BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 10


__ADS_3

Happy reading.




Didalam mobil hanya ada keheningan,Kara menutup rapat mulut nya,ia gugup sekali sesekali Kara melirik pak Jensen.


Ya tuhan dia benar benar tampan,puji Kara dalam hati.


"Tidak usah memandang saya,saya tau saya ganteng" Ucap Jensen percaya diri.


Ternyata dia tau saya memuji nya,tapi dia terlalu kepedean,gumam Kara.


"Saya gak ngeliatin bapak,bapak terlalu kepedean." Sanggah Kara mematahkan kepercayaan diri seorang Jensen.


"Itu bukan kepedean,itu fakta Caramel."


"Ya-ya ya terserah bapak."


"Jadi kamu mengakui saya ganteng." Pancing jensen.


"Iya" Jawab Kara sambil melamun.


Tunggu!!! di liriknya kembali pak Jensen dia tersenyum,ada apa dengan pria ini,Kara mengingat ingat kembali jawaban nya barusan astaga.


Apa yang ia jawab barusan,apa Kara mengakui dia tampan.


"Eh-eh maksud saya tidak pak." Dibenarkan Kara kembali jawaban nya,malunya.


"Haha,kamu ini aneh bilang ganteng juga tidak apa apa,gak rugi."


pak Jensen tertawa,tumben sekali.


Setelah sekitar 30 menit akhirnya sampai juga dirumah,dan jangan lupa kan pak Kensen setelah menertawakan Caramel yang diam diam mengaguminya dia mendadak diam seperti patung,entah apa yan dia pikirkan,saat sudah sampai amdi rumah kara melirik pak Jensen dan dia juga melihat kearah Kara.


Deg deg

__ADS_1


Mata hazel mikik Jensen yang coklat itu menatap dengan teduh kearah Kara,ah Kara terbuai.


Sesaat Kara terpaku pada mata yang ia tatap,mereka berdua saling menatap satu sama lain,setelah seperkian detik Jensen bedehem menyadarkan Kara dari keterpakuan sesaat itu.


"Emm sudah sampai Caramel" Ucapnya.


"Oh iya pak,terima kasih pak" Jawab Kara membalas.


Disaat Kara akan menbuka seatbelt nya ternyata susah sekali,apakah seatbelt ini tak mengizinkan nya berpisah dari pak Jensen.


"Ada apa Kara" Tanya pak Jensen.


"Em ini pak seatbelt nya susah dibuka?"


"Oh coba saya bantu,maaf ya." Ucapnya meminta izin .


"Iya pak"


Kara melihat pak Jensen mendekat,ia dekat sekali dengannya,didepan mata nya dapat ia lihat muka sang dosen yang mulus itu,serta tak lupa alis tebalnya,dan astaga dia harum sekali rupanya,wangi maskulin dari Jensen menyeruak kedalam rongga hidung Kara membuat dada nya bergemuruh dan detak jantung nya seakan maraton.


"Sudah selesai" Ucap Jensen menoleh kearah Kara.


Mereka berdua saling menatap,Kara terpaku pada tatapan mata Jensen hembusan nafas kedua nya terasa sekali sangat hangat,rasa nya hanya satu senti jarak wajah mereka berdua,Kara melihat pak jensen semakin mendekatkan wajahnya


Ya tuhan apa yang Jensen ingin lakukan,Kara repleks memejamkan matanya takut apa yang akan terjadi satu detik kedepan nya.


"Caramel,sabuk pengamannya sudah terbuka." Pak Jensen menyadarkan Caramel.


Hah!!,aduh Caramel apa yang kamu pikirkan gak mungkin dong pak Jensen mau cium kamu,ada ada aja, gumam Kara.


"Ma,makasih pak."


Gugup yang Kara rasakan tak dapat ia sembunyikan,lagi lagi ia terjebak dalam hayalan.


JENSEN POV


Disaat aku akan pulang ,kulihat murid baru bernama Caramel sedang kesusahan,,apa mobilnya mogok pikir ku dalam hati.

__ADS_1


Aku sebenarnya ingin langsung pulang,tapi kata hati menuntunku untuk membantu nya


ku bergegas masuk kedalam mobil dan mengarahkan mobil menuju Caramel.


Ku berani kan diri untuk menyapa nya.


dan benar mobilnya mogok.entahlah aku seperti sangat bahagia mendengar mobilnya mogok apa karena aku ingin dia pulang bersamaku dan mengenal nya kulihat dia hanya diam memandang luar kaca,kulirik sesekali dia,dia sangat cantik.


Setelah beberapa menit akhirnya sampai dirumahnya,di perkompelkan ternyata,dari nama komplek nya saja aku sudah tau jika dia anak orang kaya. Tapi jika melihat penampilannya yang sederhana seakan dia orang biasa,menambah kesan dimataku.


Kulihat dia kesusahan membuka seatbelt


ku beranikan untuk bertanya padanya.


"Ada apa Kara." Tanya ku padanya.


"Em ini pak seatbelt nya susah dibuka."


Sudah ku duga.


"Oh coba saya bantu,maaf ya." Ucapku meminta izin nya.


"Iya pak"


Ku mendekat untuk membantu nya,entahlah aku terpaku dan hatiku serasa maraton,aku gugup sekali takut dia mendengarnya,ada apa denganku,apa aku tertarik pada gadis ini.


Saat sudah selesai ku menoleh melihatnya tuk mengatakan sudah selesai,tapi apa dia malah terdiam.


Deg deg


Aku terpaku,terpaaan hangat dari hembusan napasnya terasa menerpa wajahku,ya tuhan cantik sekali.


Dan tatapanku beralih pada bibirnya,bibir seksi yang memerah itu.


Ingin sekali aku merasakannya,melu**tnya dengan brutal,mengapa ia benar benar menggoda,ahh tahan tahan jensen.


Salam hangat dari author.

__ADS_1


Like dan koment yang banyak reader dan jangan lupa jadi kan novel ini novel favorit kalian:)


__ADS_2