BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA

BERTAHTAKAN KESETIAAN CINTA
EPISODE 5


__ADS_3

Happy Reading.




Hari yang menyenangkan sebenarnya,tapi inilah hidup tidak ada yang tau apa yang akan terjadi 1 detik kedepannya.


Kara melangkahkan kaki nya menuju ruang kelas yang akan tempat nya menimba ilmu.


Kara tetap bersyukur setidaknya dengan kejadian telat ini,dia bisa lebih menghargai waktu lagi kedepannya.


Itu dia ruangannya.


Dibalik sela-sela pintu di lihat nya ada dosen yang sedang mengajar,huh semangat.


"Tok tok tok permisi buk" Kara memberani kan diri nya untuk masuk.


"Ya,silahkan masuk,mahasiswi baru kan?" tanya bu dosen,Kara melirik papan nama nya,bu Dewi itu namanya.


"Iya bu"


"Silahkan nak perkenalkan dirimu,ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang,silahkan."


Kara memutarkan arah pandang nya sudah ia duga akan banyak mahasiswi yang tak menyukai nya,tapi dibalik itu semua para mahasisiwa seakan ingin menerkam nya.


Menyeramkan.


"Emm haii"


"Hai juga" Sahut mereka serempak.


"Perkenalkan nama saya Caramel,salam kenal buat kalian." Kara memasang kan senyum manis nya.


"Silahkan duduk caramel" Titah bu Dewi.


Kara melirik bangku yang cuma ada satu dan itu bangku yang kosong dan terletak di barisan paling depan, bagian kesukaan,jika kebanyakan tak suka duduk didepan,itu tak berlaku untuk Kara.


Setelah beberapa menit berlalu,selesailah bu Dewi mengajar,Kara bingung ia tak punya teman disini,namun sepertinya keberuntungan memihak nya kali ini.


"Hai Kara,kenalin aku Ninda."


Uluran jabatan tangan itu lekas Kara sambut dengan hangat.


"Ohh hai"


"Mau kekantin bareng Kara?" Ajaknya.


"Wah kebetulan Nin,ayo!" Kara menyetujui ajakkan Ninda.


"Cara bolehkah kita berteman?"


"Tentu,kenapa tidak!"


dilihat Kara ada senyum terukir di wajahnya Ninda,mungkin dia senang.


"Wah ramai sekali kita duduk disana aja yuk Ra" Kara mengangguk sebagai tanda persetujuan.


"Emm mbak" Lambaian tangannya memanggil tukang kantin.


"Iya dek mau pesen apa? "


"Saya mau bakso sama jus jeruk ya mbak" Reques Ninda "kamu caramel mau apa?" Lanjut ninda.


"Aku samain aja sama kamu nin"


"Oke"


"Yaudah mbak bakso dua jus jeruk juga dua,terimakasih,dan gpl ya mbakM" Diiringi cengiran Ninda.


Tak lama pesanan kami datang


Kara dan Ninda lantas memakan habis makanan itu.Antara lapar atau rakus beda tipis.


Ting ting ting.

__ADS_1


"Yah udah masuk aja,padahal masih pengen makan." Celetuk Ninda.


"Lapar,doyan apa rakus Nin,hhhhh"


"Hhhh iya juga ya,duh untung masih kurus."


"Yaudah yuk Nin,kita masuk."


Setelah sekian lama dikampus akhirnya jam pulang pun tiba.


"Cara,mau pulang bareng gak,kebetulan aku bawa mobil?"


"Gak usah Nin,aku dijemput sopir,makasih ya tawarannya."


"Yaudah,aku pulang duluannya,daaahhh,muach muachh hhhh."


"Ihh mengerikan hahaha"


"Dah Ninda"


"Dah Kara"


Tak berselang lama pak supir datang menjemput.


"Maaf non lama, bapak kena macet"


"Iya gak apa apa pak,yaudah ayo kita pulang."


Mobil yang Kara kendarai dengan pak Joko melesat ditengah ramainya hiruk-pikuk jalanan,dan sampai.


"Mama caramel pulang"


"Eh anak cantik mama,gimana sayang seru gak dikampus?"


"Huh ya gitu deh ma,tadi Kara telat terus dihukum sama dosen galak ma."


"Dosen galak?"


"Iya mah dosen galak yang muka datar itu udah ngehukum anak cantik mama ini,ihh Kara gak mau deh ma punya suami nanti kayak dia!"


"Iss mama gak mungkin ya" Ucap Kara percaya diri.


"Gak ada yang gak mungkin didunia ini Kara,kalo jodoh ya tetap jodoh."


"Ingat benci dan cinta itu beda tipis."


"Duh mama,nakutin Kara deh!"


Gak mungkin aku jatuh cinta sama dosen itu jangan sampai gumam Kara. Setelah mengobrol sebentar dengan sang mama, Kara pamit ke kamar.


"Yaudah,Kara kekamar dulu ya ma,mau mandi gerah."


"Iya sayang kalau udah,makan ya nak mama siapin dulu."


"Siap mamaku yang cantik."


"Oke anakku yang cantiknya kelebihan."


Kara meyungingkan senyum nya untuk mama Rania,mama memang yang terbaik lah.


Satu persatu tangga Kara tapaki,lalu memutar knop pintu kamar dan bergegas kekamar mandi.Tak butuh waktu lama untuk nya menyelesaikan ritual mandi,Kara sebenarnnya ingin tidur,tapi ia tak tega jika tak memakan masakan bidadari tak bersayapnya yaitu mama Rania.


Di buka nya lemari baju,lalu mengambil kaos oblong putih dan celana pendek,Kara sangat meyukai baju kebesaran entahlah,ia lebih senang jika tak memakai pakaian yang tak menunjukan bentuk tubuh nya.


"Ma,mama udah makan?" Pertanyaan nya saat ia dapati sang mama sedang duduk santai kursi di meja makan.


"Udah sayang,kamu makan dulu gih udah mama siapin."


"Iya ma,mama masak apa nih,harum banget?" Puji Kara.


Tak ayal memang,masakan mama paling juara.


Di lihat nya mama tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Kara.


"Masakan kesukaan kamu dong."

__ADS_1


Kara melirik makanan diatas meja,benar itu kesukaan nya,semur ayam,tumis udang,dan salad,hemm lezat.


"Wahhh mantap!" Puji Kara sambil meng acungkan kedua jempol nya menandakan betapa lezatnya masakan mama Rania.


"Dihabiskan ya kalo enak?"


"Pasti abis dong mah!" Jawab kara semangat.


Biasanya mama akan memberikan petuah nya pada Kara di saat mereka sedang berdua,seperti nya,ia melirik mama yang seperti ingin mengatakan sesuatu.


Tapi mama menunggu Kara selesai makan terlebih dahulu,setelah selesai menganjal perut,barulah!!.


"Caramel" Oanggil mama lembut.


"Iya ma"


"Mama sering kali bilang sama Caramel,dan mungkin ribuan kali,tapi mama tidak akan pernah lelah untuk mengataknnya."


"Caramel tau hidup kita memang serba ada,tanpa bekerjapun kita tetap bisa makan apa saja yang kita mau,tapi bukan itu yang tepenting,yang terpenting Caramel tidak boleh menyombongkan apa yang kita punya,tetap rendah hati,dan jangan sekali kali menghina orang lain,mama tau mungkin Caramel lelah dengan nasehat mama,tapi bimbingan dari orang tua lah yang menghantarkan pribadi dari anak itu sendiri,tetap jadi Caramel yang mama bangga kan ya nak,ingat jangan pernah dendam pada siapapun."


Inilah mengapa Kara sangat menyayangi mama,dia baik luar dalam,tak pernah ada sorot mata kebencian darinya,tak ada kata lelah dalam hidupnya,beruntung nya Kara,disaat orang orang mendambakan kasih sayang orang tua tapi tak terwujud,itu sangat menyadarkan nya betapa berarti nya keluarga,dan ia janji akan menjaga mereka dengan mati-matian.


"Iya ma,Kara akan selalu ingat nasehat mama,mama juga harus jaga kesehatan jangan terlalu lelah,ntar semakin kelihatan tua,hahahaha."


Kara akan selalu begitu walau serius apapun juga, ia akan berusaha membuat sang mama tersenyum.


"Hahaha kalo mama dah keliatan tua,gak asik dong!"


Mereka kini malah tertawa bersama,inilah yang Kara suka kehangatan keluarga nya sangat berharga dan semoga sampai nanti akan selalu begitu.


"Kara,kapan sih kamu nikah,mama pengen punya cucu Rra,cucu dari kamu?"


"Uhuk uhuk uhuk!" Tak pernah kara sangka pertanyaan ini akan keluar dari mama Rania,mengingat Kara saja baru memulai kuliah nya.


"Pelan -pelan dong nak!"


"Mama,apaan sih!,Kara belum mau nikah ma."


"Belum mau nikah,kamu mau jadi perawan tua?"


Kejamnya mama.


"Ya gak sekarang juga dong ma,Kara aja baru mulai kuliah,mama tega?"


"Mama aja lulus sma udah nikah sama papa


kamu nunggu kapan lagi?"


"Hah lulus sma,gak gak gak,Kara gak mau ma titik gak pake koma mama cantik mamanya Kara."


"Huh harus sabar ya jadi mama,anak cuma satu gak nikah nikah,mama sama papa udah pengen cucu." Ocehan mama sungguh menyayat hati Kara.


Kara memang belum bisa membahagiakan mama dan papa,tapi Kara juga belum mau menikah jangan kan menikah pacar Kara gak mau.


"Atau kamu mama jodohkan saja Kara,mama tuh heran ya sama kamu,kamu kok kayak gak suka laki laki sih nak?"


"Hah!! jangan dong mah,kayak Kara gak bisa dapetin cowo aja."


"Kamu sih,banyak yang nembak tapi gak dieterima."


"Karena rata rata cowok playboy ma,mama mau anak cantik mama ini disia sia kan."


"Ya gak lah,yaudah makanya kamu cepetan nikah."


"Mah nikah kan gak gampang mah,Kara gak mau buru-buru nikah enak kalo udah cinta juga."


"Kamu tuh bikin mama sedih deh,udah ah mama merajuk aja."


Huufft !! Aku menahan senyum mendengar ocehan mama.


"Huh iya iya,terpaksa deh baru juga umur 20 tahun, udah disuruh nikah,nasib nasib kalo jadi anak tunggal ya gak ada yang gantiin."


Salam hangat dari author.


koment sepuasnya OKE.

__ADS_1


__ADS_2