
''Kenapa kamu sebel, bukannya bagus ya kalau dia itu ketua OSIS. dan juga teman sekelas kamu jadi kamu lebih mudah untuk mendekatinya'' kata buat Nindy menggoda Dinda
''apaan sih nenek Dinda itu masih kelas 11 Nek, kalau Dinda sampai ketahuan pacaran sama ayah dan juga Kakak Dinda. bisa habis dinda nek, tapi bukan Dinda aja yang habis Nek tapi itu cowok juga bakal habis'' kata Dinda menjelaskan konsekuensi yang akan diterima jikalau dia pacaran saat ini
''waduh waduh ngeri amat, jadi kapan kamu bisa pacaran dengan tenang?'' tanya Bu Nindy yang mencari kepastian untuk cucunya
''mungkin tahun depan, tapi pun itu akan terang-terangan di depan ayah. dan itu juga pun kalau dia berani ke rumah Dinda kalau nggak ya, get out dan jangan pernah kembali lagi ke hidup Dinda'' kata Dinda dengan santai
''haruskah ke rumah, kalau dia tampang Cemen gimana. dan lagian kalian kan masih baru mulai Kenapa harus ketemu ayah kamu langsung?'' tanya Bu Nindy penasaran
''ya biar dapat izin la nek. kalau nggak tunggu Dinda sampai tamat SMA. ya pilihan ada di tangan dianya nanti yang akan menjadi pasangan Dinda'' kata Dinda dengan santai dan membuat Nindy dan juga Nando tercengang.
''maksud kamu, dia suruh datang ke rumah agar ayah kamu kenal dia dan memberi izin gitu?'' tanya Bu Nindy yang mulai penasaran dengan jawaban Dinda.
''ya begitulah, kalau udah dapat izin kan gampang Nek. nggak harus ribet sembunyi-sembunyi, capek tahu nek sembunyi-sembunyi'' kata Dinda dengan nada manjanya
Nanda yang mendengarnya rasa tersipu, dia tidak menyangka kalau Dinda akan mengeluarkan suara manjanya kepada sang nenek. dan membuatnya yakin kalau dia pasti akan mendapat lampu hijau. namun dia sampai sekarang masih belum tahu seperti apakah keadaan ayah Dinda. itulah yang masih menjadi rahasia dan membuatnya bertanya-tanya sendiri.
''kalau gitu nenek dukung. semangat, dan mudah-mudahan calonmu nantinya akan langsung mendapat lampu hijau dari ayah mu'' kata Bu Nindy dengan antusias
''ai lampu hijau, memang mau ke pelaminan, main lampu hijau aja nenek ini loh'' Dinda menjawab kembali dengan nada manjanya
''ya kan siapa tahu hehehe'' kata Bu Nindy sambil tertawa dan menggoda Dinda.
''ya nggak la nek, kan Dinda mau sekolah dulu yang benar. terus lanjut kuliah. supaya jadi orang sukses, Amin'' kata Dinda dengan antusias.
tanpa sadar Nando juga ikut mengaminkan
''amin'' jawab mereka serentak
''hadu, aku lupa'' kata Nando dalam hati. sang nenek hanya menatap cucunya
''nek, seperti ada suara?'' tanya Dinda dengan bingung
''nggak sayang, nggak ada siapa-siapa kok di sini. mungkin kamu salah dengar'' elak Bu Nindy
''tapi jelas Lo nek, apa iya Dinda salah dengar'' kata Dinda dengan kebingungan
''buktinya nenek nggak dengar apa-apa tu'' jelas yang nenek untuk menyakinkan Dinda
''iya juga nenek benar'' kata Dinda
''syukur la'' kata Nando dalam hati
__ADS_1
''nek, kalau gitu Uda dulu ya. nanti dinda hubungi lagi'' kata Dinda
''oh ok Dinda'' jawab Bu Nindy sambil memutuskan sambungan telepon
''nando, Kenapa kamu bersuara? Untuk aja Dinda nggak curiga'' kata Bu Nindy dengan sorot mata tajam dan tinggi pada cucunya
''ma-maaf nek'' jawab Nando sambil menunduk
''yauda, ingat ya. jangan sampai informasi ini tersebar, dan jangan sampai Dinda tau kalau kamu itu cucu nenek'' kata Bu Nindy mewanti-wanti pada cucunya
''baik nek'' Jawab Nando, kemudian ia keluar dari kamar sang nenek dan langsung menuju ke kamarnya.
disisi lain Dinda sedang berbincang dengan Bundanya
''dinda'' panggil bunda dari bawah
''iya, saya Bunda'' jawab nya dan langsung turun ke bawah
''ngapain aja si kamu di kamar dek?''
''adek baru teleponan sama nek Nindy bun''
''kamu ini telepon nek Nindy aja''
''nggak boleh ya Bun?''
''bunda tenang saja, sebelum Dinda menelpon nek Nindy, Dinda sudah chat dan Pastikan nek Nindy nggak sibuk kok Bunda''
''ya sudah kalau begitu. tapi harus selalu ingat ya, jangan sering-sering telepon Bu Nindy. bunda nggak enak sama Bu Nindy''
''baik Bun''
''nah, gitu dong, itu baru putri kecil bunda''
''iya dong, hehe'' jawabnya sambil tertawa
tiba-tiba terdengar suara mobil dan ternyata pak Tio dan Zaky pulang
''assalammualaikum'' kata ayah dan Zaky
''waalaikumsallam, ayah sama kakak Uda pulang'' kata Dinda sambil memeluk ayahnya
''iya sayang, kamu kangen ya sama ayah?'' kata ayah dengan masih memeluk Dinda putri nya
__ADS_1
''iya, habis ayah Uda beberapa hari nggak pulang, jadi Adek kangen'' kata Dinda
''is, ayah sama Adek ngga enak. masa ayah aja yang dipeluk. kakak nggak'' kata Zaky sambil ngambek
''ya udah, ya udah sini Adek peluk'' kata Milka ingin memeluk kakaknya
namun Zaki menghadapi tatapan ayahnya, yang sangat mengerikan karena sangking rindunya dengan Putri kecilnya yaitu Milka
''nggak usah dek, nanti kakak dilahap abis lagi'' jelas Zaki yang membuat Milka kebingungan
''maksud kakak apa Milka nggak ngerti?'' tanya Milka karena tidak mengerti maksud sang kakak
''kamu tanya aja sama yang di belakang kamu'' jawab Zaki kemudian pergi meninggalkan mereka dan masuk ke dalam kamarnya
''ayah, ayah ngapain Kakak?'' tanya Milka dengan ada marah
''nggak ada, kan dari tadi ayah gak ada nyentuh kakak kamu'' jawab ayah dengan santai
tiba-tiba Bunda datang, dan berkata. ''iya, dari tadi ayag emang gak ada nyentuh kakak'' kata Bunda yang tiba-tiba diselah oleh ayah
''tuh kan Bunda aja bilang kalau ayah nggak ada nyentuh kakak kamu'' kata ayam mencoba meyakinkan Dinda
''benarkah, tapi nggak mungkin Kakak berubah seperti itu'' kata Milka masih dengan kebingungannya
''heh bunda belum siap ngomong'' kata Bunda
''loh Bunda belum siap ngomong'' Kata ayah dengan santainya
''ya belum lah, ayah aja yang tiba-tiba motong'' kata Bunda dengan sedikit marah
''kalau gitu disambung Bunda'' kata Milka meminta pada bundanya
''jangan'' gumam ayah sambil menggerakkan tangannya memberi kode kepada Bunda untuk tidak menyambungnya lagi
''Ayo bunda sambung perkataan Bunda tadi'' minta Milka dengan nada lembut
''tapi'' kata Bunda melihat ke arah ayah
''Bunda nggak usah takut, Bunda nggak usah nuruti perkataan ayah. Pilkada yang tanggung jawab. dan buat ayah awas aja kalau yang ngapa-ngapain Bunda nanti ya kan nanti bakal ngambek sama ayah'' kata Milka meyakinkan bundanya dan memberikan ancaman kepada ayahnya
''ya sayang masa kamu ngancam ayah, Jangan ngambek dong. kalau kamu ngambek ayah sedih nanti'' kata ayah memohon Agar putrinya tidak ngambek
-
__ADS_1
-
hai teman-teman, Dyaf up ya. Jangan lupa like, share, komen, vote dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏