BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 19


__ADS_3

Happy reading:)




Setelah mengobrol sebentar di taman, Jensen dan Caramel memutuskan untuk masuk kedalam rumah. Tetapi mereka tidak ingat jika mereka masih bergandengan tangan.


Para orang tua mereka yang melihat tangan sang anak bergandengan sontak saling pandang dan mengulum senyum satu sama lain.


"Uluh-uluh,tadi pas ditanya belum mau,katanya mau mengenal dulu,tapi ditinggal gak nyampe 30 menit udah kayak orang kasmaran." Ledek Prima Angkasa pada sang anak.


Sontak becandaan yang di katakan Prima mengundang tawa banyak orang termasuk para pelayan dirumah Caramel. Jensen dan Caramel masih belum mengerti apa yang dimaksud oleh papa Prima.


"Iya nih,kalo gini mah gak perlu kenalan lagi dong Jensen,langsung nikah aja." Araka menyahuti.


"Apaan sih pa,Caramel gak ngerti deh."


"Udah kalo gak ngerti mending kalian duduk aja,makan sini." Ajak Rania dan Mirna.


"Oh oke" jawab serempak Jensen dan Kara.


Saat hendak duduk barulah Jensen dan Caramel sadar apa yang membuat para orang tua mereka tertawa mengejek. Jensen menatap Kara lalu terseyum ternyata karena sedari tadi gandengan tangannya tidak lepas,sontak mereka langsung melepaskan gandengan tangan itu,lalu beralih menatap para orang tua mereka dan para orang tua ikut tertawa lagi melihat tingkah para anak-anak mereka.


Sekitar 20 menit acara makan bersama pun telah selesai,keluarga Prima Angkasa akhirnya berpamitan,karena Willora sudah tidur,dan itu dipangku oleh Caramel pemandangan itu juga tak luput dari perhatian Jensen,bagaimana sang putri sangat menyayangi Caramel.


Diperjalanan menuju mobil,Jensen dan Caramel yang berjalan paling belakang sambil mengobrol sebentar. Kemudian Jensen beralih mengambil Willora dari gendongan Caramel.


Dengan penuh hati-hati Jensen memapah sang putri.


"Awas kepalanya!" Peringat Caramel.


Willo yang sudah sangat terlelap tidak sama sekali terganggu yang membuat Jensen lega.


Setelah selesai.


"Aku pulang dulu ya,besok jangan sampai kesiangan,kalo kesiangan aku hukum kamu!" Jensen mengancam dengan senyuman.


"Kamu tuh cuma bisa nya ngancem doang,aku gak bakalan telat." Pede Caramel.


"Aku bisa yang lain gak cuma ngancem,contohnya nih ya bisa mencintai kamu." Jawab menyeleneh dari Jensen.


"Modus hemat daya" Jawab Caramel tak kalah terkekeh.


"Yaudah aku pulang dulu ya calon istri."


Pamit Jensen dengan embel-embel istri untuk kara.


"iya,hati-hati,dahhh"


"dahh"


Keluarga Prima pun meninggalkan perkarangan rumah Bramasatya,setelah mengiringi mobil Jensen. Caramel nampak ditatap oleh kedua orang tua nya,dengan merangkul sang anak dari sebelah kiri dan kanan. Araka menanyakan yang ia ingin tanyakan pada sang putri sembari masuk kedalam rumah.


"Ehem-ehem,ada yang udah deket nih,padehal baru beberapa menit ngobrol." Goda Wraka pada sang putri.


"Gak kok pa belum terlalu deket,Kara sama Jensen cuma mencoba aja,kalo cocok ya oke kalau gak ya dicoba lagi." Jawab Kara terkekeh.


"Kalo mama sih oke sayang"

__ADS_1


"Papa juga oke,punya anak gak masalah yang penting bahagia."


"Iya iya papa dan mamaku tersayang"


"Ya udah sekarang ayo kita tidur,papa capek banget" Keluh Araka.


"Hem!, kode ni mah,minta di pijit" Jawab Caramel.


"Tau aja nih anak papa,kok kamu lebih peka dari pada mama ya" Sindir araka pada sang istri Rania.


"Iya iya,aku gak peka,yaudah ayok"


"Ayok" Araka bersemanggat.


"Udah tua masih aja kayak abg ya." Goda Caramel.


"Itu harus,biar harmonis nya terjaga,udah sana tidur nak,besok kuliah kan."


"Hem oke,selamat malam ma pa"


"Selamat malam juga sayang"


Caramel menapaki tangga menuju kamarnya,sesampainya di kamar bukannya tidur tapi ia malah duduk termenung mengingat hal yang baru saja ia lalui beberapa jam yang lalu,mengingat hal tersebut membuat Caramel senyum-senyum sendiri.


Setelah sekitar 5 menit melamun, rasa kantuk menyerang Caramel,direbahkannya tubuh ke kasur,dan tak butuh waktu lama Caramel pun terlelap.


...................


06.30


Pagi hari adalah waktu yang susah ditinggalkan Caramel,karena ia masih ingin tidur dan tak mau menghapus mimpi indahnya. Deringan alarm selalu dengan setia membangunkan Caramel.


Caramel dengan berat hati melangkah kan kaki jenjangnya menuju kamar mandi,sebelm ia mendapatkan omelan dari sang mama ia segera bersiap ke kampus.


Seperti hari hari biasanya ,Kara akan turun makan bersama keluarganya dan berpamitan untuk kekampus.


Dengan mobil lamborghini avetador warna abu metalic miliknya sebagai hadiah dari sang papa saat ulang tahunnya yang ke 18. Caramel melesat dengan kecepatan sedang. Ia tak mau terlalu buru- buru karena masih ada waktu yang sedikit untuk nya bersantai di mobil.


Tak butuh waktu lama mobil milik Caramel memasuki area kampus kalangan atas. Caramel sebenarnya tidak ingin memakai fasilitas yang terlalu mewah,tetapi apa daya kedua orang tua nya seakan merajuk jika ia tak menerima barang mahal pemberian mereka. Setibanya di kampus Kara langsung disambut sahabat nya Ninda dan sahabat baru mereka Yura.


"Pagi holang kaya." Sapa Ninda terkekeh bersama Yura.


"Pagi juga anak holang yang lebih kaya."


"Duh pagi ini kayak aura lo tu gimana gitu ra,kayak bahagia deh" Tebak Yura.


"Iya nih,hem kasmaran kayaknya dia Yur" Ledek Ninda.


"Udah deh gue masih seperti biasanya,iyalah gue bahagia kan karena ketemu kalian berdua." Kara menjawab.


"Excting bohong lo gak berhasil." Jawab serempak Ninda dan Yura.


"Udah ah,yuk masuk" Ajak Caramel menarik tangan kedua sahabatnya.


"Eh nin,titipan buat caramel tadi mana?" Tanya Yura.


"Titipan,titipan apaan coba?"


"Ini Ra, titipan surat cinta dari para cowok-cowok buat lu,termasuk riko loh." Jelas Ninda.

__ADS_1


"Nih,dibaca oke kasian tau kalau gak dibaca kan mereka udah capek capek merangkai kata untuk dirimu seorang" Ucap Yura memperagakan gerakan ala pembaca puisi.


Yang menyulutkan tawa dari kedua sahabatnya,melihat tingkah konyol Yura mereka.


Di perjalanan menuju kelas,banyak sekali godaan dari mahasiswa yang di tujukan pada Caramel dan dua sahabat nya,tapi tidak sama sekali di hiraukan mereka bertiga.


"Eh Caramel!,tambah cantik deh."


"Nin minta nomor wa dong?"


"Yuraa cintakuuu"


"Caramel,mau gak jadi pacar abang dek."


"The most i love you."


Yah seperti itulah kira-kira teriakkan para mahasiswa pada the most kampus itu. Caramel memang sedari awal masuk sudah banyak mencuri perhatian,tak hanya pintar ia juga mempunyai senyuman yang sangat manis,yang membuat orang tergila-gila padanya. Ditambah ia berteman dengan Ninda dan Yura yang sudah populer sebelum Kara masuk.


Mereka bertiga masuk kelas,kecuali Yura yang beda fakultas dengan Kara dan Ninda.


setelah pelajaran dimulai,tak ada yang berani berbicara,hari ini dosen yang mengajar adalah Jensen. Ketika Jensen masuk Kara tidak memperhatikan sang dosen,yang ia tatap hanyalah surat dari pengagum nya,ia melihat bungkus surat yang berkarakter yang membuatnya tidak memperhatikan yang lain.


"Selamat pagi" Sapa Jensen pada semua muridnya.


Barulah ketika mendengar suara yang ia kenal Kara mengangkat kepalanya.


"Selamat pagi pak" Jawab serempak murid.


Tak terkecuali Caramel,ia hanya menatap Jensen dan tak menjawab sapaannya,Jensen pun hanya melirikan saja ke arah Kara.


Selama pelajaran berlangsung,Jensen tak lepas memandang apa yang ada di dalam gengaman gadisnya itu,yang membuat nya tidak menghiraukan sekeliling nya. Jensen sangat penasaran,karena Varamel terus-terusan menatap apa yang terdapat di tangannya.


Setelah pelajaran selesai dan bel istirahat telah berbunyi. Kara dan Ninda segera keluar kelas menemui Yura dan mengajaknya ke kantin.


Sesampai nya dikantin,belum sempat Caramel duduk,ada sebuah panggilan masuk ke hp nya,dan segera diangakat nya sembari ia duduk di kursi.


"Iya halo?" Sapa Caramel.


"Keruangan saya sekarang!"


" Maaf ini siapa ya?" Tanya Kara bingung.


"Aku Jensen,calon suami kamu,cepet keruangan ku!" Titah Jensen pada Caramel.


"Mendadak banget,kenapa sih aku lagi mau makan di kantin." Bantah Caramel.


"Cepet sekarang!,aku mau makan siang bareng kamu."


"Hah,iya-ya oke,bentar."


"Aku tunggu!"


Kenapa lagi sih ni orang,gak tau apa orang lagi laper, huh nasib-nasib batin Caramel.


Kadang kadang author bingung mau ngetik apa,tapi yaudah lah ya.


Semoga suka..


Salam hangat dari author.

__ADS_1


__ADS_2