
''oke cepat kabarin Ilham kalau Lisa ada di sini'' kata Umi pemerintah Tio dengan wajah kecemasan karena takut terjadi sesuatu pada putrinya.
''iya Umi, Tio akan menghubungi Ilham secepatnya'' jawab Ilham tanggal paniknya
namun saat mereka ingin menghubungi Ilham tiba-tiba telepon Tio berdering. dan ternyata yang menelpon adalah asistennya. sang asisten menceritakan semuanya, hingga kronologi kecelakaan adiknya Lisa.
dia mendengar semua itu merasa semakin emosi, dan tidak ingin menghubungi Ilham.
''tio cepat hubungi Ilham'' perintah Umi
''tidak Umi, Tio tidak akan mengizinkan Lisa kembali ke rumah itu'' jawab Tio
''lah itu kan rumahnya Lisa, jadi wajar lah kalau dia untuk kembali. lagian dia dan Ilham sudah memiliki seorang anak''
''soal anak Lisa, biar Tio dan kita semua yang menjaganya Umi. Tio tidak akan mengizinkan Lisa kembali ke rumah itu''
''ada apa dengan mi Tio?''
''maaf Umi bukanya Tio ingin membuat umi sedih, tapi barusan bawahan Tio baru saja memberi informasi kepada Tio''
''informasi apa nak yang membuat sampai emosi seperti itu?''
''kecelakaan ini penyebabnya adalah Ilham''
''lah kenapa Ilham, bukannya kabarnya dia sedang pergi ke luar kota ya?'' kata Umi dengan heran
''tidak Umi, Ilham tidak sedang berada di luar kota''
''lalu saat ini Ilham di mana Tio?''
''dia sedang berada di sebuah apartemen, bersama seorang wanita dan juga seorang anak perempuan yang usianya tidak jauh dari Elia''
''maksud kamu Tio?''
''Lisa memergoki perselingkuhan Ilham Umi, dan itulah yang membuatnya oleng dan akhirnya mengalami kecelakaan''
''apa, Tio, Ilham selingkuh, awas aja dia''
''iya Umi Ilham selingkuh. dan parahnya Umi, anak Ilham dan selingkuhannya umurnya tidak jauh beda dari Elia. dan sudah dipastikan mereka menjalin hubungan dari saat Elia masih dalam kandungan umi''
''keterlaluan, dia sudah sangat keterlaluan'' kata ibu Ningsih dengan emosi
''kalau gitu, umi mendukung keputusanmu Tio''
tidak ada dari mereka yang boleh menghubungi Ilham untuk memberi tahu keberadaan dan kondisi Lisa. udah kamu panggil dokter pribadi, untuk memeriksa Lisa. namun sayang saat dokter itu memeriksa Lisa ternyata Lisa sudah meninggal.
mereka kangen dan sangat histeris, mereka memutuskan untuk memakamkan lisa tanpa memberi tahu suaminya Ilham.
''Umi bagaimana dengan Elia?''
''dia masih sangat kecil Umi''
''karena ayahnya terla selingkuh, jadi sangat menyedihkan''
''jadi bagaimana umi?''
__ADS_1
''kita akan menjaga, merawat, dan membesarkan Elia''
''lalu bagaimana kita mengatakan pada Ilham Umi''
''kamu tenang saja Umi sudah memikirkan rencananya''
''Elia akan tinggal bersama kalian, menjadi putri kalian. dan kita akan mengganti nama Elia''
''lalu kita akan mengatakan apa kepada Ilham kalau Elia tinggal bersama kita umi dan juga kita akan mengganti namanya''
''kamu tenang saja, kita akan katakan pada Ilham. kalau Elia juga meninggal dalam kecelakaan itu''
''tapi umi''
''tidak ada tapi-tapian, Apa kalian ingin Elia menderita?''
''tentu saja tidak Umi, Elia adalah kesayangan kami''
''kalau begitu, kamu tenang saja kamu besarkan elia sebagai Putri kalian. lagian kalian baru memiliki seorang anak.
''yang di bilang umi ada benarnya mas, dari pada Elia menderita tinggal disana lebih baik Elia tinggal sama kita'' kata bunga
''baik sayang, kalau kamu sudah setuju. mas akan dengan senang hati'' kata Tio
''tapi untuk nama Elia kita ganti siapa?''
''kita akan tetap pakai nama lengkap dia. hanya saja nama keluarga dan panggilan akan kita ganti, gimana menurut umi dan kamu sayang?''
''ide yang bagus, tapi aku mau panggilan di rumah tetap Adek ya''
umi pun tersenyum melihat anak dan menantunya yang sedang sangat bahagia. sebenarnya bukan dia tidak mengetahui kalau, menantunya tidak akan mungkin punya anak lagi. namun, dia memang sengaja berpura-pura tidak tau, karena tidak ingin menyakiti hati anak dan menantunya.
akhirnya mereka pun pulang dari pemakaman, mereka langsung menuju rumah keluarga besar mereka, dan bersiap menyiapkan status baru untuk Elia.
tiba-tiba saja Ilham datang
''assalammualaikum'' kata Ilham
''biar aku saja sayang yang buka'' kata bunga
''yauda'' Jawab Tio
bunga pun membuka pintu, dan kagetnya bunga, ketika melihat wajah Ilham.
''ilham'' kata bunga dengan kaget dan spontan dan terdengar hingga ke dalam ruangan
Tio pun segera keluar
''untuk apa kau kesini?'' tanya Tio
''untuk menjemput istri dan anak Ku. mereka tidak pulang ke rumah, jadi aku yakin mereka pasti pulang ke sini'' kata Ilham
''ha, menjemput mereka. Dari mana saja kau?''
''aku dari luar kota kak''
__ADS_1
''luar kota atau selingkuhan mu?''
''luar kota kak, pasti Lisa yang mengatakan nya. itu semua tidak benar kak, dia berbohong''
''dengar santai nya kamu bilang adik ku berbohong''
''sunggu, tidak tau diri kau Ilham''
''eh, apa maksud kakak?''
''tegah-teghnya kau bilang adik ku berbohong. makannya saja belum kering''
''apa maksud kakak, kenapa Bawak makam?''
''asal kau tau adikku sudah meninggal''
''apa maksud kakak, orang tadi aku masih berjumpa dengan nya''
''dia kecelakaan dan meninggal, dan itu semua karena kamu Ilham''
''apa maksud Kakak, kakak bercanda kan''
''aku sedang tidak bercanda. dia kecelakaan setelah memergoki kau berselingkuh''
''hahaha, kakak bercanda kan. ini semua pasti akal-akalan kakak dan Lisa''
''kau pikir aku gila mempermainkan nyawa seseorang, apalagi dia adikku sendiri''
''aku tahu Kak ini permainan kakak dan dia, kalau tidak bagaimana Kakak bisa mengatakan kalau aku berselingkuh dan dia kecelakaan karena mengetahui aku berselingkuh''
''aku sudah meminta bawahanku untuk menyelidikinya Ilham, jujur aku sangat kaget ketika mengetahuinya. begitu bodohnya Aku belum mengerjakan kau menikah dengan adikku. dan lebih sakitnya lagi anak selingkuhan usianya tidak jauh beda dari anakmu sendiri Elia''
''Kak maafkan Aku, tapi ku mohon tunjukkan di mana keberadaan Lisa''
''bisa telah meninggal Ilham, bahkan bukan hanya lisa saja tapi Putri mu Elia juga''
''Kak, Kakak jangan bercanda''
''aku tidak sedang bercanda, kalau kau tidak percaya kok bisa datang ke pemakaman umum......''
''kalau memang dia benar-benar meninggal, Kenapa Kakak tidak menghubungiku. walau bagaimanapun aku ini suaminya Kak''
''masih berani mengganggu suami, setelah Apa yang kau lakukan kepada adikku''
''Kak mohon maafkan Aku, tolong tunjukkan di mana Lisa dan Elia''
''kan aku sudah bilang, kalau mereka berdua telah meninggal. dan bila kau tidak percaya, kau bisa mengunjungi pemakaman umum...''
''Kenapa Kakak tidak menghubungi aku''
''ini sudah keputusan Kami bersama, karena apa? karena kami sudah sakit hati kepada dirimu, cintalah berselingkuh di balik adikku. jujur aku saja malas melihat wajahmu. dan sebisa mungkin kau pergi dari sini, karena aku sudah muak''
-
-
__ADS_1
Hay teman-teman, Dyaf up ya teman-teman. jangan lupa like, share, komen, vote, hadiah dan selalu dukung Dyaf ya teman-teman 🙏