Betari

Betari
BAB 12 Dilema Tari


__ADS_3

Menikmati malam minggu berdua bersama orang tersayang membuat malam seakan panjang tanpa ujung dan perpisahan.


Langit bertabur bintang bermandikan cahaya bulan seakan pengiring setia kisah cinta yang masih seumur jagung antara Arya dan Tari.


Mereka sengaja dinner malam ini berdua selain memang untuk pacaran, namun meski bos dan sekretaris selalu bersama tidak dipungkiri ada batasan bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan saat hari-hari kerja.


Tari selalu mengingatkan pada Arya bahwa Arya adalah seorang pimpinan, jika tidak bisa bersikap profesional bagaimana ia menjaga wibawanya didepan pegawainya.


Untuk hari ini memang sengaja Arya mengajak Tari untuk bisa menikmati indahnya masa-masa pacaran mereka.


"Sayang, mama menanyakan kapan kamu aku perkenalkan padanya?" Arya akhirnya beranikan diri setelah 1 tahun mereka pacaran.


Selama ini memang Tari juga pernah bertemu dan berbicara dengan ibu Arya namun semua itu dilakukan dalam kepentingan kantor bukan sebagai calon menantu.


Arya sering meyakinkan Tari bahwa tidak perlu khawatir tentang hal-hal yang menjadi kecemasan dan keraguan Tari akan perbedaan sosial keduanya


Tari hanya takut ketika melibatkan orang tua dan berakhir kecewa.


Sebenarnya Tari pernah mendengar bahwa sebetulnya Arya adalah pribadi yang apa adanya seperti saat ini.

__ADS_1


Adapun mengapa Arya bersikap seperti awal pertemuannya dengan Tari tidak lain karena raasa kekecewaan Arya yang begitu besar di khianati kekasih Arya yang merupakan putri dari relasi sekaligus sahabat Alm. Ayah Arya.


Tentunya Tari merasa rendah diri mengingat ia hanya gadis yatim miskin yang tinggal dirumah petakan dan anak penjual kue.


Tari memang tidak pernah menutup-nutupi kondisi keluarganya. Semua di ceritakan Tari pada Arya tanpa ada yang dirahasiakan.


Arya pun berkali-kali mengatakan bahwa bunda Dewi, ibu Arya menerima apa adanya.


Seakan penguatan itu masih belum cukup bagi Tari untuk bisa percaya diri menjadi pendamping hidup Arya.


Karena meski 1 tahun hubungannya dikantor dengan Arya, masih ia mendengar selentingan pandangan buruk mengenai dirinya sebagai sekretaris penggoda bos.



"Sayang, kok ngelamun sih. Ada apa cerita sama aku." Arya mengambil tangan Tari dan menggenggamnya.


"Ga ada apa - apa sayang, aku cuma lagi terpikir soal mewujudkan keinginan ibu membuka toko kue." Tari menjelaskan.


"Sayang, kenapa ga bilang sama aku. Aku bakal bantu kamu mewujudkan keinginan kamu itu." Arya mencoba memberikan bantuan akan hal itu.

__ADS_1


"Justru itu mas, yang aku khawatirkan. Aku nantinya akan mudah bergantung padamu, aku ingin bisa memberikan keinginan dan harapan ibuku atas kerja kerasku, lagi pula kamu sudah banyak membantuku saat aku membeli rumah untuk ibu. Aku tidak mau merepotkan mu lagi mas.


Tari memang kini sudah tidak lagi mengontrak rumah petakan. Hasil kerja yang diperolehnya ditabung sedikit demi sedikit untuk membeli rumah dan kini sudah tercapai.


Meski rumah yang Tari beli sederhana namun ibunya begitu senang dan bahagia. Itulah hal yang paling membahagiakan Tari saat melihat ibunya bahagia.


"Bolehkan aku memintamu menungguku sampai aku berhasil mewujudkan keinginan ibuku?" Tari memohon Arya untuk bersabar.


"Iya, akan aku tunggu."Arya mengiyakan.


Arya sebenarnya ingin sekali membelikan toko kue untuk diberikan kepada ibu Tari. Namun sikap Tari yang pekerja keras, mandiri dan sangat terlalu independen terkadang membuat Arya menahan dirinya agar tidak menjadi konflik.


Arya senang Tari bukanlah perempuan matre. Arya yakin jika bukan Tari maka tentu perempuan yang menjadi pacarnya akan menuntut ABCD sementara 1 tahun Arya berpacaran dengan Tari tidak pernah sekalipun Tari meminta apapun darinya. Meski kalaupun Tari meminta menurut Arya itu bukan matre, wajar pacar mengabulkan permintaan orang yang disayanginya.


"Mama sering menanyakan kamu, kapan aku mengajakmu main kerumah?" Arya mengulangi permintaan mamanya.


"Baiklah, aku akan memikirkannya, mas. secepatnya."Tari memberikan kepastian.


"Kabari aku kapan kamu siap. Aku akan selalu menunggu kesiapanmu." Arya berusaha memahami kondisi Tari.

__ADS_1


...****************...


.


__ADS_2