BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 14


__ADS_3

Happy reading.




"Jadi kapan bunda nikah sama ayah nya Willo,kata nenek kalau Willo mau punya bunda beneran,bunda harus nikah dulu sama ayah,ayo bunda kapan bunda nikah sama ayah?" Pinta Willo pada Caramel.


Perkataan yang dilontarkan oleh Willora sangat tidak mungkin untuk diwujudkan oleh Caramel,bagaimana bisa ia akan menikahi duda yang tak lain ayah dari anak yang ia tolong. Tetapi,orang nya saja Caramel tidak tau sama sekali,mungkin saja ayah Willora juga sudah punya calon ibu untuk nya,atau kan gak mungkin langsung nikah tampa didasari oleh cinta.


Entahlah Caramel pusing sendiri memikirkan permintaan Willora.


Setelah perdebatan sedikit,agar meyakinkan Willo jika menikah tak segampang yang ia bicarakan,karena ini menyangkut hati dan bukan hanya untuk menikah satu hari saja tetapi untuk selamanya. Kara akhirnya berpamitan karena harus berangkat ke kampus,dan untung saja Willora memahaminya,dengan digendong sang bibi ia melambaikan tangan salam perpisahan dengan seorang wanita yang ia harapkan jadi ibunya.


.........................


Dilain tempat,Willora sudah di telfon oleh sang nenek agar datang kerumahnya,karena nenek Willora sudah merindukan sang cucu.


Deru mobil di halaman rumah menandakan Willora dan kedua pengasuh nya sudah sampai untuk mengunjungi sang nenek.


"Nenek!" Teriak menggema Willora diambang pintu.


"Aaaaa!!, cucu nenek udah sampai." Sambut hangat mirna sembari memeluk tubuh mungil sang cucu.


Willora lantas mencium kedua pipi sang nenek.


"Uuluh-uluh,cucu cantik nenek abis dari mana sih,kok wangi banget?" Tanya Mirna


sembari mengandeng tangan Willora mengajak nya untuk duduk di sofa.


"Willo abis dari mal nenek,beli mainan." Tunjuk nya pada salah satu barbie miliknya.


Lalu beralih mengambil boneka beruang warna putih pemberian dari Caramel.


Mirna sangat heran,ada apa dengan cucu nya ini.Dilihat nya Willo sangat erat memeluk boneka manis itu,biasa nya walaupun Willo dibelikan barang paling mahal saja dia tidak sampai segitunya menunjukkan sayang nya pada suatu barang,rasa penasaran memancing Mirna untuk bertanya pada sang cucu.


"Wihh willora baru beli boneka ya?,kok cantik kayak cucu nenek sih boneka nya?" Tanya Mirna.


"Willo bukan beli loh nenek."


"Loh kalo bukan beli,dikasih gratis gitu?"


"Iya ini gratis,Willo dapat boneka dari bunda loh nenek!" Celoteh bibir mungil itu.


"Bunda?" Tanya Mirna heran.


"Bunda siapa sayang?" Mirna tidak mengerti apa di maksud sang cucu,siapa orang yang sembarang dipanggil Willo bunda.


"Iya nenek,boneka dari bunda,bunda nya Willo." Perjelas willo.

__ADS_1


Astaga!!, sampai disini juga Mirna belum paham,apa Willora sedang sakit sehingga meracau jika boneka itu perberian bundanya.


"Bunda nya Willo cantik banget nenek,trus bunda juga baik."


Mirna sudah tak ingin rasa penasaran nya membeludak,lantas senjutnya ia memanggil sang babysiter Willora untuk menanyakan kebenarannya.


"Bi bi bibi"


"Iya nya?"


"Tolong kesini bentar bi!"


"Iya nya ada apa nya?" Tanya bibi.


"Ini willo katanya dapet boneka,boneka nya dari bunda nya,siapa yang dimaksud Willo bunda bi,bibi kan tau bunda nya Willo sudah..."


Tak sanggup Mirna melanjutkan perkataannya jika sang menantu telah tiada.


"Iya maafin bibi nya,non Willo sembarangan mangill orang terus di panggil nya bunda nya,tapi perempuan itu malah meng iya kan panggilan nya non,jadi non Willo benar-benar beranggapan kalau itu bunda maafin bibi nya." Ungkap bibi menyesal.


"Yaudah bi,gak apa apa,maafin saya juga."


"Iya nya"


Mirna beralih menatap sang cucu,rasa sedih masih terasa diingatan Mirna,jika kini sang cucu kenyataannya memang tak memiliki ibu.


"Iya nenek,bunda itu cantik terus baik banget,bunda kasih Willo boneka,bunda beliin Willo makan,bunda suapin Willo,bunda juga peluk Willo nenek!" Cerita Willo dengan penuh semangat.


Dapat mirna tangkap jika sang cucu,memang sangat menyukai perempuan itu. Seperti apa orang nya mirna ingin tau.


"Yaudah tapi jangan banyak mau nya ya kalo lagi sama bunda nya Willo,ntar bunda nya repot,kan kasian" mirna memberi nasehat pada sang cucu.


"Iya nenek,tapi nenek willo pengen punya bunda benelan kayak bunda itu".


Permintaan willo tentu saja mengingatkan mirna pada salah satu anak sahabat dekat nya yaitu rania,apakah anak rania mau menjadi ibu sambung dari willora.


"Em kalau bunda nya bukan yang itu,tapi baik nya sama kayak bunda yang Willo maksud Willo mau gak sayang?."


"Mau nenek,Willo mau,tapi Willo juga mau nya bunda itu yang jadi bunda nya Willo."


"Tapi gak apa apa sayang,yang mana aja ya,yang penting dia sayang Eillo,sayang sama ayah Willo juga!"


"Iya nenek Willo mau,kapan kita ketemu bunda itu nenek." Tanya Willo antusias.


"Ntar ya nenek tanya dulu,kalau udah pasti,kita langsung ketemu bunda."


...............................


Perkataan Willora masih terngiang-ngiang di Pikiran Caramel,sampai sampai iya tak sadar jika sedari tadi Ninda sudah memanggil-mangil nama nya.

__ADS_1


"Ra,Caramel!!"


"Woy Ra,lo kesambet apaan sih diem- diem bae?"


"Ra,woy!!" Ninda menggil Kara sambil mengibas kan tangannya di depan muka Caramel.


"CARAMEL QUEENASYA!" Teriak Ninda nyaring.


"Eh iya ada apa,ngapain teriak teriak sih Nin,gue ngak budeg kali!"


"Ngak budeg dari hongkong,dari tadi lo gue panggil-panggil kagak nyahut lo,kesambet cinta pak Jensen lo sampai melamun gitu." Tanya Ninda sembari ter kekeh.


"Yeee lo Nin,ngelamun dikit dibilang kesambet,bengong dikit dibilang mikirin pak Nensen,emang aneh ya lo."


"Lo Ra yang aneh!,gue kan cuma nanya,emang kenapa sih Ra,kepo gue."


"Gue nanya boleh gak Nin?"


"Ya boleh lah,kayak mau nanya ama siapa aja lo pake acara minta izin."


"Nin"


"Hem"


"Kalo gue tiba tiba nikah sama duda,itu aneh gak sih Nin?"


"Hah!!,nikah kapan lo mau nikah Ra,jangan lupa undang gue lo."


"Isshhh!, orang nanya malah lo balik nanya,jawab dong."


"Ya- ya,gak aneh lah Caramel nikah sama siapa aja itu gak aneh asal jangan sesama perempuan wk wk." Becanda Ninda.


"Iya gak aneh sih,tapi masalahnya adalah gue itu gak tau orang nya Ninda,nikah gimana orang tau aja ngak."


"Tunggu- tunggu,jangan bilang lo mau dijodohin gitu."


"Hem,terus yang lebih parah,gue kemarin ketemu sama seorang anak ayang repleks manggil gue bunda,terus dia minta gue jadi bundanya juga karena dia udah gak punya ibu dari lahir nin,kasian deh."


"Uhh kasian ya Ra,terus lo mau pilih yang mana Ra,kalo gue sih ngedukung apa aja yang lo pilih."


"Itu dia!,gue aja bingung milih,ya semoga gue gak nikah sama akik akik aja wkwkwk."


"Haaha,gak kebayang gue lo nikah sama akik akik gendut pala botak lagi."


Racau Ninda yang membuat Caramel ikut tertawa.


Author balik lagi, jangan lupa likenya, koment juga jangan lupa, kalo masih berantakkan author minta maaf readers.


Salam hangat dari author oke.

__ADS_1


__ADS_2