
Menangis tanpa henti dengan mengingat kembali apa yang telah Xena lakukan tiga tahun lalu.
Menekan dada yang begitu sesak seakan berharap mengurangi kesesakan, namun tidak kunjung berhasil.
Enam puluh menit berlalu, tidak ada tanda-tanda air matanya berhenti. Sebelum mengenal cinta, Xena begitu pendiam namun karena cinta dia bahkan lupa siapa diri nya.
***
Tiga tahun lalu...
"An aku mencintaimu." ujar Xena lirih.
Kembali berhadapan dengan Dean setelah kejadian di kantin dua bulan lalu.
Xena memohon kepada Dean untuk bertemu terakhir kalinya sebelum perpisahan terjadi.
"Semua yang kulakukan selama 2 tahun ini memang membuat kamu tidak nyaman... aku hanya ingin dapat perhatian dari kamu sekecil apapun itu." Dean hanya menatapnya dengan diam yang sulit diartikan.
"Maaf" lirih Xena dengan sendu tanpa melihat Dean. Menangis dan menyesal adalah kesedihan terlengkap baginya. Bahkan Xena juga tahu kalau Dean tidak bisa bersahabat dengan cinta.
Entah keberanian mana sehingga Xena berpikir bahwa dia mampu membuat Dean bersahabat dengan cinta nya. Namun, hingga dua tahun ini tidak juga ada hasil dari pemikiran nya.
"Hari ini adalah hari terakhir aku melihatmu.. maaf untuk semua yang aku lakukan. Dan sebenarnya, aku juga sudah tahu kalau kamu tidak bisa bersahabat dengan cinta." Xena diam sejenak memikirkan apa lagi yang harus dia sampaikan dengan tidak menimbulkan kemarahan Dean.
"Tadinya... aku berpikir kalau aku perempuan yang bisa membuat kamu bersahabat dengan cinta.. namun, dalam hal ini aku salah dan terlalu egois.. maaf..." Sambung Xena dengan lirih. Berulang kali kata maaf dia utarakan di setiap kalimat nya berharap mampu mengurangi kekesalan Dean terhadap nya bahkan berharap memaafkan nya.
__ADS_1
Keheningan terjadi di ruang UKS, Dean hanya menatapnya tanpa bicara. Pandangan nya lurus dimana Xena berdiri, entah apa yang ada dipikiran Dean saat ini.
Hingga sepuluh menit berlalu, Dean tetap tidak bersuara membuat Xena bingung melakukan apa. Memberanikan diri menatap Dean namun tiba-tiba Xena menjadi gugup setelah pertemuan mata itu.
Xena tidak mengerti apa artinya tatapan itu.. merasa kikuk.
"Sekali lagi aku minta maaf, An" ucap Xena dengan lembut dan penyesalan. "Aku permisi." sambung Xena berlalu dari ruangan.
Dean masih diam tanpa kata dan tanpa ada pergerakan sama sekali. Suasana hati nya selama dua bulan ini begitu sepi tanpa ada sosok parasit itu.
***
"Apa aku dulu sejahat itu sehingga kamu berbuat seperti ini?." Gumam Xena sesenggukan.
Padahal tiga tahun lalu dia sudah menyelesaikan nya dengan minta maaf, apakah itu tidak cukup bagi Dean?
Jika tidak cukup kenapa tidak ada tindakan Dean saat pertemuan terakhir di ruang UKS?.
Sudah lama berlalu, tangis itu tidak juga mereda.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya lagi dengan derai air mata.
Xena memang sangat cengeng dan sedikit saja terjadi masalah dengan hati dia begitu mudah mengekspresikan nya.
Lama menangis membuat Xena lelah dan tidak tahu sejak kapan mata itu tertutup. Tertidur di bawah pohon dengan cahaya yang temaram.
__ADS_1
***
"Sial...hah" ucap Dean frustasi. "Apa yang aku lakukan?!" sambung nya sendiri sambil menarik rambutnya ke belakang.
Dean tidak mengerti ada apa dengan dirinya. Dia kesal dengan dirinya sendiri dan juga Xena.
Mengingat tiga tahun lalu dengan mudahnya Xena pergi begitu saja.
Dua bulan sebelum perpisahan itu Xena tidak pernah lagi mengganggu nya bahkan Xena berusaha untuk tidak terlihat dihadapan Dean.
Hingga suasana hati Dean menjadi sepi tanpa sosok pengganggu nya. Bahkan saat pertemuan terakhir mereka Dean hanya bisa memandang Xena tanpa berbicara, menikmati sosok Xena yang berbeda seperti biasanya. Menetralkan rindu selama dua bulan terakhir yang hanya bisa di hitung berapa kali berpapasan tanpa sapa.
***
"Ahh, Xena kamu bisa membuat ku gila!!" geram Dean frustasi.
Menyadari bahwa tadi dia mengusir nya, Dean buru-buru mengambil kunci mobil dan mengejar Xena.
Untung nya Dean tidak hilang jejak, dia melihat Xena jalan tanpa arah. Hingga tiga puluh menit berjalan Xena berhenti di tepi danau yang cukup sepi.
Memperhatikan Xena setiba di danau itu bahkan hati Dean kembali teriris melihat punggung itu bergetar karena menangis.
Tidak ingin berlalu dari tempat dimana Xena berada, Dean setia menunggu Xena beranjak dari tempat nya.
Bahkan hampir dua jam lamanya Xena tidak kunjung pergi.
__ADS_1