Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
Rumah Sinta


__ADS_3

"jangan bilang kamu mau ikut olimpiade? jadi harus belajar terus" kata Sandy


"ya begitulah kak" jawab Dinda


"ai Mak, kapan olimpiade nya dilaksanakan?" tanya Sandy


"2 Minggu lagi kak" Jawab Dinda


"apa, nggak salah" kata Sandy kaget


"nggak kak, kan jadwal olimpiade nggak mungkin di ubah sembarangan" kata Dinda


"iya sih, yauda. kamu semangat belajarnya, kakak doain kamu menang" kata Sandy


"makasih kak" jawab Dinda


tak terasa mereka pun sudah siap makan, dan mereka kembali lagi mengobrol di ruang TV


"akhirnya selesai" kata Sandy


"iya benar kak" jawab mereka serentak


"kita lanjut mengobrol di Depan tv yuk" kata Sandy


"boleh kak" jawab mereka


"tapi sebelumnya, kalian ganti pakaian dulu. besok kan masih pakai seragam itu. nanti bau loh" kata Sandy


"ok kak" jawab mereka setelah itu pergi menuju kamar Sinta


"sin, aku minjam baju kamu ya" kata Dinda


"iya, aku lihat dulu ya" kata Sinta


"ok sin" jawab Dinda


"nih pakai" kata Sinta


"thanks Sinta" jawab Dinda


"Uda nggak usa banyak omong, ayo cepat" kata Sinta


"siap ibu ratu" kata Dinda


"ye dasar, ngeledek Mulu" kata Sinta


setelah selesai mereka pun menuju ruang TV


"Uda siap ganti?" tanya Sandy


"seperti yang kakak lihat" kata Sinta


"iya, bawel banget. Uda sini kita lanjutkan ceritanya" kata Sandy


"ok kak" jawab mereka


Sinta dan Dinda pun duduk di ruang TV bersama Sandy


"Dinda, boleh kakak tanya sedikit" tanya Sandy


"boleh kak, mau tanya apa" jawab Dinda


"bagaimana kamu bisa menjadi anak biaya siswa?" tanya Sandy lagi


"cerita nya panjang, tapi begini kak, semua berawal dari 5 bulan yang lalu


⚡⚡⚡flashback on⚡⚡⚡


"Bunda, kakak, Adek. kesini dulu" panggil ayah


"ada apa ayah?" tanya Zaky

__ADS_1


"bisnis ayah yang di luar kota berhasil" kata ayah


"Alhamdulillah ayah" jawab mereka serentak


"bunda, kakak, Adek. ayah rencananya mau pindah ke luar kota" kata ayah


"yah bagus dong ayah" kata Zaky


"tapi ayah bingung, Adek kan nggak mungkin pindah sekarang, paling tidak 5 bulan lagi" kata ayah


"ayah, ayah pindah aja duluan sama kakak, nanti Bunda sama Adek nyusul" kata Bunda


"tapi" kata ayah


"ayah, gak apa. kalau nggak bunda juga ikut aja. adek gak apa sendiri" kata Dinda


"nggak, ayah nggak mau Adek sendirian" kata ayah


"iya, bunda juga nggak mau Adek sendirian, bahaya Adek" kata bunda


"bunda tenang aja, kan Adek Uda besar" kata Dinda


"nggak, bahaya dek. bilang Uda besar. kamu tu masih bocil" marah Zaky


"yauda yauda kalau gitu, bunda di sini sama Adek. tapi ayah dan kakak pindah duluan!" kata Dinda


"yauda ok, tapi ingat ya kamu jangan bandel, kasihan Bunda" kata ayah


"iya ayah, Adek janji. nggak akan bandel" kata Dinda


"ok benar ya, kamu harus ingat janji kamu ya dek" kata ayah


"yauda, sekarang kapan ayah mau pindah?" tanya bunda


"rencananya besok Bun" jawab ayah


"yauda, sekarang ayah Uda dapat tempat untuk kita pindah belum ayah?" kata bunda


"jadi gimana nya ini ayah?" kata Zaky


"gimana kalau kita ngontrak aja dulu, sampai nunggu bunda sama adek" kata ayah


"boleh tu ayah" kata Zaky


"yauda kalau gitu bunda packing dulu barang ayah yang penting-penting. adek bantu kakak ya" perintah bunda


"ok Bunda" jawab Adek


Dinda dan Zaky pun pergi ke kamar Zaky


"kak, Adek bantuin ya" kata Dinda


"nggak usah, kakak packing sendiri, Adek duduk aja" kata Zaky


"beneran kak?" tanya Dinda


"iya bocil, kamu duduk aja" jawab Zaky


"yauda, kalau gitu, Adek boleh minjam hp kakak" kata Adek


"boleh, ni dek" kata Zaky menyerahkan hp pada Dinda


"ye, makasih kak" kata Adek


"tapi jangan kamu buka wa kakak sama calon kakak ipar mu ya dek" perintah Zaky


"iya kak, aman kak" kata Dinda


Dinda pun membuka tentang sekolah Sinta, dan dia mengetahui kalau ada biaya siswa di sekolah itu.


"kamu buka apa dek?" Tanya Zaky sambil packing

__ADS_1


"adek buka tentang sekolah Sinta kak, dan tau nggak? ternyata di sekolah Sinta ada jalur biaya siswa" kata Dinda


"oh ya, jadi Adek mau coba?" tanya Zaky


"ya rencananya kak, lagian kalau Adek keterima kan nggak sisa untuk minta surat pindah. hehe" jawab Dinda sambil tertawa


"kamu ya dek, yauda. semua keputusan kamu kakak dukung" kata Zaky


"makasih kak" Kata Dinda sambil memeluk Dinda


"apa sih yang nggak buat bocil nya kakak" kata Zaky


"kakak, Adek bukan bocil" kata Dinda


"terserah, tapi menurut kakak kamu itu bocil" kata Zaky


"yauda deh, terserah kakak" kata Dinda


"nah gitu dong" jawab Zaky


"iya, iya" kata Dinda


"yauda sana balik ke kamar kamu! Uda malam, lagian besok Adek apa nggak mau nganter kakak sama ayah?" kata Zaky


"ii kakak nggak enak, Adek ya harus ikut dong" Kata Dinda


"yauda, sana tidur" kata Zaky.


"ok kak" jawab Dinda sambil meninggalkan kamar Zaky


"ye dasar anak ini, Uda besar masih aja kayak anak kecil. jadi takut buat ninggalin dia" kata Zaky


Dinda pun langsung masuk menuju ke kamar nya, dan tertidur. keesokan paginya. alarm Dinda berbunyi, Dinda pun kaget dan langsung terbangun


"ya ampun Uda jam 06:00, bisa telat ni. ayah sama kakak naik pesawat jam berapa ya" kata Dinda


setelah mandi dan membersihkan tempat tidurnya, Dinda pun langsung keluar dari kamarnya.


"pagi ayah, bunda, kakak" sapa Dinda


"pagi Adek" jawab mereka serentak


"sini, kita sarapan sama-sama" kata Bunda


"iya bunda" jawab Dinda


"kamu kesiangan ya dek?" tanya Zaky


"hehe, kakak tau aja" kata Dinda


"ya tau la, biasanya kan jam segini, apalagi ini hari Minggu, Adek pasti olahraga. tapi ini" kata Zaky


"iya kak, oh iya ayah, kakak. naik pesawat jam berapa?" tanya Dinda


"jam 1 siang" kata ayah


"terus kontrakannya Uda dapat ayah?" tanya Dinda


"Uda dek, ayah Uda minta sekertaris ayah buat carikan" kata ayah


"oh, Alhamdulillah kalau Uda dapat, Adek senang dengarnya" kata Adek


"iya dek, bunda juga senang. jadi ayah nggak perlu lintang lantung begitu sampai sana" kata bunda


"iya bun, eh Adek lupa. ayah di sana cuma berdua sama kakak. jadi Adek mau kakak jagain ayah, kalau ada yang dekati tendang aja. hehe" kata Dinda


"siap tuan putri" jawab Zaky


tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 12:00 mereka pun pergi menuju bandara


"ayah Uda jam 12, ayo kita berangkat ke Bandara, nanti takutnya kita ketinggalan" kata Zaky

__ADS_1


__ADS_2