Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 20


__ADS_3

Di tempat lain, kedua paruh baya begitu khawatir. Sudah beberapa kali mereka melakukan penggilan telepon namun suara operator yang terdengar.


"Pa, kenapa dengan anak kita.?" Tanya nya kepada suami khawatir.


"Tenang ma, mungkin anak kita sudah tidur. Besok kita hubungi lagi." Jawabnya tenang, meski dia sendiri juga merasa khawatir.


Mereka adalah orang tua Xena. Mereka sangat khawatir karena tidak biasanya Xena demikian. Jika orang tua nya melakukan telepon pasti Xena akan langsung mengangkat nya.


***


Di ruangan yang senyap, terlihat kedua manusia begitu damai dalam tidurnya. Mereka seperti sepasang suami istri. Entah apa pandangan orang lain jika melihat kejadian saat itu.


Xena terbangun di jam dua dini karena panggilan alam, dia ingin ke kamar mandi namun saat ingin bangkit terhalang tangan Dean yang berada di perutnya.


Dengan hati-hati Xena memindahkan tangan Dean agar Dean tidak terganggu.


Xena merasa lega karena akhirnya dia bisa bebas dari tangan Dean. Segera Xena menuju kamar mandi dengan sangat perlahan.


Dia merasa lega setelah berhasil berada di kamar mandi, meskipun bersusah payah.


"Ternyata aku tidak memakai pakaian dalam." Gumamnya lirih.

__ADS_1


Saat buka pintu kamar mandi, dia dikejutkan dengan suara Dean.


"Kenapa tidak bangun kan aku?" Tanya pria itu kesal.


"Aku nggak mau ganggu tidur kamu." Jawab Xena santai sambil berjalan pelan.


Melihat Xena yang kesulitan berjalan, tanpa aba-aba Dean mengendong Xena menuju ranjang. Xena terpekik dan reflek tangan nya bergantung di leher Dean takut jika terjatuh karena dia tiba-tiba saja melakukannya.


Kecanggungan terjadi saat pandangan mata mereka bertemu... begitu dekat.


Xena segera melepaskan rangkulannya dan menundukkan kepala karena Dean tetap menatap nya begit intens.


Perlahan tapi pasti pria itu tiba-tiba saja mencium kening Xena hingga perempuan itu mendongak terkejut, namun hampir saja bibir itu bertemu jika tidak terhalang oleh hidup mancung mereka.


Xena lebih dulu menghentikan tatapan yang membuat jantung nya berdetak lebih kencang. Dia merasa Dean terlihat lebih lembut dari biasanya.


Menunduk adalah cara yang tepat pikir Xena.


"Maaf" ucap Dean lirih dan segera memisahkan diri dari Xena karena melihat perempuan yang di hadapannya menjadi gugup. "Istirahatlah" lanjut Dean


Dean berlalu dari ranjang dan menuju meja kerjanya. Menenangkan degupan jantungnya yang semakin menjadi. Berniat menghilangkan nya dengan mengerjakan sesuatu.

__ADS_1


Xena kembali tidur setelah Dean keluar, dia begitu mengantuk akibat pengaruh obat.


***


Di tempat lain, dua orang yang tidak muda lagi sedang berbincang di kamar mereka. Setelah aktivitas malam selesai, saling berpelukan.


"Pa, apakah Dean benar-benar serius dengan kekasih nya itu.?" Tanya wanita paruh baya itu seraya menggerakkan jarinya di dada sang suami.


"Papa juga tidak tahu, ma. Dean tidak pernah cerita apapun sama papa. Emang Dean tidak ada cerita sama mama?" Jawab sang suami sembari mengajukan pertanyaan.


"Kan papa tau, Dean gimana. Pendiam dan dingin tidak jelas, sama tuh kaya papa dulu.?" Cibirnya.


"Mama mau kalau papa bersikap ramah kepada siapapun termasuk perempuan lain"? Kekeh nya seraya menggoda istrinya.


"Iissh ingat umur, pa." Kesalnya sembari melepaskan pelukan hangat itu.


Dengan cepat sang suami menarik kembali istrinya dalam pelukan, mencium kening istrinya penuh cinta.


"Papa hanya bercanda, Ma. Hati dan jiwa papa tidak bisa berpaling darimu." Ucap Pria itu seraya menggeratkan pelukannya.


Sang istri hanya memberikan senyuman termanis yang selalu dikagumi oleh suaminya.

__ADS_1


Malam itu pun berlalu, tertidur sambil berpelukan.


__ADS_2