BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 12


__ADS_3

Happy reading:)




Matahari pagi menyambut kemenangan cerah nya dunia membuat siapapun betah walau hanya menyapa lewat mata.


cahaya masuk melewati gorden kamar caramel yang menyebabkan terbuka nya iris mata coklat sang gadis cantik.


Pagi ini Caramel sangat semangat menyambut pagi hari,tidak seperti biasa nya yang susah bangun tapi tidak untuk hari ini


perasaannya bahagia,bahagia karena ia akan bertemu dengan anak cantik yang memanggil nya bunda kemarin.


Mengingat Willora membuat Caramel berdecak kagum. Siapa ayah Willora,ayah yang mampu menjadi ayah sekaligus ibu untuknya,itu sungguh luar biasa.


Setelah mandi pagi Caramel bergegas menuruni tangga,Caramel sangat sangat bersemangat,hari ini Kara memakai jumpsuit dengan garis hitam putih dan dalaman kaos putih polos serta tak lupa snikers berwarna putih,rambut nya ia ikat ekor kuda,sangat pas sekali.


Caramel menuruni tangga dengan senyuman manis nya,dilihat nya sudah ada papa dan mama di meja makan.


"Pagi papa ku selamat pagi juga mama ku"


Sapa hangat Caramel.


"Pagi juga sayang" Sapa serempak papa dan mama.


"Wih anak papa,semangat banget nih pagi ini,mau ketemu pacar ya." Goda papa.


"Ih papa,Caramel gak punya pacar ya."


"Masa sih,masa cantik cantik jomlo sayang." Lanjut papa.


"Gak apa apa jomlo pa,asal bahagia dari pada punya pacar tapi galau terus kan."


"Hahaha,Caramel-caramel kamu ini ya bisa aja." Sahut mama.


"Yaudah deh,semangat gini mau ketemu siapa sih,soalnya gak mungkin kamu semangat begini cuma buat kuliah." Ledek papa.


"Haha papa bisa aja,itu loh pa ma Caramel mau ketemu anak yang kemarin di mal."


"Anak di mal???" Tanya papa.


"Jadi gini pa kemarin Caramel abis belu buah,nah dateng-dateng ada anak kecik perempuan yang meluk kaki Caramel sambil manggil Kara itu bunda,nah cara kira dia salah orang ternya gak pa ma!" Jelas Caramel pada sang papa.


"Ternyata gak gimana sih Caramel,jangan bikin bingung deh." Ungkap papa.


"Ternya gak salah orang pa,anak itu emang manggil Kara bunda emang inisiatif nya sendiri,terus Kara tanya kan sama itu anak,dia bilang pengen dibeliin mainan,pas Kara lirik bibi pengasuh nya,kata bibi nya dia udah gak punya ibu lagi,kasian deh pa ma masih kecil udah gak punya ibu." Jelas Caramel panjang lebar.


"Kasian ya sayang anak itu,pengen diangkat jadi cucu papa kalo kayak gitu."


"Maksud papa jadi anak Caramel gitu??."


"Iya sayang jadi anak kamu,cucu mama sama papa,lagian dia juga udah manggil kamu bunda kan." Jawab mama.


"Kara sih mau ma sama anak nya,,tapi ya kali ma kara harus nikah sama duda,gak mau kara ma." Sergah Kara cepat.


"Terserah kamu sih,,lagian Kara kamu jangan sampai lupa ya,kamu kan mau papa sama mama kenalin sama seorang duda juga." Peringat papa.


"Iya papa,Kara inget kok,tapi janji loh pa ma kalo Kara gak suka kita batalin ."


"Papa sih jamin kamu suka" Ucap papa sambil berdiri.


"Yaudah papa berangkat ke kantor dulu ya" Ucapa papa sembari mencium keningku dn mama.


"Hati hati pa. "

__ADS_1


"Yaudah ma kara berangkat juga ya,mau agak pagi lagi biar gak telat" ucap kara sembari terkekeh.


"Hati hati ya sayang,kalo ada apa apa langsung telfon mama,oke"


"Oke mama ku sayang,dah ma." Lambaian tangan mama mengiringi langkah menjauh keluar.


Kara melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang melesat di jalan raya,bersenandung menabuh musik dengan iringan lagu kesukaannya.


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous I couldn't speak


In that very moment


I found the one and


My life had found its missing piece


So as long as I live I love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


What we have is timeless


And with this ring I


Say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I love you


Will haven and hold you


You look so beautiful in white


And from now 'til my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful


in whiteTonight.


 


Beautiful in white.


By shane filan.

__ADS_1


 


Setelah beberapa menit melajukan mobil nya dijalan raya,Caramel akhirnya sampai di tempat tujuannya menemui anak cantik kemarin,memenuhi janji nya kepada Willora.


Caramel memutarkan arah pandang mencari orang yang ia cari.


Itu dia,dilihatnya seorang anak yang sangat ia ingat wajahnya sedang berlari dari arah taman menuju tempat nya berdiri,dengan teriakan kencangnya.


"Bundaaaaa!"


Caramel menangkap pelukan hangat dari Willora,menyapu pungung Willora agar nyaman berada dipelukannya.


"Hai Willo."


"Hai juga bunda." Sapa Willo hangat ia tersenyum sangat manis ada genangan krytal di upuk matanya


"Willo udah makan sayang." Tanya Caramel.


"Udah bunda" Jawabnya mengemaskan.


"Bibi liat deh bunda nya Willo cantiiik banget ya."


Bibi dan Caramel tersenyum.


"Iya non cantik kayak non."


"Oh ya Willo,bu bunda punya boneka loh buat Willo."


"Apa iya bunda" Tanya Willo tak yakin.


"iya sayang bener,tapi boneka nya dimobil kita ambil yuk."


"Ayok bunda" Ucapnya semangat.


Mereka melangkah menuju mobil yang terparkir di luar.


"Taraaaa supraise."


"Wahhh!!!, bagus banget bunda boneka nya" Sambut antusias Willora,di peluknya boneka dengan bahagia,lalu beralih menatap sang pemberi.


"Bunda peluk"


Kara tak menjawab melainkan membuka lebar tangannya menandakan izin untuk Willora untuk memeluk nya.


"Sini sayang,sini bunda peluk willo."


"Bunda"


"Iya sayang"


"Maacih ya bunda,Willo gak pernah dapet boneka dari bunda dari kecil,Willo juga tau kalau bunda bukan bunda Willo,tapi Willo pengen bunda jadi bundanya Willo bunda."


Ya tuhan, Caramel merasakan bajunya basah,sudah bisa ia tebak jika Willo menangis,Caramel merasa sesak memenuhi relung hatinya,siapa yang tidak sedih mendengar ucapan terimakasih tulus dari seorang anak kecil yang telah kehilangan ibunya dan harus menganggap orang lain itu ibundanya.


Bibi pengasuh pun ikut menitikan air mata melihat ucapan tulus dari willora untuk seorang perempuan cantik yang telah memberi nya boneka itu,sedih rasanya melihat penderitaan Willo kecil belum juga bisa berakhir.


Salam hangat dari author.


Jangan lupa likenya.


Jika masih acak2an mohon dimaafkan


Author anak baru.


Komentar juga ya,author suka baca .Komentar soalnya..wkwkwk.

__ADS_1


Apalagi kalo komentar dari mulut tetangga.


__ADS_2