BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 11


__ADS_3

Happy Reading.




Setelah perpacuan detak jantung yang tak mau berhenti tak kala berdekatan dengan dosen galak alias si pak Jensen.


Kara bergegas masuk kerumah,sudah ia tawarkan pada pak Jensen agar masuk terlebih dahulu sebagai ucapan terimakasih nya pada sang dosen,tapi ternyata dia menolak.


Kara memasuk ki rumah,terlihat hening. Dimana mama?,Kara melangkah kan kaki menuju dapur,dan ada bi Inah disana.


"Bi,mama mana ya bi?" Tanya Kara pada bi Inah.


"Oh,nyonya lagi keluar non,kata nya sih kerumah sahabat nya nyonya."


"Em!, ya sudah kalau gitu,Kara kekamar dulu ya bi" Pamit nya pada bibi.


"Iya non,oh iya non,non mau makan apa biar bibi masakin" Bibi menawarkan.


"Tidak usah bi,Ara gak laper,makasih ya bi sudah menawarkan."


"Iya non,sudah tugas bibi."


Kara meninggalkan bibi sendiri di dapur,dan melangkah kan kaki nya kearah tangga menuju kamar,di taruh nya tas.


Saat ingin ke kamar mandi,siluet cermin menangkap gambar nya, ia berhenti lalu menatap dari unjung kepala hingga ujung kaki penampilan nya.


cantik kok,tapi mengapa saat berdekatan si dosen itu Kara merasa tidak percaya diri,Kara berdehem merileks kan jantung nya yang masih berdebar itu


Tenang kan dirimu caramel😂.


ucapnya dalam hati.


-------------------------


Setelah mengantar Caramel Jensen melesatkan mobil nya untuk segera pulang kerumah,ia sudah rindu dengan sang putri Willora.


Tin tin tin


Meng klakson kan pertanda nya pulang,di lihat nya willora berlarian akan memeluk,dia akan selalu begitu menyambut jensen dengan hangat dan memeluk nya dengan kasih sayang nya.


"Ayahh"


"Ayah pulang,yeeee" Teriak nya menggema


kan suara.


"Anak ayahh" Sapa jensen menyambut peluk kan nya.


"Ayah"


"Iya sayang"


"Willo mau celita ayah" Ucap willo gemas.


"Cerita apa sayang" Jawab jensen sembari merebahkan willo di sopa ruang tv.

__ADS_1


"Ini minumn nya tuan" Tawar bi Ayu pengasuh Willora.


"Iya makasih bi,taruh saja disitu."


"Ayah,tadi willo ketemu bunda."


Jensen tersedak saat mendengar celoteh Willora.


"Bunda" Ulangnya.


jensen melirik bi Ayu yang masih berdiri disana meminta jawabnnya


"Iya tuan,maaf tadi ada seorang cewek yang dipanggil bunda oleh non Willora,dan dia juga membantu non membelikan non boneka,tapi tuan si cewek itu meng iya kan panggilan non dengan memanggilnya bunda." Terang bi Ayu.


"Bunda baik ayah,bunda cantik bunda juga janji sama Willo buat bellin Willo boneka lagi."


Yatuhan apa yang dilakukan Willo,maafkan ayah nak .Batin Jensen.


"Willo,Willora gak boleh ya sayang memangill orang lain sebutan bunda,dia juga bukan bunda Willo,Willo tau kan bunda ada dimana." Terang Jensen.


"Willo tau ayah." Ucapnya sembari menaruh telapak tanggannya di depan dada.


"Willo tau,bunda ada dihati Willo dan ayah,tapi ayah Willo rindu bunda kenapa bunda gak pernah datang buat liat Willo,nyuapin Willo kalo Willo makan ,gak meluk Willo saat tidur,Willo pengen di peluk bunda ayah." Ucap Willora sambil menanggis.


"Maafin ayah ya nak,ayah belum bisa jadi yang terbaik buat Willo,maafin ayah juga yang gak bisa jadi ayah sekaligus ibu untuk Willo,tapi kan bunda ada setiap waktu untuk Willora,bunda tetap jagain Willora kok nak walaupun dari jauh."


Sedih rasanya mendengar ungkapannya willora,sesak relung hati ini melihatnya merindukan sosok ibu,kuatkan lah anak ku ya tuhan.


flasback on


"Sabar ya sayang bentar lagi kita sampai kamu harus kuat sayang demi aku demi anak kita." Ucap Jensen menenangkan Nesya.


"Pak cepat pak." Tegas Jensen


Tadi pagi selesai mandi Nesya merasakan kram dibagian perut bawah nya. Jensen yang melihat Nesya kesakitan langsung menyuruh pak Udin meyiapkan mobil menuju rumah sakit.


Setelah beberapa menit diperjalanan akhirnya jensen dan nesya sampai dirumah sakit,dan segera mungkin dibantu suster yang akan menangani Nesya.


"Tolong istri saya suster tolong selamatkan istri dan anak saya." Jensen memohon.


"Tolong bersabar pak,doa kan yang semoga mereka berdua baik baik saja." Tenang dokter .


Disana sudah banyak keluarga yang datang,ibu Jensen menenangkan anak nya yang menitikan air mata melihat kesakitan yang dialami oleh sang istri.


"Sabar nak,semoga semua baik baik saja" mama Jensen menenangkan.


"Ma,Nesya kan baik baik aja kan mah,dia akan selamat kan,dia udah janji mah merawat anak kita bersama." Ucap Jensen tak mampu membendung air matanya.


"Maaf untuk suami ibu Nesya,tolong temani ibuk Nesya pak." Ucap sang dokter.


"Iya pak iya " Jensen bergegas masuk kedalam,dilihat nya orang yang ia cintai sedang berjuang menahan sakit.


"Sayang,kamu yang kuat ya kamu pasti bisa sayang." Ucap Jensen menyemangati.


"Iya sayang aku akan berjuang."


"Baik sekarang kita coba ya bu,tarik napas yang dalam,lakukan seperti yang saya katakan tadi." Dokter memberi penjelasan.

__ADS_1


"Baik terus buk,terus." Dokter menye magati.


Jensen tak henti hentinya mengecup kening sang istri,memegang tanggannya,menyalurkan kekuatan yang ada.


"Aku gak kuat mas."


"Kamu kuat sayang ayo sayang,aku ada disini."


Sakit akibat cengkraman tangan dari Nesya tidak ada rasanya dibanding kan melihat perjuangan sang istri di mata Jensen.


Oek oek oek


Akhirnya


"Sayang anak kita anak kita sayang ucap Jensen bersyukur."


"Iya anak kita mas" Sahut Nesya menyungingkan senyum.


"Selamat ya bu pak,anak nya perempuan cantik kayak ibu nya" Ucap sang dokter.


Setelah semuanya selesai kini bayi Nesya dan Jensen dibawa suster untuk diberi asi dari Nesya.


"Lihat sayang dia cantik kayak kamu." Ucap Jensen penuh haru.


"Iya mas" Jawab Nesya dengan lemah.


"Kamu kenapa sayang ada yang sakit lagi,sini aku yang gendong anak kita." Tanya ensen.


Entahlah nesya merasa hidupnya tidak akan lama,dia sudah tidak tahan,ini sakit sekali.


"Mas,maafin aku ya." Ucap Nesya dengan nada sangat rendah.


"Loh maaf untuk apa sayang." Ucap Jensen sembari menaruh anaknya di bok bayi.


"Maafin aku,aku udah gak kuat mas,tolong jaga anak kita,maafin aku udah nyembunyiin ini dari kamu,aku sebenarnya tidak diperbolehkan hamil,tapi saat melihat kamu sangat bahagia menanti kehamilku aku jadi tidak tega,aku sakit mas maafin Nesya gak pernah jujur sama mas."


"Kamu ngomong apa sih,gak ah kamu udah janji bakal ngerawat anak kita bersama sama,aku udah maafin tapi kamu harus tetap sehat sayang,kamu bakal sembuh." Bantah Jensen,air matanya sudah dari tadi meluncur.


Apa apa an ini,gak mungkin.


"Tapi aku udah gak kuat mas,jaga anak kita ya beri dia nama Willora,Willora Prima Angkasa,semoga dia bisa jagain kamu,semoga kamu dapat pengganti aku yang lebih lebih baik lagi dari ku yang akan menemani mu hingga akhir hayat,aku titip Willo mas,jaga kesehatan,aku mencintaimu."


"I love you jensen sayang."


Bip bip bip


"Nesya tidak tidak Nesya!!,gak sayang kamu bohong kan ngak,sayang kamu gak ninggalin aku kan kamu bohong kan sayang,kumohon Nesya aku gak bisa hidup tampa kamu Mesya" Teriak Jensen.


"Dokter suster selamatkan istri saya dokter tolong dokter." Jensen tidak tau lagi apa yang harus ia lakukan mengapa takdir mempermainakan hidupnya.


Dokter dan suster sudah berkumpul memeriksa keadaan Nesya,tapi sayang khendak berkata lain.


"Maaf pak dengan berat hati,buk Nesya telah meninggal dunia".


Bagai langit runtuh diatas kepalanya Jensen berteriak memanggil nama sang istri berharap semua ini hanya mimpi,ia terus memukul mukanya ingin membuktikan bahwa semua hanya mimpi.


Tidak mungkin Nesya pergi,Nesya bilang sangat mencintainya tidak mungkin.

__ADS_1


flasback of


Salam hangat dari author.


__ADS_2