Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 7


__ADS_3

"Aku rindu, Pa". Suara lembut dan pernyataan itu membuat hati Sandika Wijaya merasa bahwa dia sangat berarti di hati istri nya itu. Iya, dia adalah Viona Malika istri tercinta Sandika Wijaya yang sudah melahirkan dua anak untuk nya. Dean Wijaya dan putri bungsu mereka Serena Riska Wijaya.


"Sebentar sayang, tidak lama lagi papa pulang. Persiapkan saja dirimu dari sekarang." Goda suaminya itu dengan senyuman nakal.


Viona tahu apa maksud dari perkataan suaminya itu. Entah mengapa tiba-tiba dia sangat merindukan suami nya karena akhir-akhir ini dia sibuk mengurus pengalihan jabatannya kepada anak sulung mereka.


"Aku menunggumu, sayang" balas Viona tak kalah menggoda dengan membuat suara sedikit mendesah.


"Ahh, sayang... jangan goda papa dengan suara seperti itu, kamu membuat aku nggak sabar, ma." ucap Sandika dengan suara yang sedikit tertahan karena sesuatu yang lain terjadi dalam dirinya.


Di sebrang telepon itu tertawa cekikikan karena berhasil membuat suaminya kalah.


"Salah sendiri, papa yang mulai." Tertawa cekikikan dan langsung mengakhiri percakapan mereka. Viona sengaja membuat suaminya itu kalang kabut sendiri.


"aihh, langsung dimatikan lagi. Awas, papa nggak akan memberikan jeda, ma." Seringai penuh maksud dan tidak sabar untuk pulang menemui istrinya tercinta nya.


***

__ADS_1


"A...a...ada apa tuan? ini toilet wanita" Tanya Xena dengan terbata karena ketakutan.


Masih tidak ada jawaban dari Dean membuat Xena mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk.


degh...


Dean masih saja menatapnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ketakutan Xena semakin menjadi sehingga Xena melihat ke arah pintu dan berlari. Namun, Dean dengan cepat menarik tangan Xena membuat jarak diantara mereka sangat dekat. Bahkan pandangan itu terjadi begitu saja.


"Tu..u..an" ucap Xena seraya memundurkan langkahnya dan menunduk. Tetapi, tangan Xena masih dipegang oleh Dean sehingga jarak mereka masih dekat.


"Lepas tuan!" Sedikit memberanikan diri karena Dean tidak juga merespon dan melepaskan tangan nya.


Entah keberanian mana, Xena membalas tatapan itu sama dengan Dean. Padahal tadi dia begitu takut akan tatapan itu.


"Ck.." Dean berdecak dengan meremehkan Xena. Xena sendiri bingung apa maksud dari Dean padanya.


"Tuan!??" ulang Dean seakan tidak suka dengan kata itu dengan memperlihatkan wajah datarnya.

__ADS_1


"Kamu melupakan sesuatu?" Apa kamu pikir aku lupa siapa dirimu, Xena Aulia!?". Sambungnya dengan tatapan tajam.


Seketika keberanian Xena menciut dengan suara tertahan seraya tegas itu.


"Rupanya dia mengingatku." Batin Xena dengan sendu


Xena bingung harus bersikap apa dengan ini. Dia juga nggak habis pikir kenapa Dean seperti ini?. Kebungkaman Xena membuat Dean semakin kesal dan menatap tajam.


"Terus, kamu mau apa?" balas Xena yang berusaha tenang dan bahkan melupakan sopan santun pada Dean yang sudah sah menjadi CEO tempat nya bekerja.


"Kenapa kamu ada di sini?" bukannya menjawab malah mengajukan pertanyaan. "Kamu sengaja bekerja di sini karena tahu aku adalah anak Sandika Wijaya?" Dean tidak memberikan jeda untuk Xena jawab, sembari menghempas tangan Xena bahkan dia menambah pertanyaan kembali yang membuat Xena nggak mengerti dengan pertanyaan terakhirnya itu.


"Apa kamu pikir aku nggak ada kerjaan lain selain yang kamu pertanyakan itu? untuk apa?. Aku bahkan tidak tahu menahu siapa dirimu di perusahaan ini sebelum nya." Jawab Xena tegas dan memang itulah kenyataan nya.


Sekagum dan secinta apapun Xena, dia tidak pernah sejauh itu melakukan mencari tahu tentang Dean. Karena Xena juga berusaha melupakan setelah pertemuan mereka tiga tahun lalu.


"Ck.., aku tidak percaya padamu, mengingat keberanian kamu tiga tahun lalu dan sekarang kamu seolah bersembunyi dibalik ucapanmu!?." Ucap Dean tegas seakan menciptakan permusuhan diantara mereka.

__ADS_1


Tidak tahu kenapa Dean sangat kesal dan marah dan bahkan mengingat kan lagi tentang tiga tahun lalu yang memang sudah jelas selesai menurut Xena.


Dean juga tidak mengerti ada apa dengan nya, dia bahkan melupakan kalimat nya yang tidak enak jika meninggalkan acara yang dibuat oleh papanya saat berbicara dengan kekasihnya.


__ADS_2