Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 10


__ADS_3

Cinta memang sulit untuk ditebak, terkadang seseorang akan melakukan apapun demi bisa memilikinya namun terkadang juga sadar tidak harus memiliki nya.


Sore berganti malam, identik dengan gelap. Seseorang yang duduk di tepi danau dengan lampu yang temaram. Tidak banyak yang berlalu-lalang.


Menangis sesenggukan di bawah pohon itu, terasa sesak yang dia rasakan. Penyesalan hadir, kenapa dia bisa melakukan itu dulu.. melakukan banyak cara untuk mencuri perhatian pria yang dia kagumi.


***


Tiga tahun lalu


Memasuki kelas 2 SMA, sejak itu Xena jatuh cinta pada pandangan pertama. Kagum dengan segala yang ada padanya, dia adalah Dean Wijaya yang terkenal dingin namun banyak perempuan yang menyukai nya.


Sejak pandangan pertama itu, Xena berubah menjadi perempuan yang agresif.. bertolak belakang dengan sebelum nya yang pendiam.


Pagi itu, untuk pertama kalinya Xena mengirim surat kepada Dean. Mendatangi kelasnya dan menyelipkan surat di buku pelajaran Bahasa Indonesia. Untung nya di kelas Dean ada teman Xena, memang tidak terlalu akrab namun bisa diandalkan.


Seminggu setelah menyelipkan surat, tidak ada tanda-tanda balasan dari Dean. Melirik saja pun tidak ketika saat bertemu di kantin atau saat berpapasan.


Meskipun demikian, Xena tidak pernah mundur karena misinya adalah cinta nya harus terbalas.


Bruuk...

__ADS_1


"Aww..." rintih Xena saat bertubrukan dengan Dean hingga dia terjatuh.


"Kalau jalan pakai mata bukan pakai dengkul." Sinis Dean dengan tidak peduli.


"Bukannya nolongin malah marah, kamu juga jalan nggak pakai mata." Balas Xena dengan kekesalan karena Dean tidak peduli.


"Ck, udah deh nggak usah drama. Aku tahu kamu tuh sengaja!?." Jelas Dean dengan kesal. "Nggak ngaruh samaku!!" sambung Dean.


Melihat Dean berlalu begitu saja, perasaan sedih menghinggapi nya. Berdiri sendiri dengan timbulnya perasaan menyesal, kenapa harus melakukan seperti ini. Iya, Xena memang sengaja melakukan itu untuk mendapatkan perhatian darinya.


***


Dua bulan sebelum kelulusan, ini adalah kesalahan yang fatal. Dean begitu murka terhadap nya sehingga Xena begitu ketakutan. Xena tidak pernah melihat Dean semarah itu dengan apapun yang dia lakukan, tetapi dengan kejadian itu kemarahan Dean seakan menggelegar ke setiap ruangan.


"Apa maksudmu dengan menyebarkan kita sudah pacaran?!." Ucap Dean datang mengebrak meja kantin. Seluruh siswa yang ada di kantin kaget dengan suara tinggi dan gebrakan meja.


"Apa kamu pikir ini sebuah lelucon?!! siapa kamu sehingga seenaknya bersikap... hah.!!?" Menatapnya dengan tajam. Terlihat sekali Dean marah karena urat rahang itu begitu jelas.


Melihat kemarahan Dean, semua siswa yang ada di kantin bubar ke kelas mereka masing-masing.


Melihat Xena masih saja dalam mode diam.

__ADS_1


"Jawab!!!" sentak Dean


Xena hanya mampu menutup mulut nya, bahkan matanya kini berkaca-kaca.


Hingga tarikan itu membuat Xena tersentak dan mereka saling pandang.


"Jangan melebihi batas..!!!" geram Dean dengan nada berat namun mengancam. " Aku diam bukan berarti kamu sesuka hati bertindak!. Dengar perempuan tidak tahu diri, aku tidak suka hidup ku diganggu olehmu!!." ucap Dean datar seraya mencengkram kedua sisi wajah Xena.


"An..." lirih Xena dengan mata berkaca-kaca dan kesakitan.


"Jangan sebut namaku dari mulut sialan mu itu!!" teriak Dean depan wajah Xena, dia hanya bisa memejamkan matanya seketika itu. Hingga setetes air mata itu menetes.


"An, a...ku minta maaf... sungguh... ini hanya bercanda." Jawab Xena dengan terbata dan mengumpulkan tenaga serta keberanian nya menghadapi Dean.


"Bercanda... ck" kesal Dean dengan jawaban Xena. Dia menganggap yang dia lakukan ini hanya bercanda. Dean tidak habis pikir apa yang ada di otak Xena, selama ini dia begitu sangat muak dengan tingkah Xena.


Mengganggu nya setiap hari, mengirim surat hingga tidak terhitung, menabrak nya berulang kali, menelpon setiap hari dan banyak lagi.


"Jangan pernah mengganggu hidupku lagi, sialan. Jika kamu masih saja, kamu akan tahu akibatnya." geram Dean sambil melepaskan cengkraman nya dengan kasar. "Aku membenci mu perempuan sialan!!" sambungnya dan berlalu dari hadapan Xena.


Xena hanya berdiam diri sambil menangis, niat hati hanya ingin mendapat perhatian sedikit saja namun bukan perhatian yang dia dapatkan tetapi kemurkaan Dean.

__ADS_1


__ADS_2