Betari

Betari
BAB 26 Wedding Arya dan Tari -TAMAT


__ADS_3

Hari yang ditunggu oleh Arya dan Tari telah tiba.


Mereka akan mengucapkan janji sehidup semati di hadapan Tuhan.


Arya yang tampak gagah dengan dengan busana pengantin tampak tersenyum ceria.


Sedangkan Tari terlihat begitu cantik dan mempesona.


Aura kebahagiaan terpancar dari keduanya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Betari Indira Agistya binti Alm. Bapak Kuncoro Hadi dengan Mas kawin tersebut dibayar Tunai" Arya mengucapkan ijab kabaul dengan lancat dalam 1 tarikan nafas.


SAH.... SAH.....


Semua tamu bersorak ramai dengan riuh dan bahagia.


Keduanya pun meminta restu dan sungkem kepada kedua orang tua.


Sahabat serta pegawai perusahaan yang hadir juga turut memberikan ucapan selamat kepada CEO dan istrinya.


Arya dan Tari nampak terlihat bahagia.


"Nak Arya, Ibu titip Tari ya, jaga dia baik-baik. Tari, jadi istri yang sholeha, berbakti kepada suami, jangan membatah nasihatnya. Karena surga istri berada pada Suaminya."Pesan Ibu Fatma.


"Tari Sayang, Anak Bunda, terima kasih Tari sudah mau menjadi menantu mama, mama berdoa semoga kalian menjadi kekuarga ya sakinah, mawaddah dan warrahmah. Untuk Arya jadilah suami yang baik, bagiakan istrimu, sayangi dia, kasihi dia. "Pesan Bunda Dewi.


"Selamat ya Tari dan Pak Arya, semoga kalian selalu berbahagia dunia akhirat." Ucap Nindy.


"Selamat Tari dan Pak Arya, Semoga Lo dan Pak Arya berbahagia, saling mencintai dan menyayangi satu sama lain sampai maut memisahkan."ucap Dian.


"Selamat ya Pak Arya dan Bu Tari semoga bahagia selalu, rukun selamanya dan menjadi keluarga sakinah." Ucap Arif


" Hai Bro, Selamat Bro, Tari bahagia selamanya. Dan cepet bikin ponakan yang banyak buat gw." Soni dengan tetep pasang gaya nyeleneh.


Tamu, Keluarga, Sahabat, Relasi Bisnis, bergantian satu persatu memberikan ucapan selamat kepada kedua pengantin baru ini.


Para tamu yang hadir menikmati hidangan dengan dihibur oleh suara merdu Band Payung Teduh dengan Lagu yang populer " AKAD "


...Betapa bahagianya hatiku...


...Saat ku duduk berdua denganmu...


...Berjalan bersamamu...


...Menarilah denganku...


...Namun, bila hari ini adalah yang terakhir...


...Namun, ku tetap bahagia...


...Selalu kusyukuri...


...Begitulah adanya...


...Namun, bila kau ingin sendiri...


...Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku...


...Agar ku tak berharap...


...Dan buat kau bersedih...


...Bila nanti saatnya t'lah tiba...


...Ku ingin kau menjadi istriku...


...Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan...


...Berlarian ke sana, kemari, dan tertawa...


...Namun, bila saat berpisah t'lah tiba...


...Izinkan ku menjaga dirimu...


...Berdua menikmati pelukan di ujung waktu...


...Sudilah kau temani diriku...


...Namun, bila kau ingin sendiri...


...Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku...


...Agar ku tak berharap...


...Dan buat kau bersedih...


...Bila nanti saatnya t'lah tiba...


...Ku ingin kau menjadi istriku...

__ADS_1


...Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan...


...Berlarian ke sana, kemari, dan tertawa...


...Namun, bila saat berpisah t'lah tiba...


...Izinkan ku menjaga dirimu...


...Berdua menikmati pelukan di ujung waktu...


...Sudilah kau temani diriku...


...Sudilah kau menjadi temanku...


...Sudilah kau menjadi...


...Istriku...


Soni dan Nindy juga terlihat tampak bahagia mereka tak hentinya berfota berdua mesra sekali.


Dian mentap Tari dari kejauhan begitu bahagia melihat sahabatnya kini telah menikah.


Dian tidak terasa mengeluarkan airmata kebahagiaan.


"Saya kira kamu cuma bisa bawel aja Di?" Arif menyodorkan sapu tangannya kepada Dian.


Dian mengambil sapu tangan yang di berikan Arif padanya "Makasi Pak, maaf."


"Semoga Pak Arya dan Bu Tari berbahagia. Kalau ingat pertama kali pertemuan mereka Saya jadi lucu." Arif tersenyum.


"Saya kira Pak Arif ga bisa Senyum. Sering-sering senyum Pak, biar ganteng." Dian asal nyeplos.


"Menurut kamu Saya ganteng Di?" Arif menoleh ke arah Dian.


"Eh, iya pak." Dian salting sendiri ucapannya asal nyeplos.


Arif tersenyum melihat Dian yang salting.


"Sudah lama Di kamu berteman dengan Bu Tari?" Arif bertanya.


"Sudah dan semakin dekat ketika sama-sama di cafe." Jawab Dian.


"Btw, Waktu itu kopi yang di hotel kamu raciknya bagaimana?" Arif menyukai kopi itu.


"Eh, Kopi? Oh, yang dihotel. Maaf Pak, kalo ga enak." Dian jadi inget waktu itu bilang kopi yang diraciknya aneh.


"Eh, Suka, apanya pak?" Dian masih jetleg melihat Bosnya Pak Arif banyak senyum.


"Kopinya. Memang kalo Saya suka Kamu Boleh?" Arif menatap Dian.


"Hahahahahahhaa!" Dian Kaget namun langsung tertawa terbahak-bahak.


"Pak Arif saya seneng banget pak Arif santai begini, Ga Jutek, Ga Galak, Ga Kayak Muka Tembok, Tapi ga jadi gila juga Pak, karena Pak Arya nikah dan Pak Soni sebentar Nikah, Saya bakal doain Bapak Kok biar Bapak Cepet nikah." Dian mendoakan Pak Arif sambil mengangkat tangan seperti layaknya sedang berdoa.


"Kalo gitu Saya tanya dulu calonnya mau apa enggak?" Arif menjawab.


"Nah betul tuh Pak. Memang harus ditanya dulu, mau atau enggak." Dian semangat mendukung Pak Arif.


"Kalo gitu langsung Saya tanya deh," Arif menghadap Dian dan mengambil kedua tangan Dian untuk Digenggam.


Dian yang sedang manggut-manggut mendengar ucapan Pak Arif langsung kaget ketika tangannya dipegang sama Pak Arif


"Pak ada apa nie? wah Bapak Salah makan ya? atau?" Dian panik takut Bosnya kesambet setan maklum acara wedding Tari dan Pak Arya tema Garden Party.


"Dian Puspita Sari, Maukah kamu menikah dengan Aku?" Arif mendekat kepada Dian dengan mata elangnya.


"Kok jadi salting gini sih, Duh deket amat nie Pak Arif. Kok gw teseponah Ya." Dian diam seribu bahasa.


"Di, jawab dong! Biasanya paling semangat bales ucapan Saya." Arif tersenyum menyadarkan kecanggungan Dian.


"Bapak ga kesambet kan, nyebut Pak. Maafin ya Kalo Saya salah. Bapak ga pantes ngeprank, Muka Bapak kan serius kalo becanda kayak sekarang jadi aneh." Dian masih takut Bos nya mulai sakit jiwa.


Arif mendekat kearah wajah Dian, kemudian Arif berbisik ditelinga Dian " Di, kalo sekarang saya cium kamu, masih bilang Prank ga?"


Dian yang kaget mendengar Arif bicara begitu seketika kakinya lemas mau jatuh.


"Di, jangan pingsan." Arif menggiring Dian ke kursi taman yang agak jauh dari keramaian pesta.


Dian bengong dan diem ga jawab, sambil melihat Pak Arif dan menurup wajahnya.


"Di, jangan diem donk, kamu kenapa, Di, kamu kesambet." Arif panik juga takut Dian sakit atau kenapa-kenapa.


Dian akhirnya bisa mengembalikan kesadarannya.


" Pak Arif serius barusan?" Dian masih dengan mode muka polos dan bego.


"Saya serius Di, Saya suka sama kamu, kamu bikin hari-hari Saya jadi berwarna. Tapi kalo kamu ga suka sama Saya juga gapapa, Saya ga Marah, tapi jangan pingsan ya." Arif masih panik takut terjadi sesuatu dengan Dian.


"Tahu dari mana kalo Saya ga suka? Kan Saya belum jawab?" Dian senyum.

__ADS_1


"Jadi, kamu terima Saya?." Arif tersenyum.


"Euhmmmmm, ya." Dian mengangguk.


"Makasi Ya Di," Arif memeluk Dian dengan perasaan lega.


Arif dan Dian menemukannya cintanya bersemi bahagia.


Setiap orang memiliki cara dan waktu masing dan berbeda dalam menemuan cinta.


Arya dan Tari


Soni dan Nindy


Arif dan Dian


Mereka memiliki waktu dan cara masing-masing dalam mendapat cintanya.


Indahnya pesta pernikahan Arya dan Tari menjadi kebahagian semua orang.


Mereka yang datang dengan membawa cinta dan pulang akan terisi penuh dengan cinta


Diiringi Payung Teduh dengan Lagu


...Untuk Perempuan yang sedang dalam pelukan...


...Tak terasa gelap pun jatuh...


...Diujung malam menuju pagi yang dingin...


...Hanya ada sedikit bintang malam ini...


...Mungkin karena kau sedang cantik-cantiknya...


...Lalu mataku merasa malu...


...Semakin dalam ia malu kali ini...


...Kadang juga ia takut...


...Tatkala harus berpapasan ditengah pelariannya...


...Di malam hari...


...Menuju pagi...


...Sedikit cemas...


...Banyak rindunya...


...Uuuu....


...Uuuuuuuu......


...Lalu mataku merasa malu...


...Semakin dalam ia malu kali ini...


...Kadang juga ia takut...


...Tatkala harus berpapasan ditengah...


...Pelariannya...


...Dimalam hari...


...Menuju pagi...


...Sedikit cemas...


...Banyak rindunya...


...Uuuu......


...Uuuuuuuuu......


...Dimalam hari...


...Menuju pagi...


...Sedikit cemas...


...Banyak rindunya...


...Uuuu......


...Uuuu... Uuu......


...- T A M A T -...

__ADS_1


__ADS_2