
Happy reading
•
•
Mendengar Jensen menunggunya di mobil,Kara segera berpamitan dengan kedua sahabatnya.
Diujung parkiran terlihat Jensen duduk menunggu Caramel,hari ini memang ia tak membawa mobil,dan mengingat ia harus lebih dekat lagi dengan Kara calon istrinya,Jensen berinisiatif pulang bersama dengan Kara.
"Udah lama nunggunya?" Tanya Kara dengan nafas yang tidak teratur,Jensen mengangkat kepala menatap Caramel yang dipenuhi keringat itu.
"Kamu kesininya lari?"
"Iya,aku takut kamu kelamaan nunggunya."
:Aku tetap nunggu kamu kok walaupun lama,kan kamu cintanya aku." Bencanda Jensen.
"Gombal deh!,udah ayok." Ajak Kara.
Jensen mengangguk,lalu meminta kunci mobil Caramel.
"Mana kunci mobilnya,kita pulang bareng ya,tapi maaf nih aku gak bawa mobil."
"Ya gak apa- apa,nih koncinya!"
Jensen langsung membuka pintu mobil tanpa menghiraukan Caramel yang masih diluar.Gak ada romantisnya ni orang.
"Ngapain masih diluar,ayo masuk?"
"Iya-iya pak dosen,ini saya masuk nih,gak ada kepekaan banget jadi orang,huh!."
Caramel menggerutu,walau orang yang ia sebalkan ada disampingnya,Caramel tidak perduli,biarin,biar sadar.
"Aku tau kamu marah,karena aku gak bukain pintu buat kamu kan."
"Gak tuh" Caramel memalingkan muka.
jensen mengenggam tangan Caramel,dan menatap sang gadis,walaupun yang ditatap tak mau menghadapnya.
"Caramel!,aku bukan orang yang peka aku juga bukan orang yang romantis. Dari sekarang maupun kalau kita sudah nikah pun kamu gak bakal nemuin sikap romantisku,tapi yang harus kamu tau aku gak akan buat kamu menderita dan berjanji akan selalu buat kamu bahagia?"
Caramel luluh.
Gadis itu perlahan menatap Jensen yang masih setia menatapnya. Ayss dia sudah seperti anak kecil yang merajuk hanya karena tidak dibukakan pintu.
"Maaf ya ratu." Goda Jensen.
Caramel mengangguk.
Caramel balik mengenggam tanganJensen.
"Maafin aku juga ya,aku yang gak ngertiin kamu."
"Emm!,udah dong jangan ngambek lagi,kita pulang ya ratu?"
"Iyaaps raja."
Mereka sama-sama tersenyum,Jensen memang mampu membuat suasana ceria kembali walau hanya sedikit rayuan. Dan Caramel menyukai itu.
Ditengah perjalanan pulang,Caremel meminta jensen meminggirkan mobil,karena ia melihat pedagang bakso langganannya lewat. Astaga Jensen yang melihat kelakuan Caramel hanya bisa tersenyum,tetap bagaimana pun sifat Caramel Jensen akan tetap mencintainya.
"Kamu mau bakso ngak?" Caramel melirik Jensen yang memainkan hp, Jensen menoleh kearah Kara.
"Boleh tuh."
"Oke"
__ADS_1
"Mang,bakso dua makan didisini."
"Eh non Caramel,siapa aden ini non ganteng pisan?" Tanya mamang bakso penasaran.
"Calon suami Caramel,mang" Jawab tegas Jensen,sedangkan sang gadis yang dimaksud hanya tersipu malu.
"Cocok non,mamang setuju,oh ya bakso dua ya non?"
"Iya mang,kita tunggu di bawah pohon itu."
"Siap non"
Sambil menunggu bakso yang mereka pesan,Jensen mengajak Caramel mencari tempat yang teduh,Jensen mengandeng tangan Kara dengan erat,membuat pipi gadis nya memerah seperti tomat.
Tak lama mereka menemukan tempatnya,dibawah pohon rindang dengan pemandangan danau yang indah. Jensen hanya diam menikmati pemandangan sedangkan Caramel sedari tadi mengedarkan pandangannya,banyak muda- mudi yang sedang menikmati kebersamaan. Enak ya mereka pasanganya romantis,lah punyaku.
Caramel menekuk wajahnya,tak ayal usahanya berhasil membuat Jensen menatap nya intens.
"Kenapa sih kok mukanya ditekuk?."
"Gak!,bosen aja nunggu bakso nya lama" Caramel beralasan. Tapi bukan Jensen nama nya jika tak peka terhadap apa yang Caramel rajukkan.
"Masa sih?,coba deh kamu hadap aku sekarang,aku mau kasih tau kamu sesuatu."
Caramel mendekat "Apaan sih?."
"Jangan cemberut terus,kamu bikin aku gak tahan" Ucap Jensen dengan nada sensual,membuat Kara bergelidik ngeri,dilirik nya Jensen yang ternyata menampakkan senyum menyeringai,
wah bahaya nih.
Caramel langsung diam tak berkutik,sedangkan Jensen terkekeh melihat tingkah Caramel,dia emang lucu.
"Maaf non,aden,ini bakso nya."
"Oh,makasih ya pak" Sambut Jensen.
"Sama sama non,aden,mamang permisi"
Jensen dan Kara mengangguk serempak.
Jensen dan Kara segera memakan bakso dengan lahap,"Aaaaaa bukak mulutnya?."
Hah,Caramel terkejut tiba tiba jensen ingin meyuapinya,"hup,nyam nyam nyam."
"Kamu bilang gak bisa romantis,lalu ini namanya bukan romantis?." Caramel menatap Jensen.
"Bukan,kalo menurut aku ini tu bentuk perhatian kepada orang yang di sayang."
"Yayaya,terserah deh."
"Sayang?."
"Hemm."
"Ciee nyahutni di panggil sayang."
"Ihh,nyebelin deh,kenapa?."
"Hem,kita langsung nikah yuk?."
_________
Setelah selesai makan bakso berdua. Kara dan Jensen tak langsung pulang melainkan Jensen mengajak Caramel untuk pergi ke suatu tempat.
Dan jangan lupakan pertanyaan dari Jensen yang mengajak Kara menikah. Meski Jensen tak terlalu serius mengatakannya. Tapi, walau hanya beberapa kata nyatanya masih terngiang-ngiang diingatan Kara.
Walau ia telah menjadi pacar dari Jensen dan Menerima Jensen. Ia ,Belum ada sedikit pun cinta yang dirasakan Kara untuk sang kekasih.
__ADS_1
"Kita mau kemana sih?,ini udah mau gelap?" Kara bertanya pada Jensen yang pokus menyetir.
Jensen menoleh kearah Kara "Liat aja nanti."
"Ihh!,gajelas!"
Jensen hanya membalas dengan senyuman,selepas dari makan bakso dengan Kara. Jensen ingin mengajak Kara menikmati senja dipinggir pantai. Jensen memang tak mengatakannya pada Kara,biarlah jadi suprise.
Sekitar 30 menit. Mereka berdua sampai di pantai favorit Jensen.
"Waw!!,kamu tau aku suka senja?"
Jensen menyengir "Apa sih yang aku tau dari kamu."
Caramel berlari menyapa ombak,ia tak menghiraukan Jensen. Caramel memang sangat menyukai senja apalagi itu dipinggir pantai dengan pemandangan yang luar biasa.
Sedangkan,Jensen hanya duduk di bangku kayu yang tersedia disana. Ada kesakitan tersendiri saat ia dihadapkan pada tempat ini lagi. Yah tempat kenangan Jensen bersama sang mendiang istri.
Jensen termenung. Ia mengingat masa kelamnya setelah kehilangan istrinya dan dia meluapkannya disini,dilaut ini. Jensen meneteskan air mata ketika masih dia rasakan sang mendiang istri memanggilnya untuk bermain air bersama,disini juga ia melamar Anesya. Sakit karena ia sudah kehilangan belahan jiwa.
Dan sekarang dia mengajak Caramel. Calon ibu dari anaknya,calon pengganti anesya.
Caramel yang sedang asik bermain air,berhenti sejenak untuk mengajak Jensen bermain bersamanya.
Ketika langkah Kara sudah dekat menuju sang kekasih. Terlihat krystal bening turun dari mata Jensen. Caramel tentunya binggung.
Dengan langkah cepat Kara duduk disamping Jensen. Mengamati Jensen yang tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya.
"Jensen,kamu kenapa?" Kara mengusap punggung tegap Jensen.
Jensen menoleh,dengan senyumnya "Gak apa-apa,kok berhenti mainnya bentar lagi aku nyusul." Alasan.
"Kamu bohong!!,kamu kenapa?"
Tak sanggup lagi. Tanpa menjawab pertanyaan Kara,Jensen langsung memeluk erat Kara. Menumpahkan semua sesak di hatinya,Jensen menangis tersedu-sedu.
Kara membalas pelukan jensen. Dibawah pohon yang sunyi. Hanya ada isakan Jensen. Kara tak berani bertanya lagi,biarlah Jensen yang cerita.
Usapan tangan Kara menenangkan Jensen. Jensen merasa Kara memang pengganti dari Anesya,Jensen melonggarkan pelukan.
Ditatapnya Caramel dengan sendu.
"Aku sayang sama kamu Kara,dari pertama melihat kamu aku sudah merasa kamu memang jodohku,aku mohon sama kamu jangan pernah tinggalin aku."
Caramel yang mendengar pengakuan Jensen hanya terdiam,ia tak tau harus menjawab apa. Masih diam terpaku Jensen tetap melanjutkan ucapannya.
"Aku mau kamu jadi pendamping hidupku,jadi ibu dari anak-anakku?", "Mau kan Kara?"
Caramel terpaku,pertanyaan ini mampu membuatnya bingung. Ia belum bisa mengatakan "iya" pada Jensen.
Caramel menunduk"Maaf Jensen!"
Dua kata yang Kara ucapkan sudah membuat Jensen mengerti. Memang ia seperti tergesa-gesa tanpa memikirkan Kara.
"Iya gak apa-apa kok!"
"Yaudah yuk pulang." Ajak Jensen sembari berdiri.
Kara mendongakkan kepalanya "Jensen,maafin aku udah ngecewain kamu,aku gak bermaksud untuk no..."
"Suutttss" Jensen tersenyum, "Gak apa- apa sayang,aku ngerti,maafin aku juga ya udah terlalu terburu-buru untuk hubungan kita,aku emang egois gak mikirin perasaan kamu."
MAAF SEBELUMNYA READERS AUTHOR
AUTHOR LUPA UP😂
SALAM HANGAT DARI AUTHOR.
__ADS_1