
Happy reading.
•
•
Pertemuan dengan willora pagi ini masih membekas di ingatan Kara,anak itu begitu imut,anak yang manis tapi sayang ibu nya telah meninggal,Kara sudah berjanji akan bertemu lagi dengannya di mal esok pagi,Kara harus datang kasian Willo,baru bertemu sekali saja Kara sudah sangat sayang kepada anak itu.
Kara melajukan arah mobil nya menuju kampus,dia berharap ia tidak telat lagi,di lirik nya alroji yang melekat di pergelangan tangan nya,ternyata masih jam 06:30,Kara masih memiliki waktu 30 menit lagi.Setelah menempuh cukup lama akhir nya mobil yang dikendarai nya sampai,Kara bergegas memparkir kan mobilnya.
"Pagi pak satpam!" Sapa Kara hangat pada satpam kampus
"Pagi juga non cantik, eh ya non,non namanya siapa ya biar bapak mudah manggilnya?"
"Oh nama saya Caramel pak "
"Wah nama yang cantik." Puji pak satpam.
"Kayak orangnya!" Lanjutnya cengengesan.
"Makasih pak saya masuk dulu pak."
"Iya non,semangat!"
"Hahaha,oke pak"
Sejauh ini Kara belum mempunyai masalah di kampus,hanya satu dan itu dari pak dosen galak.
Mengingat nya membuat Kara ingat ke jadian kemarin,ia bingung untuk apa kemarin si dosen itu meminta nya menuliskan nama nya di buku biasa,bukankah biasanya harus di buku khusus mahasiswi,aneh??.
"Caramel!" Panggil Ninda, Kara cepat menoleh kearah sumber suara terlihat Ninda seperti sedang menunggu seseorang. Kara menghampiri Ninda.
"Pagi Ninda yang cantik." Sapa Kara pada
Ninda,repleks Ninda terlihat tersipu malu.
"Ayyss Caramel bilang Ninda cantik,harusnya Ninda yang bilang gitu ke kamu."
"Emang kenapa harus Ninda yang bilang gitu?"
"Yaaaa kan Caramel yang lebih cantik."
"Kamu lebih cantik Nin!"
"Kamu lebih cantik Kara!"
"Udah udah malah jadi ribut kita,kamu nungguin siapa nin?"
"Emm nungguin temen Ea,tapi belum dateng,,eh itu dia pucuk dicinta ulan pun tiba." Ucap ninda senang.
Kara mengikuti arah pandang Ninda,terlihat seorang pria bertubuh tinggi sedang mendekat ke arah Kara dan Ninda.
"Rikooo!!" Teriak Ninda sembari memeluk pria itu,Caramel tidak mau tahu-menahu siapa pria itu,toh dia juga baru kenal dengan Ninda.
"Ninda" Sambutnya membalas pelukan Ninda.
__ADS_1
"Duduk Riko,eh tunggu kenalin dong temen gue."
Mereka berdua melirik kearah Kara,Kara pun repleks tersenyum tak kala mereka mengalihkan pandangan mengarah padanya.
"Oh hai!!, Riko Dinata" Perkenalan nama teman Ninda.
"Caramel" Sambut Kara
RIKO POV
Namaku Riko Dinata umur 24 tahun,vakultas ekonomi,hari ini aku mau ketemu sahabat lamaku Ninda Andini,kebetulan dia kuliah di kampus yang ingin ku masuki.
Itu dia,kulihat dia sedang berbincang dengan seorang temannya,dari jauh saja sudah kuketahui jika temannya cantik.
"Rikoo!" Sapa Ninda sembari memelukku.
"Ninda!" Jawabku membalas pelukkannya.
Aku dipersilahkan duduk olehnya.
"Duduk Riko,eh tunggu kenalin dong temen gue" Binda menimbali.
Kulirik dia teman Ninda,gila cantik banget
matanya yang sipit,serta pembawaan nya yang elegan,langsung masuk kiteria idaman gue. Parah gue harus cepat cepat pdkt nih sebelum keembat sama yang lain.
"Oh hai!, Riko Dinata" Perkenalan namaku padanya,dia menyambut uluran tanganku.
"Caramel" Jawabnya suara nya lembut.
Namanya cantik kayak orangnya,entahlah pertama melihatnya saja aku sudah tertarik.
Setelah pertemuan dengan teman dari Ninda yang sedikit aneh itu. Kara dan Ninda masuk kelas,untunglah si Riko itu beda vakultas dengan Kara dan Ninda.
"Nin hari ini dosen pertama kita siapa ya?" tanyaku Kara pada Ninda.
"Dosen yang hukum kamu kemarin Ara!"
Kara terdiam sejenak, lagi lagi dosen galak bernama Jensen itu,huh! menyebalkan.
"Kenapa emang nya Ra?"
"Em gk apa apa sih nin cuma pengen tau aja."
"Tau gak Ra,pak Jensen itu galak kalo telat 1 detik aja masuk pelajarannya bisa bisa kita dihukum keliling lapangan kayak kamu!"
"Hah masa!!!,satu detik Nin dihukum,gila sih itu."
"Iya,yaudah yuk Ra kita masuk"
Kara dan Ninda segera masuk ke kelas dengan tergesa gesa,tak berselang lama datanglah sang dosen pemilik muka datar,siapa lagi kalau bukan pak Jensen.
"Selamat pagi,dan selamat datang untuk mahasisiwi baru!" Ucapnya menghadap kearah Caramel.
"Pagi pak" Jawab serempak para murid.
__ADS_1
"Baik saya akan menjelaskan materi seperti biasa."
Pada saat pelajaran berlangsung Caramel melamun.
Dosen galak ternyata sangat hebat,dia menjelaskan semuanya dengan terperinci
pantas banyak yang mengagumi dia guman Kara dalam hati.
"Untuk anak baru tolong perhatikan laptop kamu jangan melamun!"
"Caramel" Bisik Ninda sambil mengoyangkan lengan Kara.
"CARAMEL QUEENASYA!"
"Eh eh iiii iy- iya pak bapak manggil saya?" jawab Kara.
Aduh ada apa dengan Kara,ternyata dia melamun,dilirik nya pak Jensen tatapannya seperti ingin membunuh mangsanya dengan susah payah Kara menelan ludah nya sangking takut nya dimarahi dosen.
"Saya peringat kan jangan melamun,perhatikan pelajaran yang saya berikan,apa yang kamu pikirkan?" Tegas pak Jensen.
"Maaf pak saya minta maaf." Ucap Kara tulus,duhh malunya.
"Nin kok gak bilang sih?" Bisik Kara menanyakan pada Ninda disamping nya.
"Gak bilang pala lu peang,udah gue peringatin lo ya Ra,lo nya aja yang keasikan." Jawab Ninda
JENSEN POV
Hari yang melelahkan,sebenarnya ingin sekali ambil cuti dan bermain bersama Willora putriku.
Kuhampiri Willora yang sedang sarapan.
"Selamat pagi Willo sayang." Sembari menciumnya .
"Celamat pagi juga ayah!"
"Ayah hari ini Willo mau beli mainan ya di mal ya, ada mainan baru ayah?"
"Mainan yaudah boleh tapi hati hati ya"
"Siap kapten!" Ucapnya menirukan prajurit ,uhh gemasnya.
"Ayah berangkat ya"
"Dah ayah" Lambaian tangan mungil nya.
Ayah janji Willora,ayah akan mencarikan ibu terbaik buat Willo,yang menerima Willo,yang menerima ayah,dan yang menyayangi kita dengan tulus seperti almarhumah Anesya.
Mengingatmu Anesya,aku rindu.Eindu Nesya,lihatlah putri kita sudah besar,dia tumbuh cantik sepertimu,mengapa kamu ninggalin aku secepat ini sayang,kau tau disaat Willora menangis karena rindu padamu akan kuajak dia melihat bintang,ku katakan padanya bahwa kamu menjadi bintang yang akan selalu ada untuk dia dan menjaganya sepanjang waktu...hahaha dan dia menangis.
Aku belum menemukan penggantimu,rasanya sulit sekali membuka hati ku untuk kedua kalinya,aku takut,takut untuk kehilangan lagi!!.
tapi entahlah kemarin aku melihat seorang gadis yang mengarahkan feeling ku,,dialah ibu yang cocok untuk Willora.
Gimana nih gays?, jangan bosan bosan baca cerita halu author ya.
__ADS_1
Salam hangat dari author.
Koment, like nya biar semangat.