
happy reading💛
•
•
Mendapat telpon dari Jensen yang menyuruh Caramel untuk keruangannya,membuat Caramel harus beralasan dengan susah payah kepada kedua sahabat nya,bukan ia tak ingin jujur tapi ia belum siap mengatakannya pada sahabatnya itu.
"Nin,Yur,gue minta maaf ya gue kayak nya gak bisa makan bareng kalian berdua,gue ada urusan mendadak bentar."
Pamit Caramel sembari berdiri dari
duduknya. Tapi saat akan melangkah tangganya ditahan oleh Ninda dan Yura.
Caramel berbalik arah memandang kedua sahabatnya.
"Urusan gimana,penting gak?, kita bantu ya Ra,takutnya lo gak keselesai sendiri" Nyeleneh Ninda.
"Eeng-engak usah Nin Yur,gue bisa sendiri kok,bentar aja ya,kalo udah masuk kalian masuk kelas aja gak usah nungguin gue." Jawab Caramel meyakinkan sahabatnya.
"Bohong kan lu,lagian nih ya kita gak diizinin keluar kampus kalo belum pulang,kalo urusan di kampus sama siapa,temen lo kan cuma kita berdua,curiga gue?" Tebak Yura.
Caramel seperti mati kutu. Yura dan Ninda terlalu sulit dibohongi. Tapi,Caramel juga gak mungkin bilang dia diajak Jensen makan bareng.
"Lu gak percayaan banget bentar aja ya,gue udah ditunggu!,lagian tu makanan kalian udah dateng,gue pergi ya dahh."
Caramel langsung melepaskan tanggannya dari Ninda dan Yura dan segera berlari takut kedua sahabat nya mengejar.
Dengan nafas ngos- ngosan,Kara mengetuk pintu ruangan Jensen.
"Masuk!" Suara dari dalam ruangan.
Caramel segera memutar knop pintu,dan dilihatnya Jensen sedang melihat- lihat berkas. Tanpa disuruh Caramel langsung duduk di sofa ruangan Jensen. Dilirik Caramel ada air minum di meja kerja Jensen dan tanpa pikir panjang Caramel segera bangkit mengambil minum dan meneguknya hingga tandas.
Kegiatan Caramel meminum air tak lepas dari pandangan Jensen.Melihat keringat Kara yang menyucur menyusuri leher jenjangnya,membuat pertahanan Jensen hampir goyah,Jensen segera memalingkan wajah nya agar ia tak lepas kendali.
setelah dilihat Jensen Kara selesai minum barulah ia bertanya.
"Kamu abis dikejar maling,sampe segitunya?"
"Ini semua gara kamu tau,makanya kalo nyuruh tuh jangan mendadak,susah cari alasan aku nya." Kesal Kara
Melihat rengekan yang dikeluarkan Caramel tak membuat Jensen merasa tersudut kan. Tapi malah membuat nya mengembangkan senyumnya melihat tingkah laku Caramel yang merajuk padanya.
"Ya sudah aku minta maaf,sekarang ayo kita makan kamu pasti laper,aku udah pesenin dari delivery."
"Tau aja aku laper,ternyata pak dosen orang yang peka." Jawab Kara terkekeh.
Tak menunggu lama,Jensen dan Kara segera menyantap makanan mereka. Kara makan sangat lahap yang menimbulkan tawa dari Jensen.
"Kok ketawa ada yang lucu?" Tanya Caramel dengan mulut penuh.
"Jangan buru-buru makannya,masih banyak juga,kamu laper apa rakus sih?,seharusnya ya jadi perempuan tu yang sopan,anggun kalo makan,lah kamu..."
"Biarin!,kalo gak suka ya jangan diliat,aku tuh emang gini apa adanya,kalo kamu gak suka ya tinggal batalin."
"Apa nya yang dibatalin?"
"Perjodohannya lah"
Dengan sepontan jensen menjawab
"Ya aku gak mau lah apa-apaan sih kamu!"
__ADS_1
"Ya jawabnya biasa aja dong!,kayak mau nelen orang,jadi gak mau,kok gak mau sih?"
"Ya-ya gak mau aja" Sial Jensen menjawab nya dengan gugup.
"Ehhm-ehmm,,ciieee udah mulai suka ya?" Goda Caramel.
"Gak ya!,pede banget kamu,udah ah cepetan makannya bentar lagi masuk."
Saat caramel akan mengeluarkan hp dari dalam tas nya,tiba tiba surat yang di berikan oleh Ninda dan Yura ikut terjatuh dan hal hasil berserakkan di lantai. Caramel segera memungut surat itu.
Jensen yang melihat Kara kesusahan langsung membantu Kara.
Saat Jensen hendak memberikannya pada Caramel,ada sesuatu yang ganjal menurutnya.
Kenapa surat ini,hampir semua berbentuk hati batin Jensen.
"Ini kertas apa sih?" Tanya Jensen penasaran.
"Oh ini tu surat"
"Surat?"
"Iya surat buat aku,tadi sih dititipin ke Ninda sama Yura terus dikasih ke aku."
Mendengar kata surat,Jensen tanpa pikir panjang merebut semua surat yang ada ditangan Caramel,entah kenapa mendengar Caramel mendapat kan banyak surat berbentuk hati membuat emosi Jensen ingin meledak,Jensen segera membuka salah satu surat itu.
"Surat dari cowo,ini dari cowo semua Caramel?,apa-apaan ini!!"
"Iya dari cowo,kenapa sih,sini kembaliin suratnya,kok di rebut semua sih aku tuh belum baca!"
"Gak boleh kamu gak boleh baca ini,aku larang kamu baca" Jensen tersulut emosi.
"Ya jangan dong!, kasian mereka udah cape-cape nulis masa gak dibaca."
"Kamu kenapa sih?,pake acara bentak-bentak pula,emang kenapa?,apa hak kamu ngatur-ngatur aku,kita tu gak punya hubungan ap..?"
Cup
Belum selesai apa yang dibicarakan Caramel,Jensen langsung mengecup bibir pink milik Caramel.
Caramel yang merasakannya bibirnya basah langsung terbelalak,Jensen mencium bibirnya,first kiss nya diambil Jensen.
Cukup lama Jensen menekan ciumannya pada Kara,tanggannya juga ia gunakan untuk menahan tengkuk Caramel untuk memperdalam ciumannya tanpa adanya l*****n.
Setelah cukup lama Jensen melepas kan ciuman mereka,ditatapnya Caramel yang masih diam terpaku.
Tangan Jensen beralih pada rambut Caramel dan menjumput nya ke belakang telinganya.
Matanya menatap lekat bibir yang baru saja ia cium yang sedikit memerah itu,mungkin karena Jensen terlalu menekan ciuman mereka.
Kini Caramel menatap Jensen,mereka saling menatap satu sama lain.
"Jangan dibaca,aku gak suka kamu baca pujian cowok lain ke kamu,walau aku tau kamu emang pantes untuk dipuji mau pun diidamkan,tapi jangan dibaca ya,kita emang belum punya hubungan apa- apa,tapi aku bener-bener gak suka jika ada cowok lain yang terang-terangan bilang suka sama kamu!" Ucap Jensen lembut sembari memegang kedua tangan Kara.
Caramel hanya diam meresapi kata perkata yang diucapkan Jensen,dan mengangukkan kepala,kemudian ia bersuara.
"First kiss aku kamu ambil."
"Hah!!,oh ya?" Jensen terkejut.
Caramel mengangguk.
Tanpa aba-aba Jensen langsung memeluk Caramel erat,membawa nya dalam rengkuhan tangannya. Caramel yang awalnya terkejut kini membalas pelukkan Jensen,melingkarkan tanggannya di pinggang Jensen.
__ADS_1
"Kara?"
"Ia"
"Kita mulai dari awal ya,mau gak kamu jadi pacar aku?,kita pacaran dulu biar lebih kenal satu sama lain,mau gak?" Tanya Jensen serius.
Caramel melepaskan pelukkan mereka,ditatap nya lekat mata Jensen,mencari keseriusan dari ucapan pria itu,tapi sepertinya Jensen memang serius dengan ucapannya.
"Kamu yakin mau pacaran sama bocah ingusan?" Tanya Kara.
"Iya yakin." Jawab Jensen mantap.
"Aku sih oke oke aja."
"Jadi!,jadi kita pacaran nih?,kamu terima akau jadi pacar kamu?"
"Sepertinya" Jawab Kara sambil tersenyum.
"Makasih ya sayang" Jensen memeluk Caramel lagi.
"Sayang?"
"Iya sayang panggilan baru aku untuk kamu." Godaa Jensen.
"Bagus gak?" Tanya Jensen lagi.
Caramel hanya terseyum geli,mendengar panggilan Jensen untuk nya.
"Geli rasanya,aku belum terbiasa."
"Yah mulai sekarang harus dibiasakan,jadi kita buang ya suratnya?" Jensen meminta persetujuan dari Kara.
"Iya udah dibuang aja jangan dibakar,kasian" Usul Caramel.
Jensen dan Caramel membuang semua surat yang didapat Caramel kedalam kotak sampah.
Tak berselang lama.
Ting ting ting
bel masuk berbunyi.
"Nah tuh,bel nya udah bunyi sana masuk kelas,belajar yang rajin ya sayang."
"Jadi cerita nya ngusirni." Cemberut Caramel.
"Bukan ngusir sayang!,kamu cari ribut ya,ntar aku cium lagi mau."
"Eh engak-engak,yaudah aku aku masuk kelas dulu,dahh." Pamit Kara bergegas mengambil tas nya.
"Hahaha kamu lucu deh,,yaudah dahh." Jensen terkekeh melihat tingkah konyol Caramel.
Untung saja udah bisa keluar,,kalau gak bisa disantap singa aku. Guman Kara.
Dengan langkah pelan Kara berjalan menuju kelasnya,dengan sesekali memegang bibirnya. Caramel merasa ciuman itu masih membekas diingatan nya bagaimana pertemuan dua bibir itu terjadi seketika.
Huh bisa gila aku kalo gini,ini semua gara-gara dia,pake acara ganti panggilan jadi sayang pula lagi,,aduh jatuh cinta beneran nanti gue, batin Caramel.
Hai readers,author balik lagi,jika cerita nya gak nyambung harap dimaklumi ya readers,author masih baru😂.
like sebanyak banyaknya,koment nya jangan lupa biar semangat ngetik😂.
salam hangat dari author💛
__ADS_1