Betari

Betari
BAB 17 Bertemu Mama Ana


__ADS_3

Nindy kini ngobrol bersama Mama Ana dan Soni di ruang keluarga.


Tidak seperti yang Nindy khawatirkan, Mama Ana orang tua Bang Soni begitu hangat menyambut Nindy di rumahnya.


Seperti kali ini Mama Ana menunjukkan foto-foto Soni dari masa ke masa.


"Nin, kesini deh mama mau kasih lihat kamu sesuatu." Mama Ana menunjukkan album foto dan mereka duduk sambil melihat-lihat.


"Coba Nin, kamu lihat ini Bang Sonimu, lucu ga? ini waktu Abang baru lahir." mama Ana menceritakan.


Waktu itu mama ingat sekali Mama dan Alm. Papa sedang jalan di Mall, memang mama itu aneh ketika hamil Soni bawaannya mau ke Mall terus ga harus belanja cuma senang ketemu orang.


Makanya Nin, besarnya jadi Playboy gini. Tapi sudah Tobat kan Bang?" Mama Ana melotot ke arah Soni.


" Wah, fitnah itu Sayang, Mama jangan bongkar-bongkar aib Abang. Abangkan sekarang Mantan Playboy."Soni dengan Bangga.


Kemudian ada suara yang masuk dan langsung menyahut. Seorang pria kisaran 21 tahun dan masih mahasiswa masuk menyalami Mama Ana dan Nindy.


" Mudah-Mudahan Tobatnya Bener Bang, Ga Kumat! " Tama adik Soni yang langsung menimpali obrolan.


"Hey,,, kalian ini malu sama Kak Nindy, Tama salam Kak Nindy."


"Kak Nindy, Jangan percaya sama Abang kadang suka Kumat. Pokoknya kalo Abang macem-macem Kak, Bilang aja ke Tama." Tama layaknya Soni gampang berbaur.


"Sipppp, Tos dulu ah." Nindy mulai kompak dengan adik iparnya, eh calon deh.



"Nah ini Nin, ada kejadian lucu waktu Abang mau disunat." Mama Ana menunjukkan Foto Soni setelah disunat di Dokter.


"Saking Takutnya mau disunat Soni lari keliling rumah sakit, sampai suster mengejar-ngejar dia kewalahan. Mama dan Alm. Papa jadi merasa ga enak hati sama pihak RS." Kenang Mama Ana akan peristiwa Soni ketika sunat.

__ADS_1


"Ih, Abang dari kecil udah caper banget, pengen banget dikejar cewek." Tama memang jahil layak Soni.


"Sotoy Lo Dek!" Soni mempoles kepala Tama.



"Kalau ini Nin, waktu Soni perpisahan Tk." Mama Ana menunjukkan foto.



Sambil berbisik Mama Ana meminta Nindy memfoto dengan HP nya Satu foto yang selama ini Soni anggap sudah tidak ada.


"Sudah Nin, kamu foto?" Mama Ana berbisik.


Soni heran kenapa Mama dan Nindy bisik-bisik dan tertawa kecil. Namun tertahan tak lepas.


Tama melihat seperti itu langsung mengikuti kode Nindy untuk bergabung bersama Mama dan Nindy.


"Hahahahahaaaaaa, Abangggggg ya ampuuuunnnn Cantik banget di sini!" Tama memegang foto Soni.


Soni kaget ternyata foto itu masih ada, padahal seingatnya sudah dimusnahkan.


Maka terjadilah kejar-kekaran Tama dan Soni.


Tentu hal itu membuat tertawa Nindy dan Mama Ana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah 2 putranya.


Mau Tahu foto Soni yang jadi Ledekan?


Check This Out!


__ADS_1


Lucu bukan Soni di dandani mamanya menjadi anak perempuan.


"Ceritanya bagaimana Abang foto begini?" Nindy juga penasaran.


"Bener Ma, ceritakan, Tama mau denger, kenapa Abang jadi Cantik!" Tama masih senang meledek Abangnya.


"Hadiah wisuda yang lo minta sama Abang batal ya Tam!" Ancam Soni setelah lelah mengejar Tama.


"Oh tidak bisa, kita udah deal Bang! Tapi gpp deh batal, Tama yakin kalo foto ini Tama barter ke Mas Arya, pasti bisalah dapet Motor Sport." Ancam Tama meledek Abangnya.


"Dasar Lo Adek rasa Kompeni!" Soni sebel atas ledekan adiknya Tama.


.


Setelah makan malam di Rumah Soni, Akhirnya Nindy pamit pulang.


"Ma, Nindy pamit pulang ya, Maaf kedatangan Nindy mengganggu waktu Mama, Nindy juga terima kasih sudah diajak makan mencoba masakan Mama, Nikmat sekali." Nindy mencium tangan salim pada Mama Ana.


"Jangan sungkan Sayang, Kan sebentar lagi mau kan jadi anak Mama?" Mama Ana.


"Iya Ma," Jawab Nindy malu-malu.


"Ma Abang antar Nindy dulu ya, " Pamit Soni salim Mama Ana.


"Hati-hati bang nyetirnya. Nindy Sering-sering main kesini Nak, temenin Mama." Mama Ana mengatakan.


"Assalamualaikum." Nindy dan Soni bersamaan.


"Waalaikumsalam." Jawab Mama Ana.


Selepas mereka pulang Mama Ana berdoa semoga Nindy adalah jodoh terbaik bagi Soni begitupun sebaliknya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2