
''sudahlah ayah, Bunda. tante Alisa sudah tenang di sana. tugas kita hanya menjaga Dinda sebaik mungkin'' kata Zaky
''ya benar yang kamu katakan kak, kita harus menjaga adik kamu. dan harus menjauhkannya dari keluarga itu'' kata ayah
''tapi mas, walau bagaimanapun Dinda adalah Putri keluarga itu. dan suatu hari Dinda pasti mengetahuinya, kita tidak bisa terus menyembunyikannya'' kata Bunda yang mulai kebingungan
''ayah Kakak berangkat duluan ke kantor, ada urusan yang harus kakak selesaikan, kalau ayah capek ayah di rumah saja. sudah menjadi tanggung jawab kakak untuk melanjutkan bisnis kita dan menjaga ayah, bunda dan juga adek'' kata Zaky kemudian mengalami kedua orang tuanya dan pergi ke kantor
''ya sudah hati-hati nak, ayah nanti akan menyusulmu'' kata ayah
''iya ayah, ayah tidak perlu terburu-buru. kakak tahu ayah sedang capek''kata Zaky sambil menatap wajah kedua orang tuanya. kemudian pergi meninggalkan mereka
''Zaky semakin dewasa saja ya Bun? dia semakin mengerti untuk menjaga adiknya. walaupun saya tahu kalau Dinda bukan adik kandungnya tetapi adik sepupunya. sakit tetap saja menyayanginya seperti adiknya sendiri''
''ayah Zaky sudah dewasa, dan Zaky juga sudah mengetahui Kenapa Dinda bisa tinggal bersama dengan kita. jadi Menurut Bunda itu adalah hal wajar''
''ya benar Bun, mungkin yang ada di pikiran Zaky saat ini sama dengan yang kita pikirkan Bun''
''iya ayah, Zaky sangat menyayangi Dinda. dan pastinya Zaky tidak ingin Dinda tersakiti sama seperti ibunya Alisa''
''iya bunda benar, cukup Anisa saja yang mengalaminya. jangan sampai Dinda juga mengalaminya, ayah tidak terima Bun kalau sampai Dinda juga mengalaminya''
''Bunda juga sangat tidak terima ayah, karena itu kita harus menjaga Dinda dengan sebaik-baik mungkin. apalagi di kota ini ada dia ayah kandung Dinda''
''iya benar, tapi kalau kita kembali ke rumah lama bisnis kita akan gimana Bun''
''Bunda tidak masalah kita tinggal di sini ayah, hanya saja kita perlu memperkuat pengamanan untuk Dinda''
''iya yang Bunda katakan benar, kalau begitu ayah kan meminta pengawal-pengawal ayah untuk menjaga Dinda''
''tidak ayah itu akan membuat Dinda merasa tidak nyaman''
''lalu bagaimana Bun?''
''Bunda tahu seseorang yang dapat dimintai tolong, dan ayah tenang saja dia adalah orang yang dapat dipercaya''
''apakah Bunda yakin dia adalah orang yang dapat dipercaya, ayah tidak mau karena kebodohan kita kita kehilangan Dinda''
''Ayo percaya saja, lagian dia juga sudah menyimpan rahasia kalau Dinda adalah Putri kita di mata publik''
''maksud bunda, dia kenal dengan kita dan keluarga kita namun dia tetap merahasiakan kalau Dinda adalah Putri kita''
''iya ayah itu sangat benar''
''siapakah dia Bun?''
''Bunda juga kurang tahu siapa dia ayah, yang udah tahu namanya adalah ibu Nindy. dan dia sangat pandai mengambil hati Dinda''
''kau seperti itu ayah percaya pada Bunda, dan mudah-mudahan dia dapat membantu kita untuk menjaga Dinda. Agar tidak ada satupun yang dapat menyakiti Dinda''
''iya ayah, bunda akan menghubunginya''
''oke, kalau begitu ayah berangkat dulu''
__ADS_1
''hati-hati ayah'' kata Bunda dari belakang sambil melihat mobil suaminya menjauh
setelah mobil ayah tak tampak lagi di matanya, Bunda pun segera masuk ke dalam. dan ia mengambil teleponnya untuk menghubungi Ibu Nindy
telepon pun tersambung terdengar suara di balik telepon
''halo dengan siapa ya?''
''halo dengan Bu Nindy?''
''iya benar, dengan siapa saya berbicara?''
''saya bunga Bu, bundanya Dinda''
''oh Ibu bunga, ada apa ya Ibu menelpon?''
''jujur saya ingin meminta bantuan kepada ibu''
''bantuan apa ya Bu?''
''Tapi sebelumnya saya ingin Ibu berjanji terlebih dahulu''
''berjanji? untuk apa saya harus berjanji?''
''karena ini adalah masalah keluarga kami, dan kami tidak ingin banyak orang mengetahuinya. namun karena ini mendesak dan saya tidak bisa mempercayai siapapun kecuali ibu''
''baik saya akan berjanji untuk merahasiakan semua permasalahan yang akan Ibu bunga ceritakan kepada saya nanti, saya tidak akan menceritakan kepada siapapun termasuk keluarga saya''
''iya Ibu bunga kalau dari itu silakan Ibu bercerita''
''baik Bu jadi ceritanya begini....
πππflashback on πππ
semuanya berawal 14 tahun yang lalu saat Dinda masih berusia 2 tahun. ibu kandung Dinda bernama Alisa. ia memar golki suaminya sedang berselingkuh dengan seorang wanita bernama Gita dan ternyata mereka sudah memiliki anak yang diberi nama Dwi yang usianya tidak jauh berbeda dengan Dinda.
''mas apa semua ini, siapa dia?''
''Lisa, kamu ada di sini sayang?''
''jangan sentuh aku, katakan padaku siapa dia?''
bukannya Ilham yang menjelaskan mala gita si selingkuhan yang menjelaskan
''hai aku Gita, istri kedua suamimu''
''apa semua ini''
''seperti yang kamu lihat, kami hanya melakukan hal biasa saja''
''mas tolong katakan ini semua bohong''
''dia tidak akan berani menjawab, karena ini semua adalah kebenaran''
__ADS_1
''mas tolong jawab, kau semua ini bohong''
''maaf Lisa, semua ini adalah kebenaran'' kata Ilham
''kamu sudah mendengarnya kan Lisa, bahkan kami juga sudah memiliki anak. kamu lihat foto itu, dia putri kami namanya Dwi, saat ini usianya 2 tahun''
''apa semua ini mas? bahkan usianya sama dengan Elia Putri kita''
''ups, iya begitulah''
''kalian sungguh tega, terutama kamu mas. kamu sudah lama berselingkuh dengannya bahkan Putri kalian saja sama usianya dengan Putri kita'' kata Lisa dengan meneteskan air mata
''maafkan aku Lisa, aku bisa menjelaskannya''
''cukup sudah mas, Aku ingin berpisah denganmu. Aku tidak tahan dengan semua ini'' kata Lisa dengan pergi meninggalkan mereka
''Lisa tunggu..''kata Ilham mengejar Lisa
Lisa pergi mengendarai mobilnya, karena guncangan yang ia rasakan akibat perselingkuhan suaminya. tanpa sadar mobil yang ia tumpangi menabrak pohon. Untung saja kakaknya Tio tiba-tiba lewat.
''bukannya itu mobil Lisa, dia kecelakaan. aku harus menyelamatkannya''
Tio pun berlari menghampiri mobil itu
''Lisa, Lisa sayang bangun ini kakak''
Lisa pun terbangun dan berkata
''Kak Lisa sudah tidak sanggup hidup lagi. Lisa mohon Kakak jaga Elia''
''Lisa, sayang bangun jangan tinggalin kakak''
namun perlahan-lahan tangan Lisa mulai dingin. Tio pun memeriksa denyut nadi adiknya. namun ia tidak menemukannya lagi
''lisa, bangun dek, bangun, jangan tinggalin kakak''
namun terlambat sudah, Tio pun membawa Lisa dan juga Elia dalam mobilnya. dan membawanya pulang ke rumah keluarga Aksabil.
semua orang kaget melihat kondisi Lisa termasuk kedua orang tuanya
''apa yang terjadi pada Lisa, Tio?''
''Lisa kecelakaan Umi''
''lalu di mana si Ilham''
''Tio sudah meminta asisten Tio untuk menyelidiki di mana keberadaan Ilham Umi''
-
-
Hay teman-teman, Dyaf up ya. jangan lupa like, share, komen, vote dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman π
__ADS_1