Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 15


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian di apartemen Dean, Xena tidak pernah lagi memperlihatkan dirinya dihadapan Dean.


Xena berusaha menghindar dari Dean agar semua terasa baik. Meski Xena tetap menyemangati diri sendiri dengan apa yang terjadi dengannya Minggu lalu.


Bahkan Xena tidak menceritakan kejadian yang terjadi kepada sahabat nya karena Xena merasa kejadian itu tidak pantas untuk diceritakan.


Akan mengundang pikiran lain jika sahabat nya tahu apa yang terjadi.


***


Di apartemen elite nan mewah, dua insan tengah memadu mesra karena dua Minggu tidak bertemu.


Saling memuaskan diri sendiri, mencari kenikmatan diantara nya. Mereka adalah Dean dan Irene yang tengah bertukar saliva di sofa.


Tidak ada yang bisa mengganggu mereka saat ini. Saling menyentuh, bahkan ******* Irene membuat Dean tidak bisa berhenti meski pengganggu itu ada.


Mencium bibir Irene begitu dalam sampai ke leher, bahkan tangan Dean bergerilya menyentuh tubuh kekasihnya tanpa henti.


Keadaan Irene saat ini begitu berantakan, tali dress nya sudah teronggok di pinggang nya. Sehingga Dean begitu puas menjelajahi dan mencium bagian atasnya yang sudah terbuka.


"Arrghh..." Desah Irene saat Dean begitu semangat mengulum bagian atas Irene.


"Sayang, pelan-pelan... ssstt, sakit." Desis Irene ketika Dean menggigit nya.


Ucapan Irene bagaikan angin berlalu, Dean tetap menikmati apa yang dia lakukan.


Hingga akhirnya Dean berhenti setelah puas menjelajahi bagian atas Irene.


Meskipun Dean ingin lebih tetapi dia tidak pernah sampai melakukan suami istri. Baginya, hal itu cukup dan pantas dilakukan ketika sudah menikah.


"Hahh... terima kasih sayang." Ucap Dean saat sudah merasa puas.


"Iya sayang" balas Irene dengan melabuhkan ciuman singkat di bibir kekasih nya.


Meski sama-sama menginginkan, tetapi mereka punya komitmen yang sama, tidak melakukan ke tahap yang belum seharusnya dilakukan.


Irene merapikan penampilan nya di kamar mandi sedangkan Dean memilih menyandarkan tubuhnya di sofa sambil membalas chat sekretaris nya.

__ADS_1


Tidak puas hanya saling bertukar pesan, Dean melakukan panggilan telepon.


"Halo"


" Iya tuan, selama seminggu ini dia tetap masuk kerja. Saya sudah cek daftar kehadiran karyawan dan juga cctv. Dia melakukan pekerjaannya dengan baik.


"Hem"


Panggilan itu selesai begitu saja tanpa menunggu jawaban dari sekretaris nya.


Dean memang sedingin dan sedatar itu.


Dean yang penasaran dengan Xena, karena seminggu setelah kejadian itu dia tidak melihat Xena sama sekali.


Sehingga Dean meminta sekretaris nya untuk menyelidiki apakah Xena masih bekerja di kantor nya atau tidak.


"Lalu, kenapa aku nggak pernah lihat dia, apa dia sengaja menghindar.?!" Monolog Dean dengan geram karena Xena berusaha menghindari nya.


"Awas kamu!" Rahang Dean begitu terlihat karena menahan marah.


"Awas siapa sayang?" tanya Irene saat menghampiri Dean di sofa.


Irene hanya mengangguk saja seraya menyadarkan kepala di dada Dean.


Dengan sigap, Dean menyamankan posisi nya agar sama-sama nyaman sambil membelai rambut pendek Irene.


Sesekali Dean memberikan kecupan di kening Irene. Membuat Irene begitu disayangi dan dicintai.


***


Minggu pagi di kost Xena dan Mitha, mereka sedang bersiap-siap untuk pergi berenang. Sama-sama memiliki hobby yang sama, hingga mereka selalu menjadwalkan kegiatan, seperti hari ini.


Kebahagiaan itu sangat sederhana bagi mereka jika menikmati segala apapun.


Tertawa dan tersenyum menemani perjalanan mereka sampai di tujuan.


Iya, tidak jauh dari tempat tinggal nya, ada kolam renang sederhana dan memang dikhususkan untuk kalangan biasa saja.

__ADS_1


Tidak sabar ingin menceburkan diri, Xena berlari ke kolam saat sudah berganti baju renang. Bahkan Mitha tidak dipedulikan yang masih ruang ganti pakaian.


"Ck.. selalu begitu dan tidak sabaran." Gerutu Mitha saat sadar dia ditinggalkan.


Xena dan Mitha sangat menikmati hari libur nya, tertawa dan berbagi cerita hingga waktu menunjukkan siang.


Lapar mendera mereka karena begitu asik menikmati hobby sehingga tidak sadar waktu.


Setelah keluar area kolam renang, mereka melakukan perjalanan kaki yang tidak jauh menuju penjual bakso.


Makan bakso juga adalah hobby mereka setelah renang..


"Pak, biasa ya!" kompak berdua saat memesan makanan. Keduanya terkikik senyum.


"Siap neng" balas Pak Bejo mengerti karena Xena dan Mitha adalah pelanggan nya.


Saat pesanan mereka tiba, Xena dan Mitha langsung melahap nya dengan tidak sabaran karena sangat lapar.


Mereka menikmati dengan hikmat, bersyukur masih bisa makan dan menikmati kesehatan yang pencipta berikan kepada mereka.


"Tha..." Panggil Xena pelan setelah makanan mereka habis.


Masih di tempat bakso, tiba-tiba keheningan terjadi kala suara Xena yang terdengar sendu.


"Minggu depan setelah gajian, aku resign." Ucapnya pelan sambil memainkan sedotan di gelasnya. "Aku sudah memikirkan ini dengan baik seminggu lalu, bukan karena takut kalau aku tidak bisa melupakannya tetapi memang karena ada hal lain yang belum bisa aku jelaskan kepada mu." Tuturnya


Mitha hanya menghela nafas pelan, memperhatikan Xena begitu dalam. Tampak kesedihan di wajah Xena.


"Jika itu yang terbaik, aku tidak bisa menahan mu, Xen." Balas Mitha setelah beberapa menit terdiam.


Mitha memang tidak suka berbelit, melihat kesedihan di wajah Xena, dia menyerahkan keputusan itu pada Xena sendiri. Jika memang itu yang terbaik bagi sahabat nya.


"Terima kasih, Tha. Kamu sangat mengerti aku." senyum Xena karena Mitha memang sangat mengerti diri nya.


Mitha hanya mengangguk sebagai jawaban.


Xena merasa lega karena sahabat nya tidak banyak bertanya.

__ADS_1


Setelah ini, Xena akan mencari pekerjaan lain dan kalau bisa dia ingin bekerja jauh dari tempat ini. Meninggalkan luka dan harga diri Minggu lalu.


"Tuhan, tolong jangan pertemukan aku dengan nya." Pinta Xena memohon kepada sang pencipta.


__ADS_2