BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 18


__ADS_3

Bertemu lagi kita woyy, jangan bosan ya


kayak dia bosan ama aku,duhh sakit,wkk.


author bener bener anak baru nih,nentuin yang mau di ketik aja mikirnya lama,mohon dimaafkan readers.


Happy Reading.




"Ayahh" Willora menghambur kepelukkan Jensen.


Dan seketika itu pula tatapan dari mata bening Caramel bertemu dengan dengan manik hazel milik Jensen.


"Caramel"


"Pak dosen"


"Loh kalian sudah saling kenal?" Tanya Araka.


"Iya om,dia mahasiswi di kampus yang saya ajar." Terang Jensen.


Seketik Jensen langsung melirik kearah sang mama yaitu Mirna.


"Apa ini orang yang mama maksud?"


"Iya nak" Jawab Mirna masih dalam kebingungan.


"Em ayo kita duduk lagi,kok malah jadi bengong gini" Ajak Rania.


Caramel masih diam dalam keterpakuan,jadi ia akan di menikah dengan Jensen,dosen nya sendiri.


Aku bener bener gak tau kalau dosen galak orang nya,gimana ini apa aku harus terima ,batin Caramel bimbang.


"Ayah"


"Iya sayang" Jensen menyahuti sang putri.


"Ayah,ini loh bunda yang Willo maksud,bunda yang pernah ketemu di mal,yang Willo ceritain itu." Jelas Willora.


Jensen tidak menjawab melainkan hanya membalas dengan senyuman. Jadi Caramel yang Willora sebut bunda,mengapa dunia terasa sangat sempit,dikala Jensen memang mengagumi Caramel disaat itu pula ada perjodohan dengannya.


"Cantik kan ayah, bunda Caramel nya?."


Jensen melirik sebentar semua orang yang tersenyum dengan pertanyaan Willora,lalu pandangan Jensen berhenti pada Caramel.


"Iy-iya cantik" Jawab Jensen gugup.


Mengapa ia seperti lelaki yang baru pertama kali memuji wanita,mungkin efek sudah lama menjadi duda.


"Sepakat dong kalo gini,Willo udah kenal sama caramel begitupun Jensen,,jadi mau kan Caramel jadi menantu om dan tante?" Tanya Prima langsung.


"Bagaimana nak kamu setuju kan,kalo Jensen mau kan" Tanya Mirna memastikan.


"Jensen belum tau ma,Jensen butuh waktu,aku gak bisa langsung mutusin gitu aja karena Jensen ingin mengenal Caramel lebih jauh terlebih dahulu".


"Kalo Caramel gimana sayang?" Araka menunggu jawaban sang putri.


"Caramel mau nya juga gitu ma,Kara ingin menengenal satu sama lain dulu" Ungkap Caramel menyetujui pendapat Jensen.


Semua orang yang ada disana hanya dapat mengangguk kepala satu sama lain sebagai persetujuan dengan keputusan anak mereka.


Mereka sangat paham jika ini yang pertama buat Caramel dan tentu membuat ia takut. Dan untuk Jensen pasti nya ia ingin tau terlebih dahulu semua tentang Caramel sebelum ia benar benar memilik Caramel sebagai ibu dari anaknya.


"Oke baiklah kami setuju memang harus nya ada pengenalan terlebih dahulu bukan." Sahut Prima.


"Iya kami juga setuju." Araka membalas.


"Iya karena sudah ada kesepakatan,mari kita makan bersama,dan untuk Caramel dan Jensen mama harap kalian mengobrol berdua untuk sedikit saling mengenal oke." Perintah mama Rania.

__ADS_1


Araka dan Rania mengajak calon besan beserta Willora untuk makan malam,dan membiarkan Caramel dan Jensen mengobrol.


Di ruang tamu hanya ada keheningan yang terjadi,Caramel bungkam sedang kan jensen tidak tau harus memulai bicara dari mana. Mereka sama sama cangung.


Akhirnya Caramel lah yang buka suara terlebih dahulu.


"Em!,apa bapak mau saya buatkan minum?" Tawar Caramel.


"Tidak usah,saya tidak haus,bisakah kita berbicara diluar saya butuh udara sejuk."


"iya pak,mari"


Caramel berjalan di belakang Jensen,tiba tiba Jensen berhenti mendadak dan Caramel pun otomatis menabrak punggung sang dosen.


"Aduhh" Pekik Caramel sambil ngusap jidatnya.


"Makanya jangan bengong kalo jalan." Ucap Jensen dengan ekspresi datar.


Dingin banget lu kayak kutup utara,kalo gak ganteng udah gue gibenk lu ,kesal Caramel dalam hati.


Mereka akhirnya memutuskan untuk duduk di bangku halaman rumah Caramel ditemani oleh angin sepoy- sepoy.


"Apa bapak tau tentang perjodohan ini?" Tanya Varamel hati hati.


"Tidak,kalo kamu?"


"Tidak juga pak"


"Jangan panggil saya pak,saya sudah dirumah bukan di kampus."


"Em terus saya panggil bapak apa?"


"Terserah kamu,kenapa kamu dijodohin Caramel?"


"Saya sebenarnya menolak perjodohan ini,tapi saya ingin membahagia kan mama sama papa makanya nurut aja."


Jensen beralih menatap Caramel.


"Yah tergantung!,jika memang saya ditakdirkan dengan kamu dan perasaan saya berubah,ya saya akan memilih nya karena alasan itu"


"Perasaan berubah,seperti cinta gitu?"


"Emm iya bisa dibilang."


"Kalo ternyata kita gak berjodoh,dan perasaan kamu terhadap saya tidak juga berubah?"


Dengan cepat Caramel membalas tatapan Jensen,entahlah mengapa Caramel dengan cepat menatap Jensen tak kala ditanya pertanyaan itu.


"Saya relakan,toh bapak memang bukan jodoh saya dan belum tentu juga bapak akan menyukai saya."


"Sudah saya bilang jangan panggil bapak!,tai kalau ternyata saya sudah suka sama kamu?"


Jensen secara tak langsung


mengungkapkan isi hati nya pada Caramel.


"Ya gak mungkinlah Je-Jensen langsung suka sama saya,ketemu juga baru sekali kan." Jawab Caramel gugup jujur ia sangat terkejut dengan pernyataan yang di lontarkan dosennya ini.


"Gak menutup kemungkinan Caramel,rasa cinta itu tidak dapat ditebak,ayo kita mulai dari awal perkenalan saja."


Jensen mengulur kan tangannya ke arah Caramel.


"Hai Caramel salam kenal,nama saya Jensen Prima Angkasa,boleh kah kita berteman?" Jensen tak kuasa menahan senyuman.


Caramel pun tertawa pecah,iya tak menyangka jika awal perkenalan harus seperti in dulu,dan itu perkenalan dari seorang Jensen yang terkenal guru killer dikampusnya.


"kenapa kamu ketawa?"


"hahaha kamu lucu banget"


"iya dong baru tau"

__ADS_1


Kini Kensen terlihat tidak sama sekali galak,ia malah memberikan seyuman terbaik nya untuk Kara.


"Emm hai juga Jensen,aku Caramel Queenasya."


"Caramel Prima Angkasa udah cocok ya" Goda Jensen kepada Caramel.


"belum lah,kan belum dinikahin?" Pancing Caramel.


"Kan kamu yang nolak langsung nikah tadi." Jensen memberi jawaban.


"kamu juga nolak tuh!" Sanggah Caramel.


"Jadi,apa kita mulai dari pdkt terlebih dahulu Caramel?"


"Emm iya aku setuju"


Mereka saling memandang lalu terseyum bersama,ternyata Jensen tidak sedingin yang orang katakan,dan apa sekarang,ternyata dia juga tidak galak .


Setelah sedikit berbincang sedikit mengungkapkan keinginan serta perkenalan awal untuk mereka. Mereka memutuskan untuk masuk dengan senyuman.


Jensen tiba tiba mengandeng Caramel.


Eh kaget Kara.


"Kan kita mulai dari pdkt,langkah awalnya kita mulai dari gandengan,ayo kita masuk calon istri." Senyum bahagia dari Jensen menular juga pada Caramel.


Semburat merah muncul dimuka Caramel,karena baru kali ini iya diperlakukan seperti ini oleh seorang laki laki. Itu juga tak luput dari penglihatan Jensen.


"Apa kamu bahagia" Tanya jensen.


"Sedikit"


"Aku bakalan buat jadi banyak." Jawab Jensen.


"Caranya?"


"Mencintai kamu"


"Hahaha gombal pak dosen dah basi."


"Yalo basi ya tinggal diangetin."


"Yayaya terserah kamu."


"Oke ayo kita masuk,kemungkinan anak kita udah nunggu ayah bundanya." Goda Jensen sambil terkekeh.


"Belum resmi ya,baru juga kenalan."


"Tapi kan udah mau"


"Tapi kan belum"


"Tapi kan bentar lagi"


"Tapi kan...."


Belum selesai Kara bicara,Jensen sudah menaruh jari telunjuknya didepan bibir Caramel,untuk menyuruhnya diam.


"Sssttttt diem!,atau saya cium kamu!" Peringat Jensen meyeringai.


Caramel dengan segera membekap mulutnya dengan tangannya sendiri karena takut dengan ancaman dari Jensen.


Jensen yang melihat tingkah Caramel hanya bisa seyum sendiri.


"Bagus,yang nurut ya." Kata Jensen.


Caramel hanya mengangukkan kepalanya.


Sampai disini dulu ya readers,author lagi banyak kerjaan,curhat dong mah😂


kalo mau author up,koment sama like nya dulu😂.

__ADS_1


Salam hangat dari author💛


__ADS_2