Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
Bertemu Tama


__ADS_3

"awas aja, kalau kau membuat sahabat aku Dinda terlibat dalam urusan kamu dan Dwi ya Nando" ancam Sinta


"iya, aku akan berusaha" Kata Nando


"apa kamu bilang" tanya Sinta dengan emosi


"sabar Sinta, jangan marah nanti cantik nya hilang" kata Dinda


"yauda deh, ayo kita pergi, dari pada nanti habis dia ku buat" kata Sinta


"yauda Ayo, tapi mau kemana?" tanya Dinda


"kita ke kantin aja" jawab Sinta


"ok sin" jawab Dinda sambil menggandeng Sinta dan pergi menuju kantin


"ternyata Sinta kalau marah serem juga ya" kata Nando


"iya benar, ingat tu do. jangan sampai aku juga kenak nanti" kata Bagas


"iya, aku usahakan" kata Nando


"usahakan terus, jangan bilang kau Uda jatuh hari sama Dinda?" tanya Nando


"ya begitulah, hehe" jawab Nando sambil tertawa


"ai, ai. Uda pasti akan kalah ni aku sama Nando" gumam Bagas


"gas, Bagas. kamu kenapa ngelamun?" tanya Nando


"nggak, gak apa kok" kata Bagas


di lain sisi Dinda dan Sinta sedang berada di kantin


"Dinda kamu mau pesan apa?" tanya Sinta


"emm, aku ikut kamu aja sin" jawab Dinda


"eh dasar, yauda kalau gitu mie gorengnya 2 sama jus jeruknya 2 ya mbak" kata Sinta


"baik, di tunggu ya mbak" jawab pelayan itu


15 menit kemudian, makanan mereka pun datang


"silakan makanannya mbak" kata pelayan itu


"terimakasih mbak" jawab Dinda


"iya, jawab pelayan itu. kemudian pergi meninggalkan mereka


"ayo silakan dimakan tuan putri" kata Sinta mengejek


"terimakasih, ibu ratu juga silakan makan" kata Dinda membalas Sinta


"dasar, nggak mau kalah ya" kata Sinta


"iya dong, hehe" jawab Dinda


tiba-tiba datang gerombolan anak kelas XII IPA-⁶ menghampiri mereka


"Dio lihat itu, cewek itu cantik juga" kata Tama


"eh iya, kita kesana Yo kenalan" kata Dio


"ayo, aku juga penasaran. baru pertama kali lihat wajah cewek itu" kata Tama


"mungkin anak baru, kan ini memang masuk anak baru" kata Dio

__ADS_1


"iya benar itu, tapi kan kelas X jauh dari sini" kata Tama


"udala mending sekarang kita ke sana. aku Uda sangat penasaran ini" kata Dio


"ok" jawab Tama kemudian mengikuti Tama menuju meja Dinda dan Sinta


sesampainya mereka di meja Dinda dan Sinta.


"Hay, aku Tama" kata Tama


"eh kak Tama, sama kak Dio. ada apa ya kesini?" tanya Sinta


"oh, ternyata kamu kenal dengan kami" kata Dio


"iya kak" jawab Sinta


"siapa mereka sin? aku nggak tau" kata Dinda


"eh, kak maafin teman aku ya, dia anak baru jadi nggak tau" kata Sinta


Dinda semangkin bingung


"oh, anak baru pantas baru lihat" kata Tama


"iya kak, kalau boleh tau ada apa ya?" tanya Sinta sekali lagi


"gak apa, kami cuma mau kenalan" kata Dio


"iya, nama kamu siapa?" tanya Tama


"aku Sinta kak, dan ini Dinda teman aku" kata Sinta


"kalian kelas berapa?" tanya Dio


"kami anak kelas XI-¹ kak" jawab Sinta


"oh, dengar-dengar di kelas XI-¹ ada anak miskin yang dapat biaya siswa dan akhirnya bisa sekolah di sini" kata Tama


Tama yang mengetahui nya langsung kaget, karena mereka mengejek di depan orangnya langsung


"hadu mampus hilang harapan untuk jadiin dia pacar" gumam Tama


"kenapa diam kak, dia la anak miskin itu" kata Dwi sambil menunjuk Dinda


"gak apa Dwi" jawab Tama


"jangan bilang kak Tama suka sama dia" tanya Dwi


"ya nggak la, kamu bisa aja Dwi" jawab Tama


"kalau kak Dio?" tanya Dwi lagi


"nggak dong, mana mungkin" jawab Dio


"syukur deh, nanti kak Tama dan Dio malah di porotin lagi sama si miskin ini" kata Dwi


"hey, Dinda nggak begitu ya" marah Sinta


"Uda la sin, buat apa capek ngomong sama dia. toh itu semua percuma" kata Dinda


"tapi" kata Sinta


"udah la, percaya sama aku. nanti suatu saat pasti ada yang balas" kata Dinda


"ni cewek terbuat dari apa si, buat mangkin jatuh hati" gumam Tama


"kamu, awas ya kamu" kata Dwi pergi meninggalkan mereka

__ADS_1


"kami juga pergi, ayo Tama


"akhirnya mereka pergi" kata Sinta


"mereka siapa sin" tanya Dinda


"mereka anak kelas XII IPA-⁶ Din. dan mereka itu sering buat masalah. untungnya tadi mereka nggak buat masalah sama kita. kalau iya kan gawat" jawab Sinta


"yauda sabar, sekarang mending kita habisin makanan kita dan balik ke kelas" kata Dinda


"oh iya, siap ini yang masuk Bu citra, guru kimia dan dia guru killer, walaupun nggak belajar tapi kita bisa di hukum nggak boleh masuk kelas, kalau terlambat" kata Sinta


"yauda, kalau gitu ayo cepat" jawab Dinda


mereka pun menghabiskan makanan mereka dengan cepat, dan kemudian pergi ke ruang kelas mereka.


"untungnya ibu itu belum masuk" kata Sinta


"ya syukurlah" jawab Dinda


"kalian dari mana?" tanya Bagas


"kami dari kantin" jawab Sinta


"tapi kok, ngos-ngosan?" tanya Bagas


"kami, tadi lari mengingat Bu citra yang akan masuk" jawab Sinta


"ya ampun" jawab Bagas frustasi


"hahaha, kalian lucu banget tau" kata Nando


tidak lama, Bu citra pun datang ke kelas mereka


"ada yang masih di luar? Kenapa diam. saya tanya sekali lagi. ada yang masih di luar? ketua kelas mana?" tanya Bu citra


"saya Bu" jawab Bagas


"jawab saya, masih ada yang diluar?" tanya Bu citra


"Dwi dan Tika Bu" jawab Bagas


"ok, akan saya catat. yang lain kalau sampai ikutan juga, akan saya hukum lebih berat. mengerti" bentak Bu citra


"mengerti Bu" jawab mereka serentak


tiba-tiba ada seseorang di pintu


"permisi Bu" katanya


"iya ada apa?" tanya Bu citra


"saya diminta kepala sekolah untuk memanggil anak biaya siswa di kelas ini" katanya


"anak biaya siswa, siapa namanya. Jangan ada yang bergerak. walaupun yang dimaksud adalah dia" perintah Bu citra


"eh saya lupa Bu" jawabnya


"kalau begitu kamu cari dulu siapa namanya" perintah Bu citra


"ba- baik Bu" jawab nya terbata dan pergi meninggalkan ruang kelas XI IPA-¹


"ibu mau tau, siapa anak biaya siswa itu, coba berdiri dan perkenalkan diri,!" kata Bu citra


Dinda pun berdiri, dan memperkenalkan diri


"sa- saya Bu, nama saya Dinda" kata Dinda

__ADS_1


"oh, kamu orangnya, saya berharap kamu bisa mendapatkan banyak prestasi seperti yang dikabarkan di sekolah kamu sebelumnya" kata Bu citra


"saya akan usaha kan Bu" jawab Dinda


__ADS_2