
HAPPY READING.
•
•
Jensen terseyum-senyum sendiri di ruangannya,mengingat kejadian beberapa menit yang lalu dengan Caramel.
Jensen tidak sama sekali percaya apa yang ada dalam pikirannya saat itu,hanya mendengar Kara mendapatkan surat dari laki - laki saja sudah membuatnya meruntuhkan pertahannya.
Jensen masih ingat sekali saat ia memeluk Caramel,dan lebih parah nya Jensen mencium Caramel dan itu ternyata first dari Kara. Ah bahagianya Jensen.
Dan sekarang Jensen dan Kara resmi pacaran.
"Aku bisa gila kalo gini,aku bisa gila hanya karena kamu Caramel!" Teriak Jensen gemas.
-------------
Di sisi lain.
Caramel sudah memasukki kelas nya dengan semburat merah di pipinya,ketika hendak duduk Kara di tarik oleh Ninda yang penasaran dengan tingkah sahabatnya itu.
"Ra dari mana sih lo?" Ninda menyelidiki.
"Kan udah gue bilang,ada urusan Ninda."
"Oh ada urusan,tapi kok urusannya di ruangannya pak Jensen ya."Oh shitttt Ninda tau.
Caramel tentu saja terkejut,bukan kah dia sudah lari sekencang mungkin agar tidak ketauan.
"E-engak tuh!,aku cuma itu loh nin.."
Duh Caramel gugup.
"Itu apa Caramel,lu gak usah bohong,gue sama Yura sampai nunggu lu keluar tau gak!,tapi lu nya lama banget trus kayak bunyi orang teriak marah juga dari ruangannya pak Jensen."
"Itu karena gue ngejatohin buku,iya buku." Caramel mencoba meyakinkan Ninda.
Tapi sepertinya Ninda tak percaya,dari ekspresi Kara saja sudah tak meyakinkan,bagaimana Ninda bisa percaya.
"Oh ya???."
Percaya atau tatapan intimidasi yang di pasang Ninda membuat caramel keringat dingin.
"Iya,iya gue jujur,kalah gue sama tatapan intimidasi lo itu." Caramel menyerah.
"Harus dong,yaudah kalo gitu cerita dong?."
"Iya ninda,tapi nanti ya,sekarang kan harus belajar,tuh dosennya udah datang." Tunjuk Caramel kearah pintu.
"Selamat lu ya kali ini,tapi gue sama Yura nunggu penjelasan lu."
__ADS_1
Huh nyeremin banget si Ninda gue jadi takut,gue harus mikirin alasanni,tapi apa ya.
gumam Kara sembari berpikir.
tak berselang lama pelajaran di mulai kembali,dengan keheningan seperti biasa.
Setelah pelajaran selesai dan waktu nya pulang,Kara sudah membereskan bukunya dan memasukkannya ke dalam tas.
Caramel melirik tempat duduk Ninda,dan ternyata kosong.
Dimana Ninda biasanya dia nunggu Kara.
Caramel tak terlalu menghiraukan Ninda,mungkin Ninda sudah pulang pikirnya.
Saat hendak keluar kelas,Ninda dan Yura ternyata sudah menunggu Caramel di luar.
"Astaga!!,lu berdua mau bikin gue jantungan" Ucap Caramel kesal.
"Yah lu!,biasa dong kayak ngeliat hantu aja lu" Timpal Yura.
"Iya nih." Rese Ninda.
"Yaudah yuk pulang." Ajak Caramel.
"Eittss tunggu dulu!,lu kan hutang penjelasan ke kita,jagan sok lupa ya."
"Eh iya-ya,duh kalian berdua kok inget sih,gue kira lupa." Kara terkekeh.
"Jadi dari mana lo tadi,bohong sama sahabat dosa lu Ra." Yura memperingati Kara.
"Apa!!" Jawab serempak Ninda dan Yura.
"Beneran lu Ra,kagak bohongkan lu,kok bisa ra??"
Pertanyaan beruntun dari Ninda membuat Kara pusing,sedangkan Yura hanya diam dengan keterkejutannya.
"Satu-satu napa sih Nin nanya nya,bingung gue mau jawab nya."
"Yah tinggal jawab dong Ra,,gue bener-bener gak percaya Ra,nih ya pak Jensen tu gak pernah terdengar kabar deket sama cewek,dan lu diajak makan bareng,diruangannya,gila sih ini Ra!."
"Nah ini belum gue ceritain semua,lu berdua udah terkejut apalagi gue ceritain yang terjadi selanjutnya."
"Wah- wah ini serius kayaknya,kita duduk lagi aja,lu harus jelasin semuanya Kara."
Ajak yura yang sudah sadar dari keterkejutannya.
Mereka bertiga memilih untuk duduk di taman yang lebih sepi mengingat dikampus masih banyak mahasiswi yang belum pulang.
"Gue bakalan lanjut cerita,tapi janji dulu jaga rahasia." Ucap Kara mengajukan jari kelingkingnya ke arah Yura dan Ninda.
"Janji" Jawab serempak mereka berdua.
__ADS_1
"Jadi,kemarin malem tuh Jensen dateng kerumah sama orang tuanya,gue kira kan siapa yang dateng,eh ternyata si pak Jensen,dan yang lebih parah nya gue dan Jensen itu mau dijodohin sama orang tua kita,gue sih awal nya gak setuju,tapi karena mama tuh bahagia banget yaudah gue terima,tapi kita belum mau nikah,kita mau mengenal terlebih dahulu.."
"Lo nikah sama pak Jensen Ra gila parah!"
"Isstt Ninda diem dulu,dengerin sampai selesai baru koment,kebiasaan deh." Kesal Yura dan Kara.
"Iya gue minta maaf,terus Ra?."
"Nah abis itu,kita sepakat kan buat mengenal satu sama lain terlebih dahulu,tiba tiba tadi siang gue di telfon sama pak Jensen,dia nyuruh gue makan siang bareng keruangannya,selesai makan siang siang nih,gue gak sengaja ngejatohin surat dari cowok-cowok yang lu berdua kasih,dan gue gak tau kenapa tiba-tiba tuh dia marah,katanya gue gak boleh baca tuh surat,gue balik marah juga dong,dan belum selesai gue bilang kalo kita tuh gak punya hubungan apa- apa dia langsung.."
Cara seakan tak mampu melanjutkan kata selanjutnya yang dia akan ucapkan,Kara hanya bisa tersenyum dan memancarkan semburat merah di mukanya.
"Tunggu-tunggu jangan bilang kalian CIUMAN??" Tebak Ninda dan Yura.
Caramel hanya menganggukan kepala sebagai jawaban persetujuan diiringi senyuman malunya.
"Whattt!!!!gilaa!!."
"Bener-bener parah"
"Astaga caramel!,lu,gue gak mampu bilang apa-apa lagi sih,pak dosen yang galak itu lu bisa taklukin." Ucap Ninda.
"Gue juga kaget Nin,Yura,tapi sekarang malahan kita pacaran."
Belum hilang keterkejutan Ninda dan Yura atas apa yang diucap Caramel,sekarang dengan gampangnya Caramel bilang kalau dia dan pak Jensen sudah pacaran.
Ninda dan Yura hanya saling memandang tak tau lagi harus berkomentar apa pada Caramel sahabat mereka.
Ketika hendak menjawab apa yang dikatakan Caramel pada mereka,datang lah satpam kampus.
"Maaf non Caramel,saya disuruh pak Jensen bilang sama non kalau beliau nunggu non untuk pulang bareng." Lapor pak satpam.
"Pulang bareng?,kata pak jensen?" Tanya ulang Kara memastikan.
"Iya non pak Jensen,dia nunggu non diparkiran."
"Oh makasih ya pak,sebentar lagi saya kesana."
Setelah kepergian satpam kampus,Caramel menatap kedua sahabat nya meminta persetujuan.
"Yah kita bisa apa,lu hati-hati dijalan ya." Setuju Ninda dan Yura.
"Beneran,lu berdua gak marah gue gak nyelesain cerita."
"Iya Caramel,udah pulang sana udah ditungguin sama cami lo."
"Cami" Caramel bingung.
"Calon suami Kara" Yura menjawab.
"Hahaha kalian bisa aja,yaudah gue pulang ya,dahh" Pamit Kara.
__ADS_1
"Dahhhh."
SALAM HANGAT DARI AUTHOR.