
Hari ini perusahan yang dipimpin oleh Arya memasuki tahun ke 10.
Hari ini mereka mengadakan Family Gathering ke Jogja selama 3 hari 3 malam.
Semua pegawai ikut dan sangat antusias.
Mereka memilih transportasi Kereta Wisata Nusantara.
Adapun acara sudah diserahkan kepada EO agar para pegawai bisa menikmati serangkaian acara tersebut.
Semua pegawai begitu antusias tak terkecuali Tari dan Nindy yang memang sudah mempersiapkan soal akomodasi. Kedua akan sekamar selama di Jogja.
"Ri, dijogja ada apa aja sie yang menarik?" Nindy bertanya pada Tari karena baru kali ini ia ke Jogja.
"Banyak banget Nin, kuliner, wisata, oleh-oleh, wisata malam juga ada." Jelas Tari.
"Aku pingin mencoba wisata malam donk, jalan-jalan malam di Jogja seperti apa, penasaran." Nindy sudah tidak sabar.
Arya dan Soni tidak ikut rombongan karena keduanya ada pertemuan dengan klien. Sengaja memang keduanya tidak bawa Tari dan Nindy karena mereka berdua ditugasnya mengurus Akomodasi/Hotel selama disana.
" Ri, pacar-pacar kita nanti nyusul jam berapa?" Nindy tanya.
"Mas Arya sih bilang selesai meeting siang, paling mereka sore baru berangkat.
"Ri, btw Lo gimana dengan Pak Arya, maksud gw udah planning married?" Nindy memberanikan diri bertanya dengan Tari mengenai hubungan Tari dan Pak Arya.
"Ya, Mas Arya sih kepinginnya kita berdua segera nikah, tapi gw belum siap, seperti yang pernah ceritain sama Lo, gw masih ada keinginan buat buka toko kue nyokap." Jawab Tari.
" Gw kemaren juga ditanya sama Bang Soni soalnya married dan mamanya juga menyarankan kita segera nikah. Tapi gw masih takut Ri?" Nindy menerawang.
"Emang apa yang Lo takuti Nin?" Tari menanyakannya.
"Ya meskipun Bang Soni dan keluarganya tidak pernah mempermasalahkan gw dan kondisi keluarga gw, tapi hw takut kedepannya ada kendala apa-apa?" Nindy menerawang menatap pemandangan dari jendela kereta.
"Nin, gw liat Pak Soni dan keluarga terima Lo apa adanya. Saran gw Lo buat rasa ga percaya diri Lo, dan tatap masa depan Lo sama Pak Soni.?" Jawab Tari.
"Iya sih, Gw akan coba renungkan lagi pendapat Lo baru Ri, sejujurnya gw mau kalau Pak Soni ngajak merried.
"Kita sama-sama doa Nin, semoga hibungan kita Lo Gw dengan pacar-pacar kita bisa berujung sampai pernikahan." Tari berdoa untum hubungan percintaan mereka.
"Eh bentar ya Mas Arya telp." Tari menjawab telp Arya.
"Sayang sampai?" Arya bertanya pada Tari
"Masih di kereta mas tadi sie informasinya sekitar 2 jam lagi sampai. Mas kapan kesini?" Tari menanyakan.
"Ini lagi nunggu Soni, terus kita berangkat? Kenapa kangen ya sama Mas" Ledek Arya.
"Iya kangen." Tari tersipu.
"Kalo kangen, nanti selama disana kita sekamar ya?" Arya sengaja meledek Tari.
__ADS_1
"NO!" Tari dengan lantang.
"Yah, ywd Soni udah siap. Mas otw ya Sayang" Arya menutup telpnya.
"Hati-hati dijalan Mas." Tari menutup telpon.
.
Rombongan perusahaan akhirnya sampai di Jogja pukul 18.00 WIB.
Mereka Langsung dibagikan kunci kamar hotel oleh Tari dan Nindy karena mereka yang mengaturnya.
Setelah seluruh pegawai telah menerima kunci dan masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Begitupun dengan Tari dan Nindy mereka berdua melepas lelah dikasur kamar hotel.
"Wahhhh, akhirnya."Nindy berseloroh.
"Iya pegel banget badan gw Nin." Tari merebahkan tubuhnya dikasur.
Panggilan telpon dari Soni di HP Nindy.
"Sayang, kamar kamu dimana, Abang mau ambil kunci kamar Abanh dengan Arya." Soni yang baru sampai parkiran hotel bersama Arya.
" Abang udah sampe ya, Kita di Room 6010." Nindy memberitahu room mereka.
.
"Gw aja Ri, yang buka plaing Pak Arya dan Bang Soni mai ambil kunci kamar mereka." Nindy berjalan membuka pintu.
"Abang mau ambil kunci ya? Pak Arya mana Bang?" Nindy bertanya."
"Tuh lagi telp. Panggilin Tari sayang, pacarnya udah kangen tuh." Soni menunjuk Arya.
"Ri, dicariin Pak Arya." Nindy memanggil Tari.
Akhirnya dengan segala bujukan kedua Pria Omes itu Tari dan Nindi Ikut melihat kamar hotel yang ditempati Arya dan Soni.
.
Tari membantu Arya mengeluarkan pakaian yang dibawa Arya kedalam lemari hotel. Tari menyusun segala keperluan Arya dikamar hotel tersebut.
Arya yang saat itu sudah kangen dengan Tari memeluk Tari dari belakang.
"Sayang, aku masa tidur disini sendiri, Soni kan ada kamar sendiri? Kamu temenin aku ya?" Arya melancarkan aksinya.
"Sayang, Kamu tuh pimpinan jangan kasih contoh yang ga baik. Lagian kan biasa tidur sendiri. Emang dirumah kamu tidur ditemenin sama Bunda?" Ledek Tari.
"Iya, enggak sie, tapi kan kapan lagi Sayang, ya?" Arua masih berusaha modus.
"Aku marah deh kalo kamu ga dengerin aku!" Tari langsung pamit keluar.
__ADS_1
"Yahhh Sayang jangan ngambek dong, namanya juga usaha." Arya nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya.
"Sayang, kamu mandi gih, Bau Asem!" Tari mengendus Aroma Arya yang sudah dimobil 8 jam perjalanan.
"Mandiin donk aku kan capek." Arya memang banyak akal.
"Aku panggilin Arif aja ya buat mandiin kamu, atau Tatang aku suruh kesini mamdiin kamu?" Tari sambil melotot ke Arya.
"Ywd aku mandi, tapi km jangan kemana-mana sampe aku selesai mandi." Arya membawa handuk menuju kamar mandi.
Setelah itu Tari segera keluar dari kamar Arya. Dia Takut khilaf dengan kelakuan pacarnya yang OMES.
.
Nindy menikmati pemandangan dari balkon kamar hotel Soni,
"Sayang, kamu suka sama pemandangannya?" Soni memeluk Nindy melingkarkan tangannya dipinggang.
" Suka. bagus." Nindy masih menikmati pemandangan dari balkon.
"Kalau gitu kamu bobo sini aja sama Abang, ya?" Soni mulai cari-cari kesempatan.
Nindy melepas pelukan Soni dan langsung menuju dalam.
"No!" Nindy menjawab ajakan Soni.
Soni nampak mati kuti melihat tatapan Nindy yang Galak mendengar ucapan Soni tadi.
.
Kini seluruh pegawai perusahaan dan Pimpinan makan malam bersama di Restoran hotel tempat mereka menginap.
Disalah satu table Arya, Tari, Soni dan Nindy sedang menikmati makan malam mereka.
"Kita jalan-jalan keluar yuk habis makan." Tari mengajak Nindy.
"Iya Ri, gw penasaran ini kan pertama kali gw ke jogja." Jawab Nindy.
"Kita harus temani kalian! Kalai enggak ga boleh! Ya kan Son?" Arya balas dendan dengan meminta dukungan Soni.
"Patri! Kita ikut kalau tidak, No!" Soni meniru jawaban Nindy.
Arya dan Soni memang dikenal posesif terhadap pacar mereka.
Terkadang sebagai pacar Tari dan Nindy senang artinya mereka diperhatian namun kelamaan ada kesal jiga karena tingkat posesif semakin besar.
Jangankan dengan orang asing, dengan klien saja mereka terkadang cemburu apalagi kalau kliennya genit.
Walaupun begitu baik Tari maupun Nindy sangat bahagia bisa memiliki pacar yang baik dan perhatian, terlebih pacar-pacar mereka sangat Royal.
...****************...
__ADS_1
.