Betari

Betari
BAB 16 Jogja Hari Ketiga - Pulang


__ADS_3

Hari terakhir di Jogja digunakan bagi para pegawai hunting oleh-oleh.


Jogja menghadirkan begitu banyak ciri khas dari segi apapun.


Termasuk didalamnya oleh-oleh.


Tari dan Nindy juga sudah mulai berjalan didampingi pacar tercintanya tentu Arya dan Soni.


Sesungguhnya Arya dan Soni malas terhadap hal-hal yang bersifat shopping apalagi Arya dan Soni tahu betul kebiasaan pacar mereka ketika shopping bisa membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Dengan terpaksa mereka menemani keduanya.


Tari dan Nindy sengaja membawa Arya dan Soni untuk bisa membantu membawakan belanjaan mereka yang pastinya banyak.


Tempat pertama yang mereka singgahi adalah makan khas Jogja, apalagi kalau bukan gudeg.


Pilihan mereka jatuh pada gudeg yang cukup legendaris di kota Jogja, Gudeg Yu Djum.


__ADS_1



Gudeg Yu Djum yang dikenal legendaris. Warungnya sudah beroperasi sejak Yu Djum berusia 17 tahun. Gudeg yang ditawarkan oleh Yu Djum ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu gudegnya yang kering, berwarna coklat kemerahan dengan rasa manis.


Gudeg tersebut juga dimasak dengan cara tradisional, sehingga terasa autentik. Warung gudeg legendaris ini berlokasi di Jl Wijilan, tepatnya di sebelah utara Universitas Gadjah Mada (UGM).


Gudeg Yu Djum juga tak kalah populer, maka tak heran warungnya sering dijadikan sebagai destinasi wisata kuliner. Banyak dari wisatawan yang datang ke Yogyakarta penasaran dengan rasa gudegnya. Gudeg legendaris ini juga telah ditinggal sang pemilik pada 2016 lalu. Namun, rasa gudegnya tetap menjadi favorit.


Tari mengajak Nindy membeli Bakpia Pathok 25.


"Nin, sekarang kita disini mau beli Bakpia Pathok 25. Nanto kamu coba deh, enak rasanya." Tari mengajak Nindy memasuki tempat pembuatan Bakpia Pathok 25.




Terdapat banyak gerai bakpia di Yogyakarta, salah satu yang terkenal adalah Bakpia Pathok 25.


Pemilihan angka 25 sendiri sebetulnya tak ada alasan khusus. Menurut Ahmad, angka tersebut dipilih karena dalam bahasa Jawa penyebutan 25 berbeda dengan angka 20-an lainnya. 

__ADS_1


"Karena 25 itu dalam filosofi Jawa berbeda dengan angka lain. Kalau 20 kan rongpuluh, selikur, rolikur, telulikur, patlikur, nemlikur, pitulikur, wolulikir, songolikur. Kan semua ada angka dasarnya, tapi kalau 25 bukan limolikur, tapi selawe. Nah itulah yang mendasari pemilihan angka 25," ungkap Ahmad.  


"Sayang, Masih banyak yang kalian mau beli?" Arya dan Soni tampak lelah mengikuti 2 wanita yang memiliki tenaga ekstra dalam hal belanja.


"Untung cinta Abang sama Neng." Soni meratapi nasib.


"Jangan banyak ngeluh jalan!" Arya mendengus kesal dan capek.


"Nah ini Nin, beli souvenir dan pakaian berbahan batik namanya Toko Mirota Batik



Toko ini merupakan toko yang terletak di jalan Malioboro atau di seberang Pasar Beringharjo.


Toko ini menyediakan segala macam jenis buah tangan yang bisa anda beli utamanya adalah batik yang memiliki kualitas terbaik. Jenis dan ragam batik di sini sangat bervariasi dan harganya terbilang murah. Barang yang bisa anda beli disini contohnya berupa batik, sarung bantal, tas, sepatu, topi dan masih banyak lagi.


Alamat lengkapnya berada di Jalan Margo Mulyo No. 9, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, atau jika yang ini terlalu ramai dan padat anda bisa mengunjungi lokasi kedua yang beralamat di Jalan Kaliurang KM.15,5, Umbulmartani, Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Pasar Beringharjo

__ADS_1



__ADS_2