
Baca pelan pelan biar paham readerš
Happy reading.
ā¢
ā¢
Setelah memberikan hadiah boneka untuk Willora,Caramel mengajak Willo dan bibi nya untuk duduk ditaman dekat mal yang mereka datangi.
Dengan gengaman erat dari Willo seakan tak ingin kehilangan lagi sang ibu. Caramel merasa sangat senang apa lagi hadiah yang ia beri untuk Willora di terima dengan baik oleh sang anak cantik itu.
"Ayo sayang kita duduk disini aja ya."
"Iya bunda"
"Ayo bi kita duduk bareng"
"Oh iya non"
Kara melirik Willora yang memainkan telinga boneka yang ia beri,terlihat semburat kebahagiaan yang terpancar dari wajah imut Willora.
"Willo,udah makan sayang??" Tanya Kara.
"Udah bunda,sarapan bareng bibi" Jawab Willo.
"Oh bagus dong,jangan lupa makan yang banyak ya biar cepat tumbuh besar."
"Iya bunda,willo akan makan yang banyak biar cepat besar dan bisa main sama bunda."
Sambil mendengarkan ocehan manis Willora,tiba tiba ada yang menelfon,ternyata itu Ninda,segera Kara mengangkat telfon dari sang sahabat.
"Bunda jawab telfon dulu ya Willo?" Izin Kara.
"Iya bunda"
Terdengar suara dari seberang telfon memanggil nama Kara.
"Ya Nin ada apa?" Jawab Kara.
"Lo dimana sih Ra,gue udah dikampus nih" Ucap Ninda.
"Em gue lagi di taman Nin,ntar lagi gue berangkat."
"Eh-eh gak usah buru buru Ra,hari ini jam masuk kampus agak siang jadi lo puas puasin aja dulu mainnya." Jelas Ninda.
"Masa nin,yang bener lo?" Ulang Kara
memastikan. Karena jika memang benar ia akan lebih banyak waktu bermain dengan Willora.
"Iya Caramel,gak mungkin lah gue bohong,yaudah ya Ra gue mau pulang dulu nih,nanti baru kekampus lagi."
"Oke siap ninda,maksih yah info nya!" Jawab Kara semangat.
"Iya sama-sama."
Setelah menyudahi percakapan dengan
__ADS_1
Ninda. Kara melirik kearah Willo yang sedang bermain bersama bibi nya,hari ini akan ada banyak waktu bersama Willora.
"Willo,bibi?" Pangil Kara.
"Iya bunda,iya non." Sahut mereka berdua bersama.
"Hari ini Willo mau gak bunda ajak main,kita makan,terus jalan jalan,terus..."
"Mau bunda!" Ucap Willora dengan semangat,walaupun Kara belum menyelesaikan ucapannya.
Kara dan bibi hanya tersenyum menanggapi nya.
"Eits tapi Willo harus izin dulu sama ayah nya Willora ya nak,biar ayah nya Willora gak khawatir,oke?"
"Iya bunda,ayok bibi telfon ayah bilangin Willo mau main sama bunda,ayo bibi." Ucap Willo.
"Iya non bentar ya bibi telfon ayah non dulu."
Setelah mendapat kan izin dari ayah nya Willora,Caramel bergegas mengajak Willora serta bibi nya untuk menuju tempat makan yang enak di kota k.
Perjalanan dimulai dengan makan terlebih dahulu,didalam mobil yang di kendarai oleh supir dari Willora yang mereka bawa demi keamanan mereka. Willora sangat terlihat antusias bertanya ini dan itu kepada Kara,raut senang yang ia pancarkan membuat bibi dan sang supir tak henti henti nya tersenyum,mengingat baru kali ini Willora sangat bahagia dan semoga kebahagiaan itu akan datang untuk keluarga Willora.
"Bunda lihat deh,itu ada anak yang berdiri minta uang bunda,kasian ya bunda!" Tunjuk Willora mengalihkan pandangan Kara dari telfon gengamnya.
"Iya sayang kasian ya!,yaudah kita kasih anak itu kue yuk,bunda ada kue di jok belakang" Ajak Kara.
"Ayok bunda"
"Minta tolong ambilin dulu ya bi kue nya." Pinta Kara.
"iya non"
"Siap non" Jawab pak supir.
Mobil yang mereka tumpangi berhenti di dekat anak yang ditunjuk Willora,pak supir segera membuka jendela mobil untuk membiarkan Kara dan Willo memberikan
kue pada anak itu.
"Kakak,kakak mau kue gak?" Tanya Willora.
"Kue?"
"Iya ini kue nya,buat kakak,jangan lupa makan ya biar sehat,jaga kesehatan ya kak."
"Makasih ya dek,terimakasih kak,semoga kebahagian selalu menyertai kakak dan adek." Ucapnya dengan tulus.
Setelah memberikan kue serta sedikit jajan untuk anak tadi,Kara jadi tambah lebih menyayangi Willora,bagaimana tidak diumur yang masih sangat kecil,dia anak yang sangat perduli terhadap lingkungan disekeliling nya. Kemudian mereka bergegas melajukan mobil yang mereka kendarai menuju rumah makan yang Caramel maksud.
Disana sudah ramai sekali pembeli,memang rumah makan yang Caramel maksud adalah rumah makan yang sangat terkenal akan kelezatan makanannya,jadi tak heran jika banyak sekali peminatnya.
"Sudah sampai."
"Yeee sudah sampai." Girang Willora.
Caramel mengendong Willora untuk masuk diiringi sang bibi dan supir,tatapan tak lepas dari pengunjung yang menatap Kara dan Willora,entahlah mungkin karena mereka perpaduan yang pas sama-sama cantik.
Caramel memilih tempat yang pojok untuk tempat mereka duduk,tak lupa juga ia menurunkan Willora dari gendongannya.
__ADS_1
tak lama datang pelayan rumah makan,memberikan menu.
Setelah memilih makanan apa yang mereka inginkan,Kara mengikata rambut Willora atas keinginan sang anak yang ingin rambutnya diikat oleh sang bunda. Caramel tak segan-segan menuruti permintaan Willora.
Tak berselang lama makanan mereka datang,dengan bermacam-macam makanan yang akan memanjakan lidah.
"Bunda,Willo pengen itu."
"Iya sayang,Willo mau yang mana nak." Tanya Kara.
"Mau itu bunda." Tunjuk nya mengarah pada ayam goreng.
"Oh ayam goreng,yaudah ini ayam nya sayang,makan yang bener ya."
"Gak mau makan sendili bunda,Willo mau disuapin bunda." Ucap nya gemas.
"Tapi non bunda nya kan mau makan juga,nin bibi aja yang suapin ya?" Bibi menjawab.
"Gak mau bibi,Willo mau disuapin bunda,bunda??" Kini ia mengarahkan pandangannya menghadap Kara.
"Udah gak apa-apa bi,biar saya aja yang nyuapin Willo,bibi lanjut makan aja."
"Tapi beneran gak apa apa non?" Jawab bibi ragu.
"Iya bibi,udah bibi lanjut makan aja."
Yakin Caramel.
Dengan penuh kehati-hatian kara menyuapi Willora,seperti ibu yang sudah handal kara merasa tak ke sulitan sama sekali dalam menyuapi Willora.
Padehal ini kali pertamanya menyuapi orang apa lagi itu seorang anak kecil yang biasanya sangat susah untuk diajak kompromi,tapi Kara seperti ada ikatan batin dengan Willora. Sehingga Willo sangat penurut pada Kara,ia tak membantah dan menolak sama sekali apapun makannan yang Kara suapkan pada nya.
Tapi mungkin sangking rindu nya pada sang mendiang ibu.
Willora tiba-tiba menangis,di tengah-tengah suapan dari Kara.
"Loh sayang kok nangis?" Tanya Kara sembari memeluk Willora menenangkan nya,supir dan bibi nya juga sempat khawatir melihat Willora yang menangis tiba tiba itu.
"Kenapa sayang?,hem kok Willo nangis?."
"Bundaa hiks hiks."
"Iya sayang,bunda disini nak,kenapa ha?"
"Bunda,Willo mau punya bunda benelan kayak bunda,bukan- bunda pura-pura,hiks hiks."
"Loh inikan bunda emang beneran bunda nya Willo" Jawab Kara menenangkan.
"Enggak bunda,bunda belum sepenuhnya bunda nya Willo,bunda mau kan jadi bunda nya Willo?" Tanya Willora.
"Iya sayang bunda mau kok." terpaksa dijawab kara asal agar willora berhenti menangis.
"Jadi kapan bunda nikah sama ayah nya Willo,kata nenek kalau Willo mau punya bunda beneran,bunda harus nikah dulu sama ayah,ayo bunda kapan bunda nikah sama ayah?"
Waduh terjebak dalam jawaban sendiri sih ini,aku kan cuma ngasal doang,lagian gak mungkin kan aku nikah sama ayah nya Willora,kenal aja ngak,apa lagi mau nikah,gimana ya ini,pikir Caramel.
Hahaha Caramel terjebak jawaban nya sendiri nih reader.
__ADS_1
Salam hangat dari author.