Bidadari Surga Untukku

Bidadari Surga Untukku
Part 12


__ADS_3

Mila yang melihat adiknya masuk dengan tak bersemangat langsung heran. Mengapa adiknya itu murung padahal sebelum berangkat fitting baju Saras semangat sekali. Mila masuk ke kamar Saras mencoba untuk mengobrol.


"Kamu kenapa dek?" tanya Mila lembut. Ia mengusap bahu Saras mencoba memberi kekuatan, ia tau adiknya sedang tidak baik-baik saja.


Saras menatap kakaknya, diam tak menjawab. Tapi sorot matanya menandakan bahwa ia sedang sedih. Jika di kamar Saras melepas cadarnya. Namun tak berapa lama kemudian ia menangis, Mila langsung memeluk adiknya dan menenangkannya.


"Apa keputusan aku tepat Mbak buat menikah sama Wildan?" tanya Saras lirih masih berada dipelukan Mila.


"Apa sekarang kamu ragu?" tanya balik Mila membelai kepala adiknya yang terbungkus hijab. Saras kembali terdiam, air mata masih terus mengalir di kedua pipinya. Ia tak tau harus menjawab apa sekarang.


"Aku nggak tau Mbak,bukannya ragu dengan keseriusan Wildan. Tapi aku takut nggak bisa jadi istri yang baik," jawab Saras kemudian. Mila hanya terdiam mendengarkan adiknya.

__ADS_1


"Saras, menikah itu memang tidak mudah. Kamu juga dulu tau gimana perjuangan Mbak dan Mas Fikri saat mau menikah. Ada saja halangannya, ada saja keraguan. Tapi di samping itu pahala menikah juga baik. Menikah itu Sunnah Rasul, dengan menikah pahala kita bertambah. Mantapkan hati kamu Saras, berdoalah kepada Allah," jelas Mila bijak masih memeluk adiknya.


Saras terdiam lagi, ia mencoba merenungi perkataan kakaknya itu. Ia jelas masih mengingat bagaimana perjuangan Mila dan Fikri saat akan menikah. Dulu Mila kenal dengan Fikri dalam pesantren, namun dulu Fikri adalah orang yang urakan, bandel, suka mabuk. Maka dari itu Fikri dimasukkan oleh orang tuanya ke dalam pesantren.


Sejak awal masuk Fikri dan Mila saling menyukai, namun Abah dan Umi tak merestui mereka karena Fikri seorang pemabuk dan playboy. Butuh waktu lama untuk Fikri berubah, itu semua demi bisa menikahi Mila, demi bisa mendapat restu dari Abah dan Umi. Hingga akhirnya merekapun direstui dan menikah di usia Mila 20 tahun sementara Fikri 22 tahun. Karena memang Fikri adalah kakak kelas Mila.


Saras melepas pelukannya dan menghapus air matanya. Ucapan kakaknya memang benar, semua hal yang baik pasti memiliki rintangan. Begitu pula dengan Saras, ia akan memantapkan hatinya sebelum hari pernikahannya dan mencoba menjadi istri yang baik untuk Wildan.


Di tempat lain...


"Haii sayang," ucap seorang wanita dengan nada menggoda. Ia tengah membelai manja kedua pundak seorang pria yang ia anggap kekasihnya itu.

__ADS_1


Namun berbeda dengan sang pria, ia seperti enggan menatap wanita yang kini sedang bertindak manja padanya. Ia menghempaskan kasar kedua tangan yang melingkar memeluk lehernya.


"Kamu kenapa si sayang? kamu nggak seneng ketemu aku? Kamu nggak kangen belaian dari aku?" tanya wanita itu yang semakin gencar menggoda sang pria, bahkan kini jari-jari lentiknya sudah membelai dada sang pria dan bersiap membuka kancing kemejanya, namun tangannya segera ditepis kasar.


"Ellena stop!! Sampai kapan kamu terus seperti ini? aku bukan lagi Arga yang kamu kenal!!" bentak si pria yang ternyata adalah Wildan. Ia kini berada di ruangannya bersama seorang gadis cantik nan sexi, Ellena Yovinda Liliana. Gadis keturunan Jerman-Indonesia yang menganggap Wildan/Arga adalah kekasihnya.


🌼🌼🌼🌼


Segitu dulu yaa untuk hari ini, jangan lupa tinggalkan like dan komen.. Yang pingin tau siapa itu Ellena, stay tune yaa..


Jangan lupa follow @e_kartikaa29.

__ADS_1


Salam Aaamiiicccuuuu😚


__ADS_2