BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 9


__ADS_3

Happy reading.




Setelah pelajaran pertama selesai


Kara dan Ninda menuju kantin untuk menutupi kegaduhan cacing yang telah meronta-ronta.


"Nin aku malu banget Nin tadi ketauan ngelamun." Ucap Kara jujur pada Ninda.


"Hahaha maka nya Caramel jangan banyak pikiran,kamu sih kayak kesambet aja."


"Coy-coy amit amit Nin,mulai deh temennya jujur malah diajak becanda." Ungkap Kara kesal.


"Ya lagian,mikirin apa sih Ra,,mikirin pak Jensen ya,hayo ngaku?"


"Apan sih Nin,males banget mikirin dia buang buang waktu aja!"


"Ya siapa tau kan Ra,biasa aja dong jawabnya kalo yang gue omongin itu emang gak bener,kayak mau nelen orang lo!"


"Iya iya aku juga biasa aja kali nin."


Setelah sampai di kantin Kara dan Ninda langsung memesan makanan yang banyak,yah efek lapar dan rakus beda-beda tipis.


"Mbak bakso dua,soto dua,jus jeruk dua ya."


"Siap neng" Jawab nya semangat.


"Eh Ra lo punya pacar gak?" Tanya Ninda.


Terkejut itulah ekspresi yang Kara gambarkan,ia tak menyangka kata kata itu akan keluar dari mulut Ninda sahabatnya.


"Hah pacar!!,aku gak punya pacar!" Jawab Kara.


"Dan gak pengen pacaran" Dan lanjut Kara,agar Ninda tidak macam- macam,Kara sudah mencurigai Ninda jika Ninda mau me mak comblangkan nya.


"Yah lo!,belom juga gue bilang lanjutan nya udah ketebak aja lo,siapa tau kan lo pengen punya pacar?"


"Ngak dulu deh Nin,pacaran itu capek Nin."


"Capek?"


"Iya,capek hati,capek pikiran,capek di php in..hahahaha" Racau Kara pada Ninda.


"Hahaha pengalaman ni yee,berapa korban cowok lo Ra" Becanda Ninda.


"Aku gak punya mantan Ninda,jangan kan mantan,pacaran aja belum pernah."


"Gak bohong Ea,gak bohong kan lo?"


"Hoooh Hinda"


"Gila sih lo Ra,cantik cantik jomlo."


"Emang kamu punya pacar nin."

__ADS_1


"Yaaaa yaaa yaaaa ya ngak lah,jomlo juga gue." Kekehan Ninda


Tak beselang lama datang lah pesanan Kara dan Ninda. Di lihat Kara ninda tanpa aba- aba langsung melahap habis makanan nya.


Kara melirik makanan yang tampak mengiurkan,tanpa basa basi juga ia menghabiskannya sama seperti Ninda.


entahlah hari ini agak lebih ringan,si pak dosen galak ternyata tidak terlalu galak juga ,tugas dengan cepat Kara selesaikan,serasa lebih mudah, mungkin karena ia telah bertemu dengan anak cantik tadi pagi yang menambah semangat nya,Kara sudah berjanji akan bertemu dengannya lagi,dan itu besok.


"Hay cantik" Sapa Riko yang tiba tiba datang entah dari mana menyapa pada Kara dan Ninda.


"Eh riko" Kara dan Ninda sama sama terkejut.


"Boleh gabung kan caramel?" Tanya nya pada Kara.


Malas sekali sebenarnya Kara melihat Riko ini,tapi gak mungkin juga dia bilang,tatapannya pada Wanita itu yang membuatnya risih,dia seperti playboy cap kakap yang sudah ribuan menakluk kan wanita.


"Terserah kamu aja" Jawab Kara acuh.


"Ra aku pergi ke toilet dulu ya" Pamit Ninda.


Kara sangat paham kalau Ninda meninggalkan nya hanya ingin membantu Riko dekat dengannya,yah angap saja mencomlangkan ia dengan Riko,tapi Kara tidak sama sekali menyukai Riko dari tatapannya saja udah membuat Kara ilfil.


RIKO POV


Yes!!, aku ada kesempatan. Caramel tambah cantik aja,saat kutanya dia malah jutek tambah cantik deh.


"Caramel!,em apa kabar?" Basa- basi ku,kulihat dia hanya melirik ku sebentar.


"Baik" Singkat sekali jawab nya.


"Kamu suka makan apa?" Lagi-lagi ku hanya dilirik seperti pajangan tak berguna.


"Iya aku kepo" Menyungingkan senyumku.


"maaf ya Eiko,bisa gak gak usah sok akrab."


ungkapnya penuh penekanan


bukannya berhenti aku malah semakin penasaran,dia itu berbeda.


____________


"Huh besok besok awas ya Nin kalo ninggalin aku lagi sama tuh monyet." Ungkapan kesal kara pada nindaa.


"Hahaha iya-iya kan gue cuma mau ngebantuin dia Caramel."


"Gak usah dibantuin ninda!,dari sorot matanya saja udah keliatan dia itu seorang playboy."


"Kok tau Ra,padahal kan baru ketemu."


"Mana ada model cowok kayak gitu tapi bukan playboy,jaman sekarang tuh semua dimanfaatin nin "


"Kayak peramal dilan aja deh kamu Ra,hahaha."


"Pokoknya jangan dibantuin Nin,aku gak mau sama dia."


"Iya Caramel,maaf ya."

__ADS_1


"Iya aku maafin."


___________________


Setelah sekian lama akhirnya bel pulang berbunyi seakan melepaskan semua kesuntuk kan semua penghuni di kampus.


"Ciee bawa mobil ni ye." Canda Ninda.


"Iya nih nin baru dibolehin"


"Yaudah gue duluan ya Ea,dahh"


"Dah ninda" Balasan lambaian tangannnya.


Kara memasuki mobil bersiap pulang,namun beberapa kali ia menghidupkan nya kenapa tidak bisa,ada apa dengan mobil ini?.


Kara keluar memeriksanya ia tak mengerti apa apa tentang mobil,apes sekali hidup Kara baru saja bahagia bisa bawa mobil udah begini,nasib-nasib,saat ia akan menelfon orang rumah.


Tin tin tin


Kara melirik siapa yang mebunyikan klakson mobil itu.


Dosen galak, ada apa lagi ini?.


Kara melihat si dosen keluar dari mobil,tak salah lagi dia mengarah kan langkah nya menuju Kara.


Apa aku buat kesalahan lagi?? tanya Kara dalam hati.


"Kenapa mobilmu?" Tanya pak Jensen.


"Em gak tau pak kayaknya mogok atau mungkin kehabisan bahan bakar." Ungkap Kara jujur.


"Oh ya sudah,walaupun saya bantu memeriksa nya saya juga tak mengerti soal mesin jadi percuma,kamu saya antar pulang saja jika mau?"


"Ti-tidak usah pak" Mendengar ajakannya membuat Kara jadi gugup.


"Ya sudah kalo gak mau,tapi jangan salahkan saya,sebentar lagi kampus akan ditutup."


Kara bingung mau menerima ajakan nya atau menolak nya.


"Mau saya antar apa tidak?" Tawaran yang kedua kali nya dari Jensen kepada Kara.


"Ma-ma mau pak" Ucap Kara ragu.


-------------


Didalam mobil hanya ada keheningan,Kara menutup rapat mulut nya,ia gugup sekali sesekali di liriknya pak Jensen yang sedang menyetir.


Ya tuhan dia benar benar tampan,puji Kara dalam hati.


"Tidak usah memandang saya,saya tau saya ganteng" Ucap Jensen percaya diri.


Ternyata dia tau saya memuji nya,tapi dia terlalu kepedean gumam Kara.


"Saya gak ngeliatin bapak,bapak terlalu kepedean" Sahut Kara mematahkan kepercayaan diri seorang Jensen.


"Itu bukan kepedean,itu fakta Caramel!"

__ADS_1


Salam hangat dari author.


__ADS_2