
mereka pun pergi meninggalkan ruangan kepsek, dan pergi menuju ruang kelas mereka. sesampainya di depan kelas.
"Dinda, ayo kita masuk" kata Nando
"iya" jawab Dinda sambil mengikuti Nando dari belakang
saat di dalam kelas
"Dinda" teriak Sinta dengan histeris kemudian berlari dan memeluk Dinda
semua yang melihat kaget Sinta. karena menurut mereka Sinta adalah anak yang acuh tak acuh. tidak seperti sekarang.
"kamu kenal dengan Dinda Sinta?" tanya Nando
"kenal dong, Dinda ini sahabat aku, ya kan Dinda. dan perlu kalian tau, anak biaya siswa yang kalian gosipin itu adalah Dinda" kata Sinta
"apa, Dinda benar itu?" tanya Nando
"iya benar" kata Dinda
"wah lembut banget suaranya, ternyata nggak cuma cantik" kata Bagas
"percuma cantik kalau miskin" kata Dwi mengejek
"Dwi jaga ucapan pun" kata Nando marah
Dwi yang tidak terima pun berlari keluar
"Dwi mau kemana?" tanya Bagas
"Uda biarin aja" kata Nando
"tapi" kata Bagas
"udala tenang, sekarang semua kembali duduk di tempat masing-masing. dan buat kamu Dinda silakan perkenalkan diri kamu" kata Nando
"perkenalkan nama saya Dinda Aurelia" kata Dinda, dengan sengaja tidak menyenangkan nama keluarganya.
"baik Dinda silakan duduk" kata Nando
"kamu duduk sama aku aja" kata Sinta
"ok Sinta" jawab Dinda dan mengikuti Sinta
di lain sisi Dwi sedang berada di taman.
"Kenapa sih Nando bentak aku, padahal aku nggak ada salah, ini semua salah itu cewek miskin" kata Dwi tidak terima
tiba-tiba ada yang datang
"Hay sayang, kamu kenapa disini?" tanya wanita itu
"Tante Alma" kata Dwi dengan wajah sedih
"kamu kenapa sayang?" tanya Alma
"Dwi sedih Tante" kata Dwi
"sedih kenapa sayang?" tanya Alma lagi
"Nando Tante, dia bentak Dwi" jelas Dwi
"kenapa dia bentak kamu?" tanya Alma
Dwi pun menceritakan semuanya kepada Alma.
"jadi begitu Tante" kata Dwi
"jadi demi anak miskin itu, Nando membentak kamu" kata Alma
"iya Tante, kamu tenang aja. nanti Tante yang urus semuanya" kata Alma
__ADS_1
"terimakasih Tante" kata Dwi dengan gembira
"sekarang kamu masuk ke kelas kamu ya sayang" perintah Alma
"baik Tante" Kata Dwi dan pergi meninggalkan Alma
sesampainya Dwi di kelas
"Hay miskin, kamu tunggu aja pembalasan dari ku" kata Dwi
"ok, akan kami tunggu" kata Sinta
"Sinta sebaiknya kamu nggak usa ikut-ikutan ini urusan aku dan dia" kata Dinda
"tidak Dinda, kamu sahabat aku. jadi aku akan selalu mendukungmu" kata Sinta
"drama, aku yakin kalian akan kalah" Kata Dwi
"oh, kita lihat aja nanti" kata Sinta
tiba-tiba seorang guru pun datang
"Hay anak-anak, kalian sudah kenal saya?" tanya guru itu
"sudah Bu" jawab mereka serentak kecuali Dinda
"kamu, kenapa kamu diam?" tanya guru itu
"saya tidak kenal ibu Bu" jawab Dinda dengan Jujur
"apa, Tapi saya Uda pernah masuk waktu kalian kelas X" kata guru itu
"kamu dari kelas X berapa memang?" tanya guru itu
"saya anak baru Bu, jadi maaf Bu" kata Dinda
"oh, kamu anak biaya siswa itu ya" kata guru itu
"yauda saya akan perkenalkan kembali siapa saya. perkenalkan nama saya Bu Tety, saya mengajak fisika. dan saya adalah wali kelas kalian. kalian semua mengerti" kata Bu Tety
"mengerti Bu" jawab mereka serentak
"khusus buat kamu, salam kenal, Dinda kan nama kamu?" kata Bu Tety
"iya Bu, benar nama saya Dinda. dan salam kenal juga Bu" kata Dinda
"ketua kelas kamu yang Bagas" kata Bu Tety
"baik Bu" jawab Bagas
"ok, kalau begitu saya keluar dulu. dan buat kalian sebaiknya berkenalan terlebih dahulu. siapa tau masih ada yang belum kenal satu sama lain. terkhusus kamu Dinda" kata Bu Tety
"baik Bu" jawab mereka serentak
Bu Tety pun keluar dari ruangan, dan banyak siswa yang menghampiri Dinda untuk berkenalan.
"Hay Dinda, kenalin aku Bagas" Kata Bagas
"Hay Bagas, Salam kenal" jawab Dinda
"Hay Dinda, aku Yura"
"Hay, aku Zaky"
"Hay aku Viona"
dan akhirnya semua sudah berkenalan dengan Dinda kecuali Dwi dan sahabat Tika
"idih, mau banget kenalan sama si miskin" kata Dwi
"iya, benar banget wi, apa mereka nggak takut kotor. yang ia orang miskin kan bau-bau" kata Tika sambil menutup hidungnya
__ADS_1
"Yap benar banget tu Tik, mending kita pergi dari pada ketularan bau" kata Dwi
"ayo wi, aku pun Uda bosan" kata Tika
"yang sabar ya Din" kata Bagas
"gpp, suatu hari mereka juga akan kenak akibatnya sendiri" kata Dinda
"Yap benar itu. kita tunggu aja" kata Sinta
"sepertinya Dinda bukan orang biasa, sebaiknya aku nggak cari masalah dengan Dinda dan Sinta" kata Bagas dalam hati
"iya, pasti itu" kata Bagas
disisi lain Nando sedang bersama dengan mamanya ya itu ibu Alma zhavier.
"ada apa mama memanggil Nando?" tanya Nando
"mama dengar kamu dekat dengan siapa si namanya, yang jelas anak biaya siswa yang miskin itu" Kata Alma
"ya namanya Nando anak OSIS ma, lagian tadi cuma disuruh Bu kepsek Bawak ke kelas, masa Nando nolak" kata Nando
"tapi, kenapa kamu sampai bentak Dwi?" tanya Alma
"ma, Nando cuma nggak mau ada keributan. kan ini hari pertama masuk sekolah" jawab Nando
"beneran cuma itu?" tanya Alma
"iya ma" jawab Nando
"yauda mama percaya. tapi kamu jangan begitu sama Dwi, dimana pun dia tunangan kamu" perintah Alma
"Nando nggak janji, lagian Nando nggak suka sama Dwi ma" kata Nando
"kamu, ini semua demi bisnis kita" kata Alma
"Nando nggak perduli ma, Nando nggak suka sama Dwi. dan ngga akan pernah" kata Nando sambil pergi meninggalkan Alma
"Nando tunggu" kata Alma, namun Nando tidak menghiraukan nya.
Nando pun kembali ke ruang kelasnya
"Hay semua" kata Nando
"kau dari mana do" tanya Bagas
"biasa nyokap gue" jawab Nando
"mama kamu di sini do?" tanya Bagas
"ya begitulah" jawab Nando
"pasti kamu di panggil, karena si Dwi" kata Bagas
"nggak salah lagi, ngelapor dia sama mama aku" kata Nando
"capek deh, Dwi selalu buat masalah" Kata Bagas
"ya begitulah, dan dia pakai bisa buat mama suka sama dia lagi" kata Nando
"makannya jangan tukang tp-tp (tebar pesona)" kata Sinta
"nggak ada ya" jawab Nando tegas
"yakin? kamu lihat tu di pintu" kata Sinta
"ya ampun ngapain mereka" kata Nando
"mau lihat kamu do, kan mereka fans-fans kamu do" kata Bagas
"pantas saja, tadi pagi aku di lihatin terus" kata Dinda
__ADS_1
"sabar ya Din" kata Bagas