
Happy reading
β’
β’
πππ±ππ₯ππ―π¦ πͺπ²π©ππ¦ πͺπ’π«π€π₯π¦π©ππ«π€, π‘ππ« ππ’π―π€ππ«π±π¦ π€π’π©πππ«πΆπ πͺππ©ππͺ ππ’π―π±πππ²π― ππ¦π«π±ππ«π€ πΆππ«π€ ππ’π―π¨π’π©ππ π¨π’π©π¦π π‘π¦ π©ππ«π€π¦π± π±π¦π«π€π€π¦.
Rasa kantuk dan lelah tak bisa membohongi diri Kara,Kara merebahkan diri ke kasur empuk setelah berpamitan dengan mama dan papa untuk tidur ia bergegas kekamar dan menguci pintu.
"Hemm nyaman" Tak butuh waktu lama kara telelap dalam mimpi indah nya.
Semoga aku bermimpi pangeran tampan
gumam kara sebelum memejamkan mata.
05:00
Kring kring kring kring
Alarm yang memecahkan gendang telinga kara seakan menyuruh nya untuk segera bagun dari alam mimpi,yang entah indah atau kah buruk itu.
Kara perlahan membuka kelopak mata nya,di liriknya alarm yang menunjukkan waktu saat ini, dan segera mematikanka nya.Belum ada sinar cahaya yang merambah di dalam kamar,ini masih gelap,Kara bergegas bagun menuju kamar mandi.
Entahlah rasanya kara tidak ingin terlambat lagi dan mengecewakan dosen tampan
sejak kapan dia jadi memikirkan perasaannya,semoga ia tak menyukai si dosen itu.
Hari ini Kara ingin membuktikan pada dosen galak bahwa ia akan menepati janji tak akan telat lagi.
Setelah semua siap Kara turun kebawah,di taruh nya tas nya diatas meja makan,dan dia lihat sudah ada mama dan bi inah yang sedang memasak,pak Joko juga sedang mengelap mobil.
ternyata mereka sudah siap,gumam Kara.
"Pagi ma,pagi bi inah" Sapa Kara hangat.
"Pagi non" Bi Inah menjawab.
__ADS_1
"Pagi juga sayangnya mama,tumbenni dah mandi udah wangi udah siap,biasanya masih bau orok?" Gurau mama Rania.
"Kara mau bangun pagi pagi terus mulai sekarang mah,Kara gak mau telat,ntar dihukum lagi."
"Ciee ciee yang takut sama dosen galak."
"Mama apaan sih,siapa juga yang takut sama dosen itu!" Elak Kara pada mama.
"Memang namanya dosen galak sayang?"
"Bukan ma,namanya Jensen."
"Oh Jensen,kayak pernah dengar ya namanya,mama kayak pamiliar gitu nak sama namanya Jensen."
"Ya mungkin aja mah,tapi yang namanya Jensen kan banyak ma."
"Iya ya"
"Tapi dipikir pikir namanya cocok sama kamu sayang,Jensen dan Caramel,jodoh kali ya."
"Mama ada ada aja deh."
"Eh papa ,selamat pagi papanya Caramel."
"Selamat pagi juga Caramel nya papa."
"Yaudah ayo sarapan dulu pah,Kara, ayo." Ajak mama.
"Emm!,pah Caramel caramel boleh gak bawa mobil sendiri kekampus?"
"Boleh boleh aja,tumben kenapa?"
"Gak apa apa sih pah,tapi Caramel pengen aja."
"Yaudah ntar papa bilang sama pak Joko biar pak Joko jadi supir papa hari ini."
"Makasih papa ku"
__ADS_1
papa tersenyum dengan Kara.
"Kalau udah diizinin papa naik mobil sendiri,harus menuhin juga dong keinginan mama sama papa!" Celetuk mama.
"Emang keinginan apa ma?"
"Ingin cucu Kara,cepetan nikah"
"Mamaaa,bikin Kara gak mood deh!"
"Bener tuh sayang" Papa mendukung mama.
"Gini aja papa kenalin sama anaknya temen papa,ganteng loh nak tapi di seorang duda."
"Hah!!, duda pa,gak mau pa ngurusin diri Kara aja cara gak bisa apalagi langsung ngurus anak."
"Udah deh nurut aja,kamu tetep kuliah kok walaupun udah nikah." Mama menambahkan.
"Dia baik loh nak,dan papa percaya dia yang terbaik buat kamu,gak mungkin kan papa ngelepasin anak satu satunya papa sama orang yang gak bener."
Memang benar kata papa,tapi kan gak aku gak mau nikah sekarang,sama duda lagi
gumam Kara dalam hati.
"Ma,pa,Kara masih belum mikir kesitu loh
Caramel masih pengen ngejar impian."
"Udah kamu kenalan aja dulu nak,kalo gak suka itu urusan belakangan." Mama meyakinkan.
"Mau ya caramel,mama sama papa udah pengen cucu?"
"Iya udah terserah mama sama papa,caramel ikut aja,tapi janji ya pa ma kalo Caramel gak suka sama dia gak jadi dinikah kan!" Ungkap Kara butuh persetujuan.
"Iya janji!"
Siapa nih reader siduda yang mau dikenalkan dengan Caramel??
__ADS_1
Salam hangat dari author.