
Happy reading:)
•
•
CARAMEL POV
Apakah mama dan papa akan tega menikah kan ku dengan duda anak satu,hum siapa ya dia,aiisss memikirkannya saja aku tidak bisa,biarlah toh kalau tidak suka tinggal batalkan.
Aku berangkat kampus lebih awal kali ini,aku tidak mau si dosen galak itu semena mena dengan ku.
Setelah berpamitan dengan mama dan papa aku berangkat kekampus,sebenarnya tidak mudah berangkat kekampus hari ini,semua gara gara perdebatanku dengan mama yang ingin aku segera menikah,dan sialnya papa menyetujuinya.
-----------
"Ternyata lumayan enak bawa mobil sendiri,lebih bebas."
Ya hari ini Kara diizinkan memakai mobil sendiri dan semoga seterusnya.
Kara membawa nya dengan kecepatan sedang,sambil melihat kiri kanan untuk memilih mal yang ingin ia masuki.
Kara ingin membeli beberapa buah buahan untuk stok dirumah,Kara melangkahkan kaki menuju pintu masuk mal ,dilihat nya senyum hangat pelayannya.
"Selamat datang dan selamat berbelanja."
Sapa mbak berbaju merah serempak dengan teman temannya yang lain
dan di jawab Kara dengan mengembangkan senyum nya.
Kara menyusuri setiap sudut yang menawarkan banyak pilihan,lalu ia pergi menuju sudut dimana buah buahan berada,Kara memilih buah yang yang ia mau,apel itu pilihan nya yang pertama,entah karena mungkin itu buah kesukaannya kali ini.
Tiba tiba
"Hiks hiks hiks bunda!" panggil seorang anak perempuan yang memeluk kaki Kara.
Astaga Kara terkejut seperkian detik
apa katanya bunda,apakah anak ini salah memeluk orang.
Kemudian datanglah perempuan paruh baya yang menenangkannya.
"Maa maaf non,maafkan non Willo yang memeluk non!" Ucap sang ibu.
"Oh tidak apa apa buk,dia anak ibu?" Tanya
Kara.
"Bukan non,dia anak majikan saya." Sanggah ibu cepat.
__ADS_1
"Oh!"
Kara melirik kebawah anak itu ternyata ia masih memeluk kaki Kara,Kara menurunkan tubuh nya menyamakan tinggi dengan anak kecil itu,dan lihatlah dia,imut sekali krystal bening mengupuk di matanya,dia menangis rupa nya.
Cantik
"Hei cantik kenapa nangis?" Tanya Kara lembut.
"Bunda!" Dia beralih memeluk Kara dengan erat.
"noo noon dia bukan bun....."
Kara menaruh jari telunjuk nya didepan bibir,memberi kode bibi pengasuh nya agar tidak melanjutkan kalimat nya
dan di jawab anggukan oleh sang bibi.
"Ke- kenapa sayang?" Kara sedikit agak tak nyaman dengan pangiilan yang dia ucapkan sang anak kepadanya ,namun Kara ingat dengan kalimat yang anak itu ucapkan kembali ternyata dia tidak sedang salah panggil dia mengulangi lagi sebutan bunda yang ia tujukan pada kara.
"Bunda,willo pengen beli mainan boneka."
jawab nya dengan sesegukan.
Kemudian di longgarkannya pelukannya pada Kara,dia memandang Kara dengan sendu,,ahh dia imut sekali!.
"Bunda?"
"Iya" Ternyata nama nya Willo.
"Kenapa bibi tidak beli kan saja,kasian Willo dia nangis pengen boneka bi?"
"Sudah non suda saya belikan,tapi non Willo tidak mau jika bibi yang membelikan,dia ingin bundanya yang membelikannya!"
"Memangnya bundanya kemana bi?" Selidik Kara.
"Udah meninggal non!" Ucap bibi berbisik,
astaga untung saja dijawab bibi secara pelan kasian sekali dia,masih kecil sudah ditinggal ibunya.
Kara menatap anak cantik didepan nya,belum hilang sesegukan bekas tangisan nya,tak tega rasanya.
Kara akhirnya mengalah .
"Bunda ayoo, ayo beli mainan bunda." Dia menarik Kara menuju tempat permainan.
"Iya iya ayo sayang kita beli mainan."
"Willo mau yang ini bunda." Tunjuk nya pada boneka beruang didepan.
"Yaudah bunda ambilin dulu ya." Hm Kara seperti sudah mempunyai anak saja,tapi jika anak nya lucu seperti Willo sih Kara juga mau.
__ADS_1
"Ini dia boneka buat willo."
"Ye ye ye,lihat bibi bunda beliin Willo boneka cantik kayak bunda Willo" Ucapnya senang.
Kara bahagia dalam sekejap.
Oh tidak,tapi Kara harus kekampus.
"Willo,,emm bunda pergi dulu ya bunda mau sekolah dulu oke?"
"Tapi bunda,willo mau main sama bunda!"
Bola mata krystal itu kembali mengenang
dia memeluk Kara dengan erat.
"Tapi sayang bunda harus pergi,besok kita main lagi ya." Ungkap Kara meminta persetujuannya,di lirik nya sang bibi pengasuhnya agar membantu Kara.
"Iya non besok kita main lagi sama bundanya non." Rayu sang bibi
tapi Willo tidak melepaskan pelukannya pada Kara,bagaimana ini.
"Willo bunda janji besok kita main lagi ya sayang besok bunda beliin Willo boneka lagi mau kan?" Sepertinya berhasil dia melonggarkan pelukannya.
Kara menatap manik hazel miliknya,ya tuhan anak siapa ini lucu sekali melihat wajahnya dan matanya seakan Kara tak bisa mengatakan tidak padanya.
"Benelan bunda?" Tanyanya meyakinkan.
"Iya sayang janji!" Kara mengarahkan jari kelingking nya sebagai tanda janji pada Willo dan Willo pun sama,lucu sekali Kara mencium pipi gembilnya dan di tatap nya sekali lagi mata hazel milik Willo.Benar-benar cantik.
"Bunda pergi dulu ya,besok kita ketemu lagi,disiini oke!"
Cup
Willo mencium pipi Kara,lalu tersenyum.
"Willo cayaaangggg bunda."
"Bunda juga sayang Willo."
"Dah bunda"
"Dah sayang"
Salam hangat dari author.
Koment sepuasnya.
Like jangan lupa.
__ADS_1
Jadikan yang terfavorit ya.