Bersahabat lah dengan cinta

Bersahabat lah dengan cinta
BAB 4


__ADS_3

"Sayang". Seorang gadis menghampiri Dean dengan wajah yang bahagia. Dean dengan cepat berdiri dan mencari arah suara yang terdengar tulus itu.


Senyuman gadis itupun disambut oleh Dean dengan penuh cinta. Cinta? apakah Dean sudah bersahabat dengan cinta? Seorang pria dingin dan datar bisa jatuh cinta?


Keliru kah Xena selama ini tentang Dean, yang ternyata bisa memiliki kekasih?. Akan semakin banyak perjuangan Xena untuk melupakan Pria itu nantinya, seorang Dean yang nyata nya sangat bersahabat dengan cinta.


"Kamu sudah lama datang?". Tanya gadis seraya melepaskan pelukan hangat itu dan tidak lupa dengan senyuman yang mampu memporak porandakan hati pria lain.


"Baru saja. Aku sudah pesan makanan kesukaan kamu". Jawab Dean seraya mempersilahkan kekasih nya duduk.


Gadis yang mampu membuat Dean lebih baik dari sebelumnya. Pertemuan mereka yang tidak sengaja di perpustakaan favorit para pencinta ilmu kala itu. Irene Kharisma adalah gadis yang mampu membuat Dean Wijaya berlabuhkan cinta untuknya. Pertemuan singkat kala di perpustakaan itu membuat Dean merasa ada yang lain dari dirinya, pandangan pertama.. itulah yang Dean rasakan kala pertemuan mereka terjadi saat sama-sama memilih buku yang sama sehingga tatapan itu menjadi bergejolak diantara mereka.


Ini adalah tahun kedua mereka bersama setelah pertemuan dua tahun lalu.

__ADS_1


"Terima kasih, sayang. Aku mencintaimu". Senyum sang kekasih yang tidak pernah pudar. Dean membalas anggukan kecil sembari tersenyum.


"Aku lebih mencintaimu".


Seakan tidak peduli dengan orang di sekitar mereka, Dean dan Irene memperlihatkan kemesraan mereka. Mungkin para pengunjung restoran ternama itu pasti merasa cemburu dan ingin memiliki kekasih seperti sejoli itu.


***


Mitha sangat kesal karena ditinggalkan oleh sahabat nya, berlari mengikuti Xena dengan tergesa.


"Hehe, iya deh maaf Tha, nggak maksud kok. Niat aku tadi baik supaya kita tidak ketinggalan bus". Jawab Xena dengan cekikikan.


"Iya, tapi nggak gitu juga kali". Kesal Mitha dan menggerutu sampai di kost . Xena hanya menggeleng kepala melihat sikap sahabat nya itu. Meskipun sikapnya terkadang lain, tapi yang Xena ketahui Mitha adalah sahabat yang terbaik dalam hidupnya. Mungkin jika tidak ada Mitha dalam hidupnya entah seperti apa dia sekarang karena hidup merantau sendiri.

__ADS_1


Mitha bukan hanya sahabat dalam hidup Xena melainkan keluarga juga. Dua tahun bersama mereka sudah akrab saling mengerti satu sama lain. Sekaligus tempat menceritakan kisah seru seda dalam hidupnya.


***


Malam sunyi ditemani cahaya-cahaya yang terlihat kecil dari balkon apartemen Dean. Berdiri sambil memegang kopi dengan pandangan yang tidak tertuju. Sesekali helaian nafas dia lakukan untuk membuat pikiran nya tenang.


Pikiran nya menerawang dengan kejadian di kantor tadi sore. Xena Aulia, menjadi topik dengan ketidak tenangan Dean Wijaya malam itu.


"Dia bekerja di perusahaan papa!?". Gumam Dean yang masih bisa di dengar meskipun seseorang ada di balkon itu. Dean tidak menyangka akan bertemu dengan Xena hari ini. Dean tahu, jika Xena menyukai dirinya sewaktu di bangku SMA karena pernah beberapa kali Xena mengirim surat tanpa nama dan beberapa kali mencoba mencari perhatian nya.


Tetapi Dean mengeraskan dirinya untuk tidak memperdulikan apa yang dilakukan Xena. Bahkan menciptakan kalimat tidak bisa bersahabat dengan cinta agar Xena mendengar isu dari teman yang lain.


Bersikap cuek, dingin, dan datar adalah andalan Dean untuk meruntuhkan rasa di hati Xena untuknya.

__ADS_1


"Xena Aulia, apa kabar?". Tanya nya seorang diri. Entah apa maksud pertanyaan nya itu. Apakah Dean rindu? atau ada hal yang lain mengganggu pikirannya saat mengingat pertemuan mereka terakhir kalinya tiga tahun lalu?


"Xena..." lirih Dean mengenang kejadian beberapa tahun lalu.


__ADS_2