
Sinta pun mulai mengamati wajah Miss Winda guru bahasa Inggris mereka, tiba-tiba cinta merasa tak asing dan dia mengingat satu wajah dan juga satu nama yaitu guru matematikanya, yang sangat baik dan penyayang. dan ibu gurunya itu memang selalu membantu Dinda saat Dinda ingin mengikuti Olimpiade.
''maaf Miss, setelah saya perhatikan wajah Miss memang tak asing dan saya mengetahui satu nama, tapi saya tak yakin apakah ini benar atau tidak'' jawab cinta yang masih bingung akan jawabannya
''katakan saja Dinda salah atau benar itu urusan nanti yang saya mau apakah kamu masih mengingat saya atau tidak'' jawab Miss Winda dengan santai dan seolah-olah dia mengetahui Apa jawaban Sinta, dan dia yakin kalau sinta tidak akan mungkin salah.
Sinta pun mengumpulkan keberaniannya dan dia akhirnya pun mengungkapkan satu nama yang ada di dalam pikirannya
''saat melihat wajah miss saya mengingat wajah Bu Nilam, guru matematika kami di SMP. Bu Nilam adalah guru yang tak pernah main tangan kepada siswanya, Bu Nilam selalu membimbing kami tidak pernah marah. dan Bu Nilam juga adalah wali kelas kami ketika kami kelas IX. saya semakin yakin ketika tadi miss Winda bilang kalau Dinda sering belajar di rumah Miss Winda ketika ingin mengikuti Olimpiade'' jelas Sinta kepada Miss Winda, dan akhirnya mereka semua tahu kalau Miss Winda adalah anak dari seorang guru matematika yang sangat lembut dan baik hati karena itu bis Winda mewarisi sifat ibunya dan membuat mereka semakin nyaman dan sayang kepada Miss Winda.
''iya kamu bener Sinta saya adalah anak dari Bu nilam guru matematika kalian sewaktu SMP. jujur saya tidak mengetahui kalau engkau Sinta adalah siswa dari SMP tempat Ibu saya mengajar, namun ketika saya melihat Dinda dan Dinda sangat akrab denganmu saya mulai bertanya-tanya apakah kau dan Dinda saling mengenal sejak lama? dan dengan pengakuanmu tadi semangkin membuat miss yakin kalau kau adalah siswa SMP di tempat Ibu Miss mengajar'' jelas Miss winda yang mengutarakan isi hatinya dan rasa bingungnya tentang sinta
''jujur Sinta pun juga kaget waktu dengan pengakuan miss kalau misalnya Bu nilam karena sinta nggak pernah tahu, kan yang tau anaknya Bu Nilam cuma ini anak satu sih dinda'' kata Sinta sambil mengetuk kepala Dinda
''aduh sakit Sinta, kamu ini kebiasaan tau'' kata Dinda mengeluh
semua mata yang melihat mereka pun ikut tertawa. karena itu adalah momen langka, terutama saat mereka melihat cinta yang sangat berbeda dengan image-nya. namun ketika melihat Dinda Mereka pun jadi bingung, sebenarnya karakter Dinda seperti apa karena Dinda biasanya diam hanya saja ketika dia berhadapan dengan Dwi, dia akan mudah marah tapi saat ini dia malah dengan mudahnya bersikap manja dan cute.
Nando yang melihat sifat Dinda menjadi semakin jatuh hati kepadanya. namun dia merasa bingung harus bagaimana dia menyatakannya, apalagi tadi Dinda sudah marah besar padanya dan memintanya untuk pergi menjauhinya.
bagas yang melihat gelagat Nando, langsung memanggil Nando untuk duduk di mejanya, yang tepat di sebelah Bagas
''sini cepat duduk'' kata bagas memanggil Nando. dengan sigap Nando pun segera pergi menuju mejanya.
dan dukun sakara duduk, setelah ia duduk Bagas pun bertanya kepadanya.
''kamu kenapa senyum-senyum sendiri sambil memandang Dinda?'' tanya Bagas kepada Nando dengan penuh kebingungan
__ADS_1
''saat melihat indah tadi entah mengapa aku menjadi semakin jatuh hati kepadanya, dan aku semakin bingung bagaimana cara untuk mendekatinya terutama tadi dia sudah salah paham pada diriku'' jelas Nando kepada Bagas yang juga membuat Bagas jadi pusing
kedua yang mendengar perkataan Nando dan Bagas menjadi sangat emosi dan dia berencana untuk melaporkannya kepada Mama Nando.
akhirnya waktu istirahat pun tiba langsung pergi menuju ke ruangan Bu Alma Mama Nando.
''permisi tante'' kata Dwi sambil mengetuk pintu ruangan Bu Alma
''eh Dwi sayang ada apa cari tante?'' tanya Bu Alma kepada Dwi karena Dwi tiba-tiba muncul di depan ruangannya
''boleh duit masuk tante?'' tanya Dwi kepadaku Alma
''oh tentu sayang sini-sini duduk di samping tante'' kata Bu Arma mempersilahkan dia masuk dan duduk di sampingnya
''makasih Tante'' jawab Dwi dengan santai dan langsung duduk di samping Bu Alma.
''akan sangat sulit kalau Nando beneran jatuh cinta kepada Dinda, aku harus memikirkan sesuatu'' gumam Bu Alma
''tante, Tante sedang memikirkan apa kok bengong'' kata Dwi yang merasa heran dengan sikapmu
''enggak enggak apa sayang'' jadwal mah kepada Dwi
''terus Dwi gimana Tan, kan Tante yang bilang kalau Tante mau jodohin Dwi sama Nando'' jelas Dwi kepada Bu Alma
''kamu tenang aja sayang itu semua biar tante yang ngurusin'' kata Bu Alma menenangkan Dwi.
''yauda Dwi akan tenang tapi Tante janji ya harus berusaha'' kata Dwi yang meminta kepastian kepada Bu Alma.
__ADS_1
''iya sayang nanti Tante akan ngomongin sama Nando. tante janji tante juga kan omongin sama keluarga besar Tante, supaya acara pertunangan kalian segera dilaksanakan'' jelas Bu Alma untuk meyakinkan Dwi.
''oke, makasih Tante, ditunggu kabar selanjutnya ya'' kata Dwi sambil meninggalkan ruangan Bu Alma
setelah Dwi pergi Bu Alma semakin pusing apa yang harus dia katakan kepada keluarga besarnya untuk mempercepat pertunangan antara Dwi dan Nando, apalagi suaminya tidak menyetujui jika anaknya Nando bertunangan dengan Dwi.
''ahhh buat pusing saja'' kata Bu Alma dengan emosi karena tidak menemukan solusi
Bu Arma pun kembali ke rumahnya, di sana ia bertemu dengan suami dan kedua mertuanya. dia berusaha menceritakan semuanya kepada semua anggota keluarganya.
''siang ayah, ibu, mas'' kata Bu Alma menyapa suami dan kedua mertuanya.
''kamu dari mana aja Alma?'' tanya Bu Nindy ibu mertua Bu Alma
''dari sekolah Bu'' jawab Bu Alma kepada mertuanya, namun Bu Nindy merasakan kecurigaan dari Bu Alma
''dari sekolah, tapi sepertinya kamu sedang kebingungan? kamu sedang melakukan apa?'' tanya Bu Nindy yang ingin tahu apa yang disembunyikan oleh Bu Alma
''enggak, enggak ada Bu'' jawab Bu Alma dengan gugup
''kalau nggak ada yang kamu sembunyiin, nggak mungkin kamu gugup'' kata Bu Nindy di yang terdengar masuk akal di telinga suami dan putranya.
''benar kata ibu, kamu sedang sembunyiin apa sayang?'' tanya Pak Ferdi suami Bu Alma yang juga merasa curiga pada Bu Alma.
gimana kelanjutannya ya apakah Bu Alma akan menceritakan semuanya atau niatnya akan diurungkan? apakah teman-teman tahu? teman-teman penasaran nggak? sama dyaf juga penasaran nih
jangan lupa selalu dukung dia dan jangan lupa tombol favoritnya
__ADS_1