Belenggu Cinta yang Tak Terhindar

Belenggu Cinta yang Tak Terhindar
kenangan Bu Nindy tentang Dinda


__ADS_3

''aku nggak ada sembunyiin sesuatu kok sayang'' jawab Bu Alma dengan tegang.


namun melihat melihat sang istri yang menjawab pertanyaannya dengan tidak menatap matanya membuatnya bertanya-tanya apakah yang dikatakan istrinya benar atau berbohong. karena dia mengetahui sifat istrinya, jika dia menyembunyikan sesuatu dia tidak akan berani menatap mata lawan bicaranya.


''kamu yakin sayang dengan jawaban kamu, aku sudah hafal dengan gerak-gerik kamu? Jangan sampai aku mengetahuinya dari orang lain dan aku tidak akan memaafkanmu'' kata Pak Ferdi dengan emosi, dan membuat ayah dan ibu Pak Ferdi semakin curiga kepada Bu Alma


''se-sebenarnya, a-ada yang ma-u ku sampaikan, ta-tapi a-ku takut ka-mu marah mas'' jawab Bu Alma dengan gugup dan membuat Pak Ferdi semakin emosi


''katakanlah, sebelum emosiku memuncak'' perintah Pak Ferdi karena sudah tidak sabar lagi dan emosinya sudah mulai naik


''apalagi kalau bukan tentang si Dwi'' sambung si Nando yang tiba-tiba saja muncul. dan membuat semuanya yang berada di ruangan itu merasa bingung, ada apa dengan Dwi pikir mereka bertanya-tanya


''maksud kamu apa sayang'' tanya sang nenek Bu Nindy kepada cucu semata wayangnya


''begini Nek, masa mama mau aku bertunangan dengan Dwi. padahal aku tidak ada rasa sedikitpun kepadanya'' rengek Nando kepada neneknya


''apa'' tiba-tiba suara kakek Nando menggelegar dan membuat semuanya menegang.


''kau ingin mencucuk kesayanganku bertunangan dengan Dwi, aku tidak setuju'' kata Pak Anton kakek Nando.


''siapa Dwi itu? dia kira dengan mudah dia bisa masuk ke keluarga ini'' tambah Bu Nindy yang juga emosi dengan niat menantunya


''istriku, kamu tidak bisa berbuat seenaknya. kamu sudah dengar kan Putra kita Nando tidak ada rasa sedikitpun kepadanya. kamu harus ingat kita ini keluarga terpandang'' tambah Pak Ferdi yang menjelaskan tentang hati Nando.


''tapi mas, ini demi bisnis kita'' kata Bu Alma menjawab perkataan suaminya, namun tak dianggap oleh suaminya


''aku tidak peduli dengan bisnis yang penting cucu kesayanganku hidup bahagia, aku juga tidak perlu dengan harta bila memang aku mencintai seseorang dari kalangan bawah Aku juga tak masalah'' jelas bu Nindy nenek Nando


''ibu, apa jangan-jangan anda telah menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Dinda itu'' tanya Bu Alma kepada mertuanya

__ADS_1


''yah nanti tak menceritakannya, dan aku rasa tidak masalah sih selagi cucuku bahagia. dan lagi untuk bisnis aku rasa Dinda itu cocok karena dia adalah seorang anak yang pintar'' jelas buat Nindy yang membuat semuanya tercengang


''ibu siapakah Dinda itu? Kenapa Ibu bilang Dinda itu seorang anak yang pintar?'' tanya Pak Ferdi kepada ibunya Bu Nindy dengan kebingungan.


''Nindy itu anak beasiswa di sekolah kita, ya memang situasi dia agak rumit sih. karena status sama keluarganya tidak diketahui'' jelas bu Nindy, yang membuat semuanya semakin bertanya-tanya dan merasa heran kepada Ibu Nindy.


''nah itu Ibu bilang ibu tidak mengetahui keluarganya Kenapa Ibu menyetujuinya?'' tanya Bu Alma yang merasa tak suka kalau ibunya merestui hubungan putranya Nando dengan gadis yang bernama Dinda.


''entahlah Ibu juga tidak tau, hanya saja pada saat melihat wajah Dinda Ibu merasa damai'' jelas Bu Nindy yang membuat semuanya kaget


''apa Ibu pernah bertemu dengan Dinda'' tanya Bu Alma yang terkejut dengan penuturan Ibu mertuanya.


''ya Ibu pernah bertemu dengan Dinda'' jawab Bu Nindy dengan santai


''kapan ibu bertemu dengannya? Kenapa kami tidak pernah tau'' tanya Ferdi kepada bu Nindy yang mulai penasaran akan sosok Dinda


''ceritanya 2 tahun yang lalu, beginilah ceritanya.....


siang itu Bu Nindy sedang berada di sebuah taman, dan dia sedang seorang diri tanpa keluarga dan pengawalnya.


tiba-tiba saja dia perampokan, dan alhamdulillah ada yang menolongnya. yah dia Dinda gadis yang disukai oleh Nando


''tolong tolong tas saya di jambret'' teriak Bu Nindy meminta bantuan


Dinda yang kebetulan sedang lewat dengan sepedanya, langsung mengejar dan menghajar pencopet itu.


''wow gadis yang cantik dan juga pemberani'' gumam Bu Nindy sambil memperhatikan wajah Dinda


''nek Ini tasnya, nenek tidak apa-apa kan?'' tanya Dinda dengan sopan

__ADS_1


tiba-tiba saja ada yang memanggil Dinda dari kejauhan


''Dinda, Dinda kamu ngapain di situ? Ayo cepat bentar lagi kita mau Olimpiade kalau telat kita bisa dieliminasi'' tutur teman Dinda yang merasa panik karena Dinda tak kunjung kunjung sampai


''iya aku ke sana, nek saya permisi ya saya mau mengikuti Olimpiade jadi saya nggak bisa nemenin nenek'' jawab Dinda dengan sopan dan membuat hati Bu Nindy menjadi lunak kepadanya.


''oh ya sudah cepat sana nanti kamu terlambat dan tereliminasi, nenek akan melihat kamu dari bangku penonton'' jawab Bu Nindy dengan semangat antusias.


''oke nek ditunggu ya, kalau gitu aku pergi dulu'' kata Dinda sambil meninggalkan Bu Nindy karena dia sedang terburu-buru untuk mengikuti Olimpiade


''gadis yang baik dan pastinya dia juga pintar karena dia terpilih untuk mewakili sekolahnya untuk mengikuti Olimpiade'' gumam Bu Nindy sambil melihat bayangan benda yang perlahan menghilang


tiba-tiba saja sopir Bu Nindy datang dan menghampirinya


''maaf nyonya saya tadi pergi ke toilet sebentar, saya dengar dari pedagang yang ada di taman nyonya kecopetan. bagaimana dengan kondisi nyonya saat ini?'' kata Pak Baron sopir keluarga zhavier


''iya tidak apa, saya baik-baik saja untungnya tadi ada seorang gadis yang baik dan juga pemberani yang menolong saya'' kata Bu Nindy sambil tersenyum mengingat wajah Dinda


''syukurlah, kalau begitu Sekarang kita ke mana nyonya'' tanya Pak Baron kepada nyonya yaitu Bu Nindy


''kita ke gedung D yang ada di depan sana, saya dengar sedang mengadakan Olimpiade'' perintah Bu Nindy yang membuat sopirnya heran mengapa Bu Nindy ingin ke sana


''maaf nyonya saya ingin bertanya. untuk apa kita ke gedung itu ya nyonya?'' tanya Pak Baron yang sangat kebingungan


''untuk menyaksikan sang gadis penyelamat saya'' jawab Bu Nindy yang sangat antusias


''maksudnya nyonya saya Semangkin tidak mengerti dengan perkataan nyonya'' tanya Pak barang yang semakin kebingungan dengan jawaban Bu Nindy


''menyaksikan gadis yang menolong saya tadi, kebetulan dia adalah peserta Olimpiade di gedung itu'' jelas bu Nindy yang akhirnya menjawab semua pertanyaan Pak Baron dan membuat Pak Baron juga penasaran dengan gadis itu

__ADS_1


''baik nyonya kita akan segera ke sana, jujur saya juga penasaran seperti apa gadis pemberani itu. dan apakah dia dapat memenangkan Olimpiade itu atau tidak'' kata Pak Baron yang menjawab perkataan nyonya Dan juga penasaran dengan gadis itu


__ADS_2