Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 6


__ADS_3

Suasana pagi di perusahaan tempat Xena bekerja, seluruh karyawan dan staf tidak melakukan apapun selain menyambut putra penerus Sandika Wijaya untuk menjadi CEO di perusahaan tersebut.


Semua hanya menikmati hidangan dan perayaan yang diadakan oleh Sandika Wijaya.


Namun, tidak dengan Xena, suasana begitu mencekam baginya. Bagaimana tidak, dia harus satu ruangan dengan Dean dan beberapa kali saling tertangkap pandangan diantara mereka meskipun bukan hanya mereka berdua di tempat itu.


"Terima kasih untuk kerjasama selama ini. Saya berharap kalian tetap saling bekerja sama meskipun saya menggantikan putra saya sebagai CEO kalian." Ucap Sandika Wijaya membuka acara penyambutan itu.


Seluruh karyawan dan staf mendengar dengan seksama dan menampilkan senyuman kepada atasan mereka itu yang sangat mementingkan kesejahteraan bawahan nya.


"Cheerssh..." Ucap seluruh yang ada di ruangan itu. Tanda bahwa mereka siap menerima dan bekerjasama dengan CEO baru mereka.


"Terima kasih, mohon kerjasamanya". Ucap Dean dengan tegas seraya tersenyum. Mereka hanya mengangguk dan bertepuk tangan.


degh...

__ADS_1


Entah siapa yang memulai, tiba-tiba mata yang berbeda itu saling pandang. Cukup lama, sehingga Xena dengan cepat mengalihkan pandangan nya terlebih dulu.


Berusaha menetralkan degupan jantungnya.


"Kenapa tatapan itu menyeramkan?". Batin Xena bergidik takut.


Bahkan tatapan itu tak berpaling saat Xena kembali menoleh ke arah Dean.


Degh...


"Hei, kenapa Xen?" tanya Mitha kaget karena tiba-tiba Xena memegang tangan nya. Secepat kilat Xena menoleh pada sahabat nya itu, saling pandang cukup lama dan tangan Xena yang berasa dingin cukup membuat Mitha mengerti apa yang terjadi dengan sahabatnya itu.


Meskipun jarak diantara mereka terbilang cukup jauh karena dibatasi oleh karyawan dan staf lainnya tetap saja Xena merasa mereka sangat dekat. Apalagi dengan tatapan yang barusan saja terjadi membuat nya ingin cepat-cepat keluar dari ruang itu.


"Aku ke toilet sebentar". Pamit Xena agar temannya itu tidak mencarinya jika tidak melihat Xena di ruangan itu. Hanya di balas anggukan kecil karena Mitha begitu asik cerita dengan teman nya yang lain.

__ADS_1


***


"Selamat ya, sayang." Ucap Irene memberikan selamat kepada Dean lewat telepon. Suara lembut Irene membuat Dean semakin rindu dengan kekasih nya itu.


"Terima kasih, Rene" balas Dean dengan tersenyum meskipun Irene tidak melihat ekspresi kekasih nya itu.


"Oke, sudah dulu ya, nanti kita sambung lagi. Aku nggak enak ninggalin acaranya." Pamit Dean karena memang tidak enak meninggalkan acara itu yang dibuat oleh papanya untuk menyambut nya.


"Mmhh..., baiklah selamat bersenang-senang." Ucap Irene mengakhiri percakapan mereka.


Saat akan kembali ke acara itu, Dean melihat Xena keluar menuju toilet. Entah ada apa dengan Dean sehingga dia mengikuti Xena.


"Tu...an" kaget Xena melihat Dean ada di belakangnya saat memasuki toilet. Xena berpikir sejak kapan Dean mengikuti nya. Untung nya toilet wanita itu sepi.


Dean hanya diam saja namun langkah kakinya membuat Xena memundurkan langkahnya. Bahkan Xena tidak tahu sejak kapan pintu toilet itu sudah terkunci karena keterkejutan Xena melihat Dean depan matanya.

__ADS_1


Tatapan Dean membuat Xena semakin ketakutan, sehingga Xena menundukkan pandangan nya karena tidak berani melihat tatapan itu.


Padahal sedari dulu, ini adalah salah satu permintaan Xena kepada sang pencipta nya agar Dean bisa menatap nya. Namun, melihat tatapan Dean yang menakutkan itu membuat nya menyesal akan harapannya.


__ADS_2