Betari

Betari
BAB 11 Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Nindy dan Tari sedang ngobrol di pantry keduanya menikmati teh yang masih panas.


"Jadi pak Soni nyusulin kamu Nin?"Tari kaget sambil menyeruput tehnya.


"Iya, malah sampai bikin acara lamaran sepupuku tertunda untung setelah aku menjelaskan acara lamaran bisa kembali dilaksanakan dengan lancar." Nindy menjelaskan.


"Kamu sendiri gimana akhirnya bisa membuat pak Arya mengakui perasaannya?" Nindy penasaran mendengar hal ini dari Soni.


"Semuanya berawal dari Rian."jawab Tari.


"Tunggu, Rian? CEO yang kerjasama dengan kita perusahaannya?"Nindy memastikan bahwa Rian yang ia maksud adalah benar.


Tari menganggukan kepala.


"Wow kamu memang luar biasa Ri, bisa punya mantan dan pacar seorang CEO keduanya." Nindy tepuk tangan.


"Waktu denganku Rian belum jadi CEO seperti sekarang."Tari menjelaskan.


Mereka asik ngobrol tanpa sadar pacar keduanya datang.


"Sepertinya kita di gibahin pacar-pacar kita ni Ya." Soni memulai.


"Mereka tuh cuma belum siap karena punya pacar yang keren kayak kita." Arya kembali dengan jiwa jumawanya.


Nindy dan Tari hendak pergi dari pantry meninggalkan dua laki-laki narsis dan sok keren yang tidak lain adalah pacar mereka siapa lagi kalau bukan Arya dan Soni.


"Eits, mau kemana sih?ngak dilanjutin gibahin kita?"goda Soni.


"Lanjutin dong, kita bakal dengerin kok gibahan kalian soal sekeren apa pacar kalian ini." Arya menimpali.


"Ayo Nin, cari pacar baru, pacar lama kita buang aja, ga sanggup sama narsisnya."Tari mengajak Nindy pergi meninggalkan keduanya.


"Setuju, nanti kita cari di mall pas kita shopping sepulang kerja Ri, Bye." Nindy menimpali dan meledek kedua cowok narsis itu.


Yang pasti mereka diikuti dengan pacarnya masing-masing.


.


Kring


"Halo, baik Pak!" Nindy masuk keruangan Soni.


"Ada apa pak memanggil saya?"Nindy bersikap seperti dirinya selama menjadi sekretaris Soni.


"Sayang sini dong, abang kangen sama kamu."Soni menunjuk agar Nindy duduk dipangkuannya.


"Maaf pak, masih jam kerja, kalau tidak ada yang diperlukan saya permisi keluar."Nindy segera keluar dari ruangan Soni.


Nindy menutup pintu dengan keras.


"Apa bedanya jadi pacar sama sekretaris?"Soni mengusap wajahnya dan memutar badannya dikursi kerja.

__ADS_1


.


"Iya pak, baik saya kesana."


Arya meminta Tari masuk ke ruangannya.


Tari mendekat pada Arya.


"Ada yang bisa saya bantu pak?"Tari bertanya.


"Mas Arya!Kamu ga kangen sama aku?"Arya merajuk karena meskipun Tari pacarnya Tari akan berkomunikasi dengan Arya hanya ada urusan pekerjaan selama dikantor.


"Maaf pak, sekarang masih jam kerja. Kalau begitu saya permisi." Tari keluar ruangan Arya tanpa mengatakan apapun.


"Punya pacar rasa sekretaris ya begini."Arya menghembuskan nafas dengan kasar.


.


Seperti sore ini setelah meeting dengan klien Arya dan Soni memang sengaja tidak membawa sekretaris sekaligus pacar mereka. Bukan tanpa alasan. keduanya ingin mengatur strategi bagaimana pacar-pacar mereka bisa tidak perlu profesional lagi jika sedang berdua walaupun dikantor.


Aneh kan guys sekretaris kerja bagus dan profesional malah mau dibikin ga profesional. Bos gesrek emang!


"Gw kesel banget Son, masa Tari nyuekin gw, apa bedanya punya pacar merangkap sekretaris. Bukannya seneng dari pagi gw malah jarang ngobrol sama dia." Arya mengeluarkan keluh kesalnya pada Soni.


"11 12 sama Nindy, masuk pas gw panggil doang, pas tahu gw mau modus eh doi balik pake banting pintu lagi." keluh Soni.


"Dasar lo Son pikiran lo mesum terus. Hati-hati bisa kebobolan anak orang."Arya terkekeh menasehati sahabatnya.


Muka Arya bete karena Soni kembali meledek dirinya.


"Sekarang kita harus kompak gimana caranya bisa bikin pacar-pacar kita hot terus ke kita, kalo perlu kita panas-panasin biar cemburu mereka jadi mereka bakal nempel terus ke kita." Gimana?" Arya mengajak Soni masuk ke rencananya.


"Gw setuju sama lo Ya. Oke!" Soni salaman dengan Arya. Mereka akan mulai melakukan rencana itu besok.


Arya kangen dengan Tari mencoba menghubungi Tari namun tidak diangkat.


Soni chat dan telpon ke Nindy tapi tidak ada balasan.


.


Sementara yang dicari sedang asik berjalan-jalan di mall berdua sambil cuci mata.


"Kadang kita butuh me time ya selain dengan pacar-pacar kita."Tari mengatakan hal itu pada Nindy.


"Ya mumpung mereka meeting dan kita tidak diizinkan ikut sebagai sekretarisnya, kita anggap saja bonus kita jadi bisa pulang cepat dan ada disini." Nindy gembira.


Keduanya kini berada di salah satu gerai minuman boba terfavorit saat ini.


Tari dan Nindy keduanya memang sama-sama cantik dengan versi dan tampilan yang berbeda.


Namun tiada yang bisa membantah keduanya selalu terlihat menarik terutama bagi para adam.

__ADS_1


Seperti saat ini, ketika Nindy dan Tari asik menikmati boba mereka, ada dua pria yang mendekatinya. Pria tersebut bisa dikatakan lebih muda usianya dari pacar-pacar mereka.


"Hai cantik berdua aja nih, kita boleh gabung ga?" 2 pria tampan yang berusia sebaya Tari dan Nindy bergabung duduk di meja keduanya.


"Kalian lagi apa di mall berdua?"tanya pria yang berkulit putih dengan model rambut cepak.


Mereka ber 4 asik ngobrol karena memang seumuran jadi bahan dan teman obrolannya nyambung.


Tanpa keduanya sadari ada 2 orang yang sudah kebakaran jenggot melihat pemandangan dihadapannya.


"Ayo Son!"Arya masuk diikuti Soni menghampiri meja Tari dan Nindy.


Tepat saat kedua cowok tersebut berusaha minta no hp Tari dan Nindy.


"Nanti gw kasih nomor gw mau lo, minggir dari pacar gw!"gertak Soni dan Arya mengancam dengan tangan siap memukul.


"Ampun om, pak, saya ga gangguin pacarnya. Pria muda tadi kabur karena melihat 2 om om kesetanan."


"Malu ih, dilihatin orang!" Tari yang mendengar Soni dan Arya dipanggil om dan pak kemudian mereka berempat pindah tempat ngobrol.


Nindy menggeret Soni begitupun Tari keluar dari cafe tempat mereka hangout dan kini mereka berada di resto untuk makan malam berempat.


Arya dan Soni masih bete dengan kejadian tadi dan memilih diem saja tanpa bersuara.


"Ri, pulang aja yuk!ngapain disini nemenin tembok!" Nindy menyindir Soni.


"Yuk, soal pulang gampang, nanti juga ada yang nawarin kita tumpangan." Tari meledek Arya.


Kompak Arya dan Soni "duduk!"


Tari dan Nindy mengurungkan niat untuk pergi dan tertawa melihat kedua pacarnya kalo ngambek lucu juga ya.


"Makanya masa ganteng-ganteng tapi muka-mukanya dilipet seperti dompet tanggal Tua."ledek Tari.


"Mending dulu, ga punya pacar tapi punya bos yang selalu baik dan tersenyum."Nindy lebih ke gombal tapi berkelas.


Mereka akhirnya tertawa bersama selagi menikmati makan malamnya.


...Arya dan Soni kalah telak...


...Mereka baru bikin planning...


...Malah pacar-pacar mereka...


...Tanpa disengaja membuat...


...Arya dan Soni terbakar cemburu...


...Makanya Arya, Soni jangan cuma planning aja....


...Senjata Makan Tuan jadi kan?...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2