
Happy reading.
•
•
JENSEN POV
Aku terdiam melihat gadis ini,kulihat dia memejamkan matanya,hhh kutertawa dalam hati sungguh mengemaskan dan baru kusadari dia sangatlah cantik,bermata sipit,kulit mulus seperti bayi,dan apalagi bibirnya yang seksi,sungguh ingin sekali ku mencobanya.
Niat ku menjitaknya pun kuurungkan,lalu kualihkan tanganku untuk menarik hidungnya.
_________
"ADUHH" pekikkan Kara takkala dosen menyebalkan menarik hidung nya.
"Mengapa bapak menarik hidungku?,sakit sekali." Rutuk nya pada si dosen,dan sang dosen hanya diam dengan mukanya yang datar itu.
Menyebalkan.
"Jika kau tetap duduk disini,hukumanmu akan saya tambah!" Perintahnya.
"Saya capek pak,bisakan bapak biarkan saya istirahat sebentar?."
"Saya bukan orang yang bisa kamu nego!" Ucapnya tegas.
Huufftt sabar sabar,siapa juga yang ingin menego,pede sekali gerutu Kara dalam hati.
"Baik pak,saya mohon maaf." Ucap Kara seiring tubuh nya beranjak dari kenyamanan bangku.
"Hei,kamu!" Panggil dosen dengan lantang.
Ada apa lagi dengan dosen ini tak cukupkah dia membuat Kara tersiksa.
"Iya saya pak?"
"Bapak manggil saya?" Ulang kara tak yakin.
"Iya saya manggil kamu,masa saya manggil tukang kantin,ada ada saja."
"Selesaikan hukuman kamu sekarang juga,saya tunggu diruangan saya!"Ucap pak dosen seraya meninggalkan lapangan.
__ADS_1
Selesaikan sekarang juga,saya tunggu diruangan saya,dia kira saya tobot x yang tak kenal lelah,mengapa orang orang sungguh menyebalkan Kara lagi -lagi mengerutu.
"Huh! semangat 13 putaran lagi."
"Semoga saja aku tak berjodoh dengan seorang seperti dosen itu,apa jadinya hatiku yang suci ini mendapatkan suami sepertinya,hancur-hancur hatiku." Segala umpatan kara keluarkan demi meredam emosi nya.
Sial sekali.
15 menit berlalu.
"Akhirnya.....!!!,aku haus sekali tapi jika aku pergi kekantin terlebih dahulu terus telat keruangan dosen galak,bisa bisa aku ditambah hukuman."
Hanya karena dosen itu,kara meng urungkan niat nya untuk melegakan dahaga nya,dia berbalik dan berjalan menyusuri koridor mencari ruangan dosen.
Astaga Kara lupa,kan ia tidak tau nama si dosen galak itu.
Kara meberanikan diri untuk bertanya pada mahasiswi yang ia temui.
"Em mohon maaf,boleh nanya ngak?"
"Ohh ya boleh,apa?" Jawab salah satu dari mereka.
"Itu tau ruangannya dosen tampan? ralat
"Ohh itu pak Jensen maksudmu?" Tebaknya
"Iy-iya,disebelah mana ya?"
"Kamu sudah dekat,itu ruangannya." Tunjuk mereka,yang mengarahkan Kara untuk melihatnya.
"Makasih ya" Ucap kara tulus.
"Iya sama sama" Jawab serempak mereka.
"Kamu mahasiswi baru ya,awas kecantol pak Dosen" Becanda awal perkenalan.
"Hhhh,oh ya aku caramel Quennasya."
Ajukan jabatan tangan dari Kara.
"Oh ya,Caramel seperti pernah mendengar nama mu,tapi dimana ya?."
__ADS_1
Gawat!
"Mungkin hanya kebetulan ada yang sama!" Sanggah Kara sebelum dia berfikir lebih jauh,Kara memang merahasiakan identitas keluarga nya,ia hanya ingin tau apakah di zaman sekarang masih ada seorang yang mau berteman tanpa memandang harta.
Sungguh ironis memang,itulah mengapa kedua orang tua nya selalu mengajarkan nya untuk selalu bersyukur,agar Caramel tidak gampang memandang rendah orang lain,menghargai dan dihargai lebih baik daripada membenci bercampur iri.
"Iya sih,tapi beneran deh Kara aku kayak pernah denger nama kamu sebelumnya?" Lanjut mereka lebih detail.
"Hahaha,kalian bisa aja gak mungkin lah orang yang kalian maksud itu gue,mungkin orang lain yang cuma sama nama aja." Ungkap kara meyakin kan mereka.
"Yaya udah lah terserah lo aja Ra,tapi boleh ya kan kita berteman?"
"Ya boleh lah,kita emang harus berteman dengan siapa aja,gak boleh pilih-pilih" Jawab kara sembari terkekeh.
"Oke deh kalo gitu,eits Kara nih kita kasih amanat ama lo!."
"Amanat apaan nih kayak nya serius banget?"
"Nih Ra,lo harus hati hati jangan sampai lo kena masalah hanya karena cuma dipanggil keruangannya pak jensen."
"Hah masalah,masalah apa sih?" Jawab Kara penasaran.
"Itu lo,di kampus ini banyak banget yang suka sama pak Jensen,ya kan lo cantik Kara siapa tau kan lo yang jadi gebetan nya pak Jensen,bisa bisa lo diserang sama mahasisiwi cewek wkkwkwk."
"Tunggu tunggu siapa juga yang mau sama tuh dosen,dia galak gak mau gue."
"Jangan gitu Ra kalo udah kecantol cinta semuanya bisa berubah."
"Iya iya makasih ya amanat nya temen baru!" Pasrah Kara.
"Gue keruangannya pak jensen dulu ya,dah." pamit Kara.
Oke reader sampai disini dulu oke.
Mohon dukungannya nih reader,jadikan novel ini favorit ya,koin jangan pelit2
koment sepuasnya.
Kalau masih banyak kesalahan,mohon maaf author orang baru,baru putus cinta,wkwk.
Author akan balik lagi,tunggu aku.
__ADS_1
Salam hangat dari author.