
Happy reading:)
β’
β’
.............
π₯πΎππΆ π·ππππππ πΉππππΆπ ππ πΆπΉπΆππΆπ½ ππΆππΉπΎπ πΉπΆπ ππΆππΉπΎπ ππΆπ π·πΎππΆ πΉπΎπππ·πΆπ½ πΆππ π·πΎππΆ πΆπ πΆ. πππ½πΆπππΆ π·πππ½πΆππΆπ ππΆπ ππΆππ π ππππΏπΆππΆ π½πΆππΎ πΎππΎ πΉπΎ ππΆππΆ ππ ππππΎππΎπ½ππ πππππ ππΆππ π ππππΆππΆ πΉπΆπ ππππΆππ½πΎπ.
-
-
Perasaan yang dirasakan Caramel benar benar tak menentu. Padehal jika tidak suka pada pria yang akan dikenalkan oleh kedua orang tua nya ia tinggal bilang tidak, lalu mereka akan mengabulkan.
Tetapi,mengapa ada perasaan yang sangat membuncang yang ia rasakan,sampai sampai telapang tanggannya dipenuhi oleh keringat,apakah karena pria ini yang sebenarnya adalah jodoh nya.
Caramel rasanya ingin kabur saja dari rumah,ia benar benar tidak ingin menikah diusia nya yang sangat muda. Apalagi saat ia membayangkan harus mengurus anak,bagaimana dengan kuliahnya??,tapi Caramel tidak akan melakukan itu karena sedari tadi ia hanya bisa memandang raut bahagia yang di pancarkan sang mama,sangat terlihat jika mama memang ingin ia menikah dengan pilihan mama Rania dan papa Araka.
Baiklah aku hanya harus menuruti mama dan harus tau terlebih dahulu orang yang akan di jodohkan padaku,setelah itu jika aku tak suka tinggal batalkan,beres,tenang Caramel tenang. Gumam Caramel.
Tin tin tin tin
Suara klakson mobil dari halaman rumah,Rania segera melangkah turun dan mengandeng lengan papa Araka,karena mereka akan menyambut tamu spesial kali ini,senyuman tak perlah lepas dari kedua pasangan suami istri ini,mereka sangat bahagia.
Rania dan Araka beserta beberapa pelayan membuka kan pintu untuk menyambut tamu yang datang.
"Aaaa!!, calon besanku " Teriak mama Mirna yang langsung memeluk mama Rania.
"Hai juga calon besan" Sapa hangat mama Rania.
Sedangkan papa Araka dan papa Prima hanya berjabat tangan dan saling rangkul.
"Gimana sehat bro?" Sapa papa Prima.
"seperti yang terlihat." Jawab papa Araka
"Wihh cantik banget,ini calon cucu ku Mir?" Puji mama Rania mengarahkan pandangannya pada putri Jensen yaitu Willora.
Willora hanya menanggapi dengan senyuman karena jujur ia belum mengerti urusan orang dewasa.
"Iya dong!! cakep kan,bapak nya aja cakep" Becanda Mirna pada calon besan.
"Hai sayang,nama nya siapa sih cantik?" Sapa Rania pada Willora.
"Willora oma" Cicit bibir mungil itu.
"Ya ampun lucu banget,boleh gak oma peluk Willora sayang?"
"Boleh oma" Tak ada bantahan dari Willora ia langsung memeluk Rania dengan erat.
"Emm lucu banget,kita masuk ya" Ajak Rania mengarahkan tamunya duduk di sofa sambil mengendong willora.
Setelah meminum teh yang disajikan pelayan,mama Rania pun buka suara ingin menanyakan keberadaan Jensen karena sedari tadi belum kelihatan.
"Oh ya mir,anak kamu Jensen mana ya?,bukan kah seharusnya ikut?" Tanya Rania penasanasaran.
"Em!, sebelum nya kita minta maaf sama kalian araka rania,anak kita Jensen belum sampai,mungkin telat dikit karena tadi ada kerjaan,tapi dia udah bilang bakalan nyusul." Bukan Mirna yang menjawab tapi Prima Angkasa yang menjelaskan,dan di angguki setuju dari Mirna.
"Oh ya gak apa-apa sih,nama nya juga laki laki ya harus tangung jawab sama pekerjaan nya." Jawaban setuju Araka.
Sedari tadi Willora hanya menatap sekeliling ruangan rumah yang ia datangi,ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan calon ibu sambung nya,tapi dimana sang calon ibu. Mirna yang melihat tingkah sang cucu langsung paham apa yang Willo cari.
__ADS_1
"Oh ya Ran?, anak kamu mana?,aku udah gak sabar ketemu sama calon mantu ku,dan kayak nya Willo juga udah gak sabar ketemu sama calon ibunya?" Tanya Mirna.
"Iya oma,Willo mau ketemu calon bunda Willo" Sahut Willo.
"Iya ya,duh oma lupa ni,tunggu sebentar ya sayang,calon bunda nya Willo lagi dikamar."
Di jawab anggukan dari Willo.
Rania segera menapaki tangga menuju kamar sang putri Caramel.
Tok tok tok
"Ra,Caramel udah siap belum nak?" Tanya Rania dari balik pintu.
"Masuk aja ma,gak Caramel kunci." Jawab Caramel.
Rania lantas masuk melihat sang anak.
"W O W !!! ,ini beneran anak mama?kamu Caramel anak saya kan??"
"Iya iya lah mah!,anak siapa lagi,emang kenapa ma gak bagus ya,maaf ya ma Caramel hapus sedikit make up nya soalnya agak ketebelan gitu." Jujur Kara.
"Gak sayang gak aneh,kamu cantik banget. Tapi mama lebih suka sih kamu hapus dikit bedak nya jadi agak lebih natural,uluh-uluh kalo gini mah calon mu langsung klepek-klepek Ra" Becanda mama Rania.
"Hem!,mulai deh!"
"Hehe,yaudah yuk sayang,mereka udah nungguin kamu" Ajak Rania.
"Masa sih ma,duh Caramel tambah gugup ma."
"Udah gak usah gugup deh biasa aja,kayak bukan Caramel aja deh."
Rania mengandeng sang anak turun tangga menuju ruang tamu,Caramel hanya menundukkan kepala karena malu ia belum berani menatap calon mertua nya.
Seketika semua yang ada diruang tamu menoleh,tapi Willora belum bisa melihat wajah sang calon ibu,karena Caramel sedari tadi menunduk.
"Caramel jangan nunduk dong nak" Ucap Rania.
Willora sudah sangat penasaran dengan wajah calon ibu nya,dan seketika
Caramel pun mengangkat wajah nya.
"Bundaaaaaaa!" Teriak Willora seketika.
Caramel terpaku dengan seorang anak kecil yang sedang berlari menuju tempat nya,sambil memanggil bunda padanya,ia tidak salah lihat kan,ini Willora.
Jadii,??willo-willo anak dari orang yang akan dijodoh kan dengannya,astaga!!.
Willora berlari dan langsung memeluk kaki Caramel,semua orang yang yang menyaksi kan itu hanya bengong tidak mengerti.
Caramel langsung sadar ketika kaki nya dipeluk oleh seorang anak kecil,dilirik nya kebawah,seketika pandangan mereka bertemu,benar itu adalah Willora.
Caramel berjongkok menyamakan tinggi dengan Willora.
"Bundaa!" Willora menghamburkan diri memeluk Caramel dan dibalas Caramel.
"Willo?,ini beneran Willora?" Tanya Caramel masih belum percaya apa yang dia lihat.
Willora melepaskan pelukannya,dan menatap sang calon ibu.
"Iya bunda ini Willo,jadi yang akan jadi bunda nya Willo itu bunda,wahhh Willo bahagia banget bunda,asikk" Willora berbicara jujur.
Caramel lantas mengendong Willora menuju tempat duduk,dan belum menjawab pertanyaan Willora,karena ia masih merasa mimpi,baru kemarin anak ini meminta nya jadi ibunda nya dan hari ini terkabul.
__ADS_1
Araka,Rania,Prima,dan Mirna yang sedari tadi hanya terbengong melihat Willora yang langsung akrab dengan Kara. Rania tak ingin rasa penasaran berlarut,ia langsung ingin bertanya pada Willora.
"Willo, willo udah kenal sama anak nya oma ?" Tanya Tania
"Iya dong oma,ini nih bunda nya Willo loh oma,ya kan bunda?" Celoteh Willora
dan Caramel hanya menjawab dengan angukkan kepala.
"Maksudnya bundaa yang Willo maksud adalah bunda yang sering Willo cerita itu,dan ini bundanya?" Tanya Mirna menunjuk arah Caramel.
"Iya nenek,bunda yang kasih Willo boneka,bunda yang suapin Willo pas makan dan bunda yang peluk Willo,ini bundanya." Willo membenarkan.
"Bagus dong kalo gitu,berarti Willora mau dong kalo bunda Caramel jadi bunda nya Willora?" Tanya Araka.
"Udah pasti mau opa,ayah juga pasti mau."
"Patesan sih Willo mau, calon menantu ku cantik banget,terus baik,ya gak pa?" Mirna meminta persetujuan pada Prima.
"Iya bener itu"
"Yah pasti lah,siapa dulu dong orang tuanya" Becanda Araka seketika membuat yang lain tertawa.
Ngomong-ngomong tentang seseorang yang akan dijodohkan dengannnya membuat Caramel ingin tau seperti apa orangnya,tapi kenapa tidak ada.
"Maaf ya Caramel anak mama belum dateng" Ungkap Mirna seakan mengerti raut yang terpancar dari Caramel.
"Iya gak apa apa kok,ma- mama." Caramel belum terbiasa memangil mama pada orang lain apalagi ini calon mertuanya.
"Gak usah gugup Caramel" Tenang sang papa yaitu Araka.
Setelah sedikit berbincang bersama dengan hangat.
Tin tin tin
Suara klakson dari arah luar.
"Bi tolong bukain pintu." Perintah Rania.
"Iya nya"
Setelah dipersilahkan masuk,ternyata dia Jensen.
"Selamat malam,maaf saya terlambat " Sapa Jensen pada semua orang.
Seketika semua orang mengarahkan pandangan menghadap Jensen,tak terkecuali Caramel karena ia sedang bermain dengan Willora.
"Eh itu dia anak nya" Ungkap Mirna.
"Aduh-aduh ganteng nya" Puji Rania.
Willora yang mendengar suara sang ayah langsung menghentikan kegiatan bermainnya dan beralih menatap Jensen.
"Ayahh!" Willora menghambur kepelukkan Jensen.
Dan seketika itu pula tatapan dari mata bening Caramel bertemu dengan dengan manik hazel milik Jensen.
"Caramel"
"Pak dosen"
Ngegantung ya ceritanya...hahaha biar penasaran, jangan lupa like koment nya.
Salam hangat dari author.
__ADS_1