggak mau Nek, dan benar saja Nek begitu motor dia masuk gerbang langsung tertutup. jujur Dinda sampai berpikir dia orang berpengaruh hingga dia memperkenalkan dirinya'' kata Dinda yang kembali dipotong oleh Bu Nindy


''terus kamu tahu nggak nama dia siapa, dan apa jabatannya di sekolah itu?'' tanya Bu Nindy kepada Dinda dan membuat nada yang mendengarnya semakin penasaran

__ADS_1


''namanya Nando Nek, dia ternyata ketua OSIS di sekolah itu. dia juga yang mengantarkan denda ke ruang kepala sekolah. dan ternyata di sekolah sama Dinda Nek'' jelas Dinda dengan nada tidak menyenangkan


__ADS_2