Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 17


__ADS_3

Lima belas menit berlalu. Xena sudah bisa mengendalikan dirinya. Dengan lihai dia mengerjakan pekerjaan nya. Hingga dia melupakan sang bos berada di tempat itu.


Klik


Mendengar ada suara pintu di kunci, Xena langsung menoleh. Perasaan tidak nyaman kini menghantui pikiran nya.


Ternyata Dean menutup dan mengunci pintu tersebut dengan remote control.


Tatapan mereka bertemu, Xena tidak bisa mengartikan tatapan Dean.


"Tuan, kenapa pintu nya di kunci.?" Tanya Xena dengan nada terbata.


Hanya senyum seringai yang Xena dapatkan dari Dean. Dia hanya diam dan tidak menjawab apapun sejak Xena berada di tempat itu.


Dean berjalan perlahan ke arah Xena dengan pandangan yang tidak terbaca. Sedangkan Xena memundurkan langkahnya sehingga Xena terpekik jatuh ke sofa.


Xena menundukkan kepala karena dia tidak ingin melihat Dean. Dean yang sudah berada di hadapannya membuat Xena resah dan gelisah.


"Tuhan, apa lagi ini.?" Batin nya ketakutan.


Dean yang hanya diam saja dihadapannya membuat Xena mendongak menatap Dean.


"Tuan" lirih nya bergetar


Tetap tidak ada suara dari Dean. Xena berusaha bangkit berniat melanjutkan pekerjaan nya.


Namun belum juga berdiri dengan tegak, Dean sudah mendorong Xena hingga kembali terduduk.


Dean mengunci Xena dengan kedua tangannya di kepala sofa. Hingga jarak diantara mereka sangat dekat.


Merasa takut, Xena mendorong Dean dengan sekuat tenaga yang dia miliki. Beruntung nya dia berhasil sehingga Dean terjungkal ke lantai.


Tidak membuang waktu, Xena berlari ke arah pintu dan membukanya. Namun, pintu tersebut tidak bisa dibuka.


Xena sekuat tenaga membuka dan menggedor pintu bahkan berteriak sekeras mungkin, berharap ada yang membantunya.


"Heii... berani sekali kamu mendorong ku.?!" Ucapnya geram sambil menarik rambut Xena.


"ah, sakit tuan. Tolong lepaskan." Jerit Xena saat rambut nya tidak juga di lepaskan. Bahkan Dean menarik Xena ke sofa tanpa melepaskan rambut Xena.

__ADS_1


"Apa, kamu bilang lepaskan.!? setelah apa yang kamu lakukan terhadap ku.!?" Marah Dean tidak terima.


"Apa kamu lupa, saat dulu mendekati ku.. Hem? Kamu melakukan sesuka hatimu, sekarang kamu jual mahal. bukan kah ini yang kamu inginkan, di sentuh olehku.. ck.!" bisiknya geram.


"Yang dulu sudah selesai, kita sudah menyelesaikan nya bukan? ku mohon, aku ingin pulang." Tangis nya memohon.


"Kamu bilang selesai?" Tawa Dean menggema. "Semua belum selesai sebelum kamu merasakan apa yang aku rasakan.!!"


"Tidak Dean, ku mohon maafkan aku." Pintanya dengan menangis keras.


Seakan tuli, Dean mencium leher Xena. Xena hanya mampu menangis dan menggoyangkan tubuhnya agar Dean berhenti.


Namun, Dean juga tidak kalah. Dia membalikkan Xena dan mendorong Xena telentang di sofa.


Gelengan kepala dan tangisan Xena tidak membuat Dean merasa iba. Dia melakukan sesuatu hatinya, mencium bibir Xena dengan rakus. Menyentuh tubuh nya bahkan di bagian atas dan bawah Xena.


Kembali lagi terulang, harga diri nya yang tidak berarti dengan orang yang sama.


Menangis tanpa henti sambil memohon untuk berhenti. Tetapi Dean tidak menggubris sama sekali.


Kini Xena hanya memakai pakaian dalaman saja, baju dan celana sudah terlepas dari tubuhnya.


"Dean, ku mohon hentikan.!!" Teriak Xena dengan derai air mata yang tidak dapat diartikan bagaimana kondisinya saat ini.


Xena berlari saat lepas dari Dean. Berusaha menghindar dari Dean.


Dean yang diperlakukan demikian semakin marah dan mengejar Xena.


"Dean tolong sadar, tolong hentikan.!"


"Kamu mengganggu kesenangan ku.!" Marah Dean dan berusaha menggapai Xena. Beruntung nya Xena sigap untuk menghindar.


Xena melempari apa saja yang ada di dekat nya. Tidak peduli jika Dean akan terluka.


Yang ada di pikiran nya saat ini adalah lari dari Dean.


Xena berlari ke meja untuk mendapatkan remote control itu karena hanya alat tersebut yang dapat membuka pintu ruangan.


Dean teralihkan karena merasa kesakitan akibat lemparan Xena.

__ADS_1


Tidak membuang waktu, Xena menekan tombol itu agar pintu terbuka. Dia berlari saat pintu itu terbuka.


Dean yang melihat Xena berhasil keluar, membuat nya panik. Dia mengejar Xena dengan cepat.


"Xena tunggu!!" panggil nya namun Xena tetap berlari dengan tenaga yang dia punya.


"Jangan keluar dengan keadaan seperti itu, Xena.!" Teriaknya keras yang membuat Xena terhenti.


Xena melihat keadaan nya saat ini, sekarang dia hanya memakai pakaian dalaman saja.


Xena hanya menangis dengan keadaan nya sekarang ini. Dia menoleh dimana Dean berada.


Menatap Dean dengan sendu dan air mata.


"Jangan mendekat Dean.!" Perintah nya saat Dean melangkah ke arah nya.


Dean yang mendengar itu semakin frustasi, melihat sekeliling nya karena takut jika ada karyawan yang melihat Xena dengan keadaan saat ini, apa lagi jika karyawan itu adalah pria.


"Xena" panggil Dean sambil berjalan perlahan.


"Diam di sana Dean atau aku akan tetap pergi.!" Ancam Xena. Xena tidak peduli jika ada yang melihat nya di luar sana dengan seperti ini.


Apalagi yang harus disembunyikan jika tidak ada lagi harga diri nya. Tangis Xena tidak kunjung berhenti, rasa sesak di dadanya semakin menyiksa mengingat dia sudah kotor.


Tubuhnya sudah dijamah bahkan ini yang kedua kali.


Xena melangkah pelan ingin pergi dari tempat itu, tidak ada gunanya lagi meskipun dia hanya memakai pakaian dalaman saja.


Pikirannya kosong. Merasa Tuhan tidak berpihak kepadanya. Berjalan di lorong sepi itu, tidak mendengarkan Dean yang berteriak memanggil namanya.


Xena harus berpegang pada tembok saat pusing itu mendera dirinya. Bahkan Xena hampir saja terjatuh, dengan sigap Dean menahan tubuh itu.


"Kamu jahat, An." Berontak nya saat Dean memegang tubuh nya.


Menangis terisak hingga akhirnya Xena pingsan.


"Xena, bangun Xen" dengan panik Dean menggendong Xena kembali ke ruangannya


Membaringkan Xena di kamar yang berada dalam ruangan nya.

__ADS_1


Menatap wajah Xena seksama, timbul rasa kasihan. Dean tidak mengerti mengapa dia begitu tega melakukannya dengan Xena.


Entah ada apa dengan hati nya saat ini. Dia seakan seperti manusia bodoh, tidak bisa menjabarkan perasaan hatinya dengan Xena.


__ADS_2