Bidadari Surga Untukku

Bidadari Surga Untukku
Part 10


__ADS_3

Setelah mendapat restu dari kakak Saras, mereka bertiga langsung kembali menuju Jakarta dan mulai mempersiapkan acara pernikahan.


"Apa kamu mau kita adain resepsi?" tanya Wildan pada Saras. Sedangkan Elsi sudah tidur di kursi belakang.


"Terserah kamu aja. Tapi menurutku ini terlalu mendadak, kita cuma punya waktu dua Minggu buat nyiapin pernikahan, apa bakal keburu kalo mau nyiapin resepsi juga?" jelas Saras.


"Ehm, gimana kalau kita akad dulu. Untuk resepsi bisa kita pikirkan nanti," usul Wildan.


"Boleh si, buat aku sah secara agama dan negara juga udah cukup kok," timpal Saras. Wildan tersenyum, ternyata calon istrinya bukan tipe wanita yang materialistis.


"Jadi sekarang aku boleh kan ya panggil kamu sayang?" tanya Wildan yang sengaja menggoda Saras. Dan benar saja wajah Saras memerah seperti kepiting rebus, walau tertutupi oleh cadarnya.


"Mas ngomong apa sih? Nggak usah ngomong gitu lagi di sini ada Elsi. Dan tahanlah diri kamu," jawab Saras dengan wajah sudah merona. Wildan terkekeh pelan melihat tingkah sang calon istri, sungguh menggemaskan.


"Aku denger loh Kak," gerutu Elsi dari kursi belakang yang ternyata sudah bangun dari tidurnya. Sontak Wildan dan Saras menoleh ke arah Elsi, mereka melihat wajah anak itu sudah ditekuk karena kesal.


"Kak, kalau mau mesra-mesraan jangan pas ada aku aja. Coba depan Umma sama Abi berani nggak?" ledek Elsi yang sekaligus menantang Wildan.

__ADS_1


"Ohh kamu nantangin ceritanya? Tenang aja, nanti kita juga romantis di depan Umma dan Abi kalau kita udah halal. Iya kan Sayang?" balas Wildan tak mau kalah. Saras yang mendengar perdebatan kedua kakak adik itu hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Mereka kini sudah sampai di Jakarta, Wildan segera mengantar Saras pulang menuju apartemennya.


"Kamu jangan khawatir soal pernikahan. Semua udah diurus Umma dan Abi. Kita tinggal siap ijab aja," ucap Wildan pada Saras. Saras pun hanya mengangguk.


Setelah memastikan Saras masuk ke apartemennya dengan selamat, ia segera melajukan mobilnya pulang. Sementara Elsi tertidur di kursi belakang.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah. Abi dan Umma sudah menunggu di teras. Dan kebetulan Elsi baru bangun dari tidurnya.


"Assalamualaikum," Wildan dan Elsi mengucap salam berbarengan mereka lalu mencium tangan kedua orang tua mereka.


"Alhamdulillah, Abi akhirnya kita mau punya mantu," ucap Umma bahagia. Abi pun ikut bahagia mendengar Wildan telah mendapat restu dari kakak Saras.


"Terus rencananya mau kapan?" tanya Umma antusias.


"Kalau keluarga Saras si menyarankan 2 Minggu ke depan. Tapi kalau Abi sama Umma pingin waktu lain juga boleh," jawab Wildan.

__ADS_1


"Abi setuju kalau 2 Minggu lagi. Lebih cepat lebih baik. Gimana Umma?" ucap Abi yang setuju.


"Umma juga setuju, berarti semua tinggal Umma siapin. Kamu dan Saras tenang aja, nggak usah mikirin persiapan pernikahan. Biar Umma yang urus semua," timpal Umma yang juga menyetujui pernikahan.


Mereka lalu masuk ke dalam rumah bersamaan karena waktu sudah sore.


Sementara di apartemen Saras, ia selesai menunaikan sholat Maghrib. Saras kini merasa lega karena sudah bisa mendapat restu dari kakak dan kakak iparnya.


"Ya Allah, semoga Wildan adalah orang yang tepat untukku. Semoga dia bisa membimbing aku dan anak-anak ku kelak," gumam Saras berdoa dalam hatinya.


🌝🌝🌝


Segitu dulu untuk hari ini, jangan lupa like dan komen yupss yang membangun😚


jangan lupa follow Instagram aku yaaaa:


@e_kartikaa29

__ADS_1


Thank you and aimissyu 😚


__ADS_2