Betari

Betari
BAB 25 Teman Durhaka


__ADS_3

Soni memikirkan baik-baik bagaimana iya meyakinkan Nindy untuk bisa terus bersamanya.


Soni menyadari kalau memang sikapnya keterlaluan dan menyakiti hati Nindy.


"Siang Pak, ini ada dokumen yang dikirim oleh klien." Nindy masuk ke ruang Soni menyerahkan dokumen.


"Terima kasih. Nin, Bisa bicara sebentar? Nanti siang kita makan keluar ya, ada yang Abang mau bicarakan sama kamu." Sani mengajak Nindy.


"Baik, Pak. Saya permisi?" Nindy keluar ruangan.


"Nin, Abang rindu panggilan mu sama Abang."Soni mengusap wajahnya.


......................


Kini Soni dan Nindy berada di sebuah cafe untuk makan siang dan ngobrol.


...Suasana Tempat Soni dan Nindy Makan Siang...



Soni membuka obrolan mereka.


"Nin, Abang mau minta maaf sama kamu atas sikap Abang yang keterlaluan kemarin. Nindy mau maafin Abang?" Soni menatap Nindy dengan pandangan teduh.


"Nindy kecewa sama Abang, kenapa Abang ga nanya dulu denherin penjelasan Nindy, malah diem marah dan overthinking." Nindy ada rasa kecew dengan sikap Soni.

__ADS_1


"Iya Abang akui Abang cemburu buta. Itu semua karena Abang takut kehilangan kamu Sayang. Abang minta maaf betul. Nindy mau kan maafin Abang?" Soni kini mereih tangan Nindy.


"Nin, Abang ga pernah berpikir untuk putus, kehilangan kamu bukan hal yang bisa Abang bayangkan. Jangan pernah ninggalin Abang ya, Sayang." Soni denga wajah sendu.


"Iya,,, tapi besok-besok kalau ada apapun yang ga berkenan dihati tanya dulu, jangan ambil kesimpulan sendiri." Nindy memberikan maafnya.


"Abang janji akan berusaha lebih baik lagi. Tapi jangan pancing dengan hal-hal yang seperti itu, abang bisa terbakar cemburu." Soni mulai cerah raut wajahnya.


"Sayang, nanti pulangnya Abang anter seperti biasa, Abang kangen diem-dieman sama kamu 3 hari serasa 3 tahun." Soni manja.


"Salah sendiri, Abang yang ngediemin duluan." Nindy melet ke Soni.


"Iya, ga bakal ngulangin lagi. Tapi mulai sekarang jangan larang untuk bisa menunjukkan kalau kamu pacar Abang agar mereka ga asal deketin kamu." Soni mengancam.


"Disesuaikan kondisi nya Abang, kalo perlu baru di tunjukkan kalo aman dan damai ga ada pebinor dan pelakor ya ga usah." Nindy tertawa.


......................


Soni dan Nindy kembali ke kantor.


Tari dan Arya yang juga selesai dari makan siangnya melihat keduanya.


Arya meledek Soni dan Tari hanya tersenyum.


"Sayang, ada yang sudah baikan nih kayak?" Arya dengan wajah meledek ke Arah Soni.

__ADS_1


"Yoi donk,,, Soni, Ya kan Sayang!" Soni mengangkat alisnya kode ke Nindy.


"Baguslah Nin, kamu maafin dia. Kemaren Curhat sama Saya pake Nangis segala, bilang Nindy minta putus sama gw, padahal gw cinta banget sama dia." Arya menirukan curhat Soni di depan Nindy dan Tari.


"Dasar Temen macem apa Lo ya, ember banget. "Soni dengan wajah salting.


"Udah ah Mas, kasian Pak Soni tuh Nindy juga jadi malu kan, kamu Mas seneng banget ngeledek." Tari mengingatkan Arya.


"Tuh, denger kata calon bini Lo, dasar temen durhaka Lo!" Soni mengumpat Arya.


"Malu Lo Ya." Arya masih dengan Ledekannya.


"Ye kalo Lo ga inget aja dulu, Lo juga dulu gitu ke Tari, gw ceritain mau Ri?" Soni mulai jahil akan membovorkan sesuatu.


"Mana ada gw begitu" Arya menampiknya.


"Ohh, Lupa Ya, Lo kan Cemburu banget sama Rian, Inget ga ya Lo curhat sama Gw...


Arya segera menutup mulut Soni dan mengancam Soni turun jabatan.


Melihat Arya dan Soni, Arif yang datang terlihat bingung dengan kelakuan boss nya itu.


"Pak Arya, Pak Soni, jadi meetingnya?" Arif menanyakan.


"Oh iya jadi Rif ayo." Arya segera menyeret Soni dan Arif mengikuti keduanya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2