
Mereka pun langsung menuju ke gedung D tempat Olimpiade itu dilaksanakan. setelah sampai mereka mencari tempat duduk yang dapat dengan mudah melihat wajah Dinda dengan jelas yaitu barisan paling depan
alangkah terkejutnya Bu Nindy ketika melihat Dinda, ia terkejut Dinda dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar dan meraih juara 1 dalam olimpiade itu.
''itu dia yang menolong saya tadi'' kata Bu Nindy kepada Pak Baron sambil menunjuk ke arah Dinda
''wow, tidak hanya cantik, baik, pemberani, ternyata dia juga pintar nyonya'' kata Pak Baron yang sangat takjub melihat Dinda.
''ya benar, dan saya sangat menyukainya'' kata Bu Nindy
''tapi maaf nyonya, bukannya untuk masuk ke zhavier harus memiliki latar belakang keluarga yang berada ya?'' tanya Pak Baron yang membuat Bu Nindy banyak berpikir
''tidak usah dipikirkan tentang itu Baron, yang penting saya keluarga saya dan terutama cucu saya Nando menyukainya'' kata Bu Nindy menekankan kalau semua itu adalah tergantung keputusan keluarganya. Pak Baron pun mengangguk pertanda iya
''kalau begitu ayo kita menemuinya'' kata Bu Nindy mengajak Pak Baron untuk menemui Dinda.
Mereka pun sampai di bawah, Bu Nindy yang melihat Dinda langsung memanggilnya
''gadis baik, gadis baik'' panggil Bu Nindy yang perlahan menghampiri Dinda
''eh nenek, nenek di sini?'' tanya Dinda yang merasa kaget karena Bu Nindy benar-benar menepati janjinya untuk melihat Dinda.
''iya dong Ini kan udah janji, selamat ya kamu dapat juara 1'' kata Bu Nindy mengucapkan selamat kepada Dinda dengan semangat antusias.
''terima kasih nek'' jawab Dinda dengan tersipu malu
''oh ya sayang Nama kamu siapa ya, nenek tadi samar-samar mendengarnya jadi tidak jelas'' kata Bu Nindy mempertanyakan nama Dinda
''Nama saya Dinda Aurelia nek'' jawab Dinda sambil tersenyum
''nama yang indah, tapi kenapa kamu tidak memperkenalkan nama keluarga kamu'' kata Bu Nindy yang merasa bingung kenapa Dina tidak memperkenalkan nama keluarganya
''saya sudah terbiasa dengan itu semuanya, dan saya tidak ingin semua tahu siapa keluarga saya. saya hanya tak mau ada yang berteman dengan saya hanya karena nama keluarga saya'' jelas Dinda kepada bu Nindy, dan membuatmu ini semakin penasaran akan sifat dan karakter Dinda.
__ADS_1
''ternyata kamu adalah orang yang bijaksana dan tidak suka membuang-buang waktu ya untuk mengurusi orang-orang yang tidak berguna'' kata Bu Nindy dengan tegas
''tidak juga nek saya hanya ingin hidup damai dan tidak memiliki banyak musuh karena nama keluarga saya'' jelas Dinda yang membuat nindi kaget
''Kenapa begitu, memang nggak ada kamu punya banyak musuh?'' tanya Bu Nindy dengan ekspresi kebingungan
''tidak juga Nek, saya juga tidak tahu saya hanya ingin mengatakan itu tapi saya tidak tahu alasannya apa'' kata Dinda menjelaskan
''iya juga sih, kita merasa tidak memiliki musuh. tapi tanpa kita sadari mereka bisa saja menganggap kita musuh mereka'' jelas bu Nindy nggak membuat Dinda terkejut
''Dinda bolehkah saya tahu siapa nama keluargamu?'' tanya Bu Nindy dengan ekspresi penasaran
''maaf Nek, kita belum terlalu kenal jadi saya tidak bisa memperkenalkan nama keluarga saya'' jawab Dinda dengan selembut mungkin agar tidak menyakiti perasaan Bu Nindy
''kalau begitu kita kenalan dulu, kamu bisa panggil saya nenek Nindy'' jawab Bu Nindy, Dinda menanggapi dengan ekspresi bertanya-tanya
''Kenapa sebenarnya kamu memiliki pertanyaan? apakah karena saya tidak memperkenalkan nama keluarga saya?'' kata Bu Nindy sambil tertawa
''tidak nek mana berani saya keberatan, semua adalah pilihan nenek dan keputusan ada di tangan nenek saya hanyalah orang luar yang tidak berhak ikut campur dengan kehidupan nenek'' jawab Dinda mencoba menghilangkan ketegangan yang ada di antara mereka berdua
''memang gadis yang pintar'' gumam Bu Nindy sambil memperhatikan wajah Dinda
''kalau begitu nenek boleh minta no telepon kamu Dinda?'' tanya Bu Nindy, dengan wajah berharap
''boleh dong nek, no Dinda 08**********'' kata Dinda pada Bu Nindy
''yauda, nanti nenek hubungi'' kata Bu Nindy, yang kemudian pergi meninggalkan Dinda.
⚡⚡⚡flashback off ⚡⚡⚡
''begitu ceritanya'' jelas Bu Nindy pada semua yang ada di ruangan itu. dan semuanya tercengang mendengar kalau Bu Nindy mengenal Dinda kecuali Nando
''gadis itu sangat berani, jadi ingin bertemu dengan nya'' kata pak Anton yang semangkin penasaran dengan sosok Dinda yang dikenal oleh istri
__ADS_1
''jadi nenek punya no hp Dinda, kenapa nggak bilang si nek'' kata Nando
''biar kamu mandiri la, kalau semua di kasih kan nggak enak'' kata Bu Nindy
''iya, iya deh. Nando akan berusaha'' kata Nando yang mau nggak mau mengiyakan perkataan nenek nya
sang kakek tertawa melihat cucunya yang di tipu oleh nenek nya. dan tidak bisa marah. begitu juga dengan pak Ferdi, yang sangat tau karakter keras kepala putranya. namun tidak akan pernah membanta perkataan nenek nya.
itu semua bukan tanpa alasan, itu semua karena sejak kecil yang paling peduli dengannya adalah nenek nya. ibu nya selalu sibuk dengan urusannya sendiri dan tidak pernah peduli dengan putranya.
''nek Nando boleh ngomong berdua aja nggak sama nenek?'' tanya Nando kepada neneknya
''boleh, ayo ikut nenek ke kamar nenek'' perintah nenek pada cucunya Nando
mereka pun pergi langsung menuju kamar sang nenek, tanpa mempedulikan yang lain. pak Anton dan pak Ferdi hanya menggelengkan kepalanya melihat Nando
''untuk apa sampai ke kamar, ceritakan saja disini. toh sudah pasti tentang Dinda. walaupun ibu menyetujui hubungan Nando dan Dinda, tapi mas Ferdi dan ayah pasti tidak menyetujui nya'' kata Bu Alma dengan percaya diri
''kalau itu urusan nanti, lagian mereka belum melihat Dinda. tapi kalau sudah melihat pasti mereka menyukai nya'' kata Bu Nindy percaya diri sambil melihat ke arah suami dan anaknya
''ayah lihat ibu, tidak sembarangan orang bisa masuk ke keluarga kita ayah'' kata Bu Alma kepada pak Anto mertuanya
''ayah tidak masalah, asalkan ibu mu dan Nando bahagia'' kata pak Anton yang sangat mencintai istrinya.
''terimakasih kakek'' kata Nando sambil memeluk kakeknya
''kalau kamu mas, jangan bilang mas juga mau ikut-ikutan sama ayah dan ibu?'' kata Bu Alma kepada suaminya
''akan mas pikirkan kembali'' kata pak Ferdi yang masih belum pasti. dan membuat Bu Alma semangkin frustasi
''lalu bagaimana dengan bisnis kita? yang membutuhkan investor'' kata Bu Alma yang cemas dengan masa depan perusahaan
''kamu kira tanpa investasi dari keluarga fazhira, keluarga kita akan bangkrut. oh tidak. lagian kita keluar terkaya di negara ini'' kata Bu Nindy menekankan kepada menantunya
__ADS_1