Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 8


__ADS_3

Pagi yang cerah namun tidak secerah suasana hati Xena, memantapkan diri untuk tetap semangat mengingat sebentar lagi gajian. Dengan kembali mengingat pembayaran uang sekolah adiknya untuk bulan depan.


Tersenyum sendiri karena bersyukur bisa memiliki pikiran yang sedewasa ini, membantu kedua orang tua nya adalah hal yang terindah dan kebahagiaan baginya.


"Apapun yang terjadi hari ini tetap hadapi" Ucap Xena di depan cermin seraya menata penampilan nya.


Puas dengan penampilan yang sederhana itu, Xena keluar dari kost dan memanggil Mitha untuk berangkat kerja.


"Mitha..!" teriak Xena karena sudah tiga kali tidak ada jawaban dari sahabatnya.


tok... tok..tok...


"Kok sepi sih?" gumam Xena dengan pikiran nya sendiri. Tidak biasa nya sahabat nya itu seperti ini.


Takut terjadi apa-apa, Xena membuka handle pintu kost Mitha dan beruntung nya tidak di kunci..


"Kok nggak dikunci?" heran Xena karena Mitha bukan lah seorang yang lalai dalam apapun tidak seperti dirinya.


"Tha, kamu kenapa?" panik Xena karena melihat Mitha meringkuk di tempat tidur. Dengan cepat Xena menghampiri dan memeriksa keadaan Mitha.

__ADS_1


Mengecek kening, ternyata Mitha sedang demam.


"Tha, kita ke rumah sakit.. kamu demam tinggi." Saran Xena deng khawatir.


"Mmhh.. nggak usah Xen, tadi sudah minum obat mungkin bentar lagi mendingan" jawab Mitha lemah. "Udah sana berangkat nanti ketinggalan bus dan telat, hari ini aku udah izin sama Bu Siska kok." Sambung Mitha tanpa membuka mata.


"Kamu yakin?, janji ya kalau ada apa-apa langsung kabari aku!" balas Xena lirih karena tidak tegak meninggalkan sahabat nya.


"Iya ihh... sama pergi. Kamu tenang aja aku kan super kuat." Xena hanya mencebik, bisa-bisanya sahabat nya masih bisa seperti itu.


"Ya sudah aku pamit, jangan lupa kabari loh!" pesan Xena yang hanya dibalas dengan deheman.


***


"Xen, Mitha sakit apa? tumbenan banget si super aktif sakit." tanya Nadia seraya terkekeh teman sekerja mereka.


"Namanya juga manusia Nad, pasti sekuat apapun bisa jatuh sakit. Hmm... dia demam" jawab Xena. Nadia hanya mengangguk dan cekikikan.


Seusai makan, mereka kembali ke tempat masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka.

__ADS_1


Xena yang berjalan ingin mengambil peralatan kebersihan tidak sengaja menabrak seseorang


Bruuk...


"Aww.." rintih Xena kesakitan karena menabrak seseorang dari belakang. "Ahh.. punggung nya keras banget" batin Xena.


Asik memegang keningnya sehingga tidak sadar orang yang Xena tabrak menatap nya dengan tajam.


"Apa kamu tidak memakai matamu dengan baik?!" Sarkas nya. Dia adalah Dean yang sudah menjadi CEO hari pertama nya.


"Maaf tuan" Ucap Xena menunduk karena memang ini salah nya sendiri berjalan sambil membalas chat dari Mitha sehingga tidak melihat Dean berhenti di depan lift.


Berlalu begitu saja dengan raut wajah datarnya, mengabaikan ucapan Xena dan masuk ke lift saat terbuka.


Xena merasa lega karena Dean tidak memperpanjang kejadian barusan. Dengan langkah yang buru-buru Xena harus segera melakukan pekerjaan nya, takut Bu Siska yang super cerewet itu marah.


***


"Xena, hari ini kamu lembur. Tolong bersihkan ruangan Pak Dean karena Mila sedang sakit!." Perintah Bu Siska yang tidak suka bantahan.

__ADS_1


"Baik Bu" Xena hanya bisa pasrah dan membuang nafas berkali-kali saat Bu Siska berlalu.


"Tuhan, tolong jangan pertemukan aku dengan nya." Mohon Xena pada sang pencipta nya. Padahal kalimat itu adalah salah satu harapan nya sejak tiga tahun lalu. Tetapi sekarang, harapan itu datang saat semua tidak baik-baik saja.


__ADS_2