Bidadari Surga Untukku

Bidadari Surga Untukku
Part 21


__ADS_3

Setelah masalah dengan Saras selesai, Wildan memutuskan untuk ke apartemen Ellena. Ia ingin sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini. Wildan pun melajukan mobilnya.


"Hai Sayang, kok kamu kesini gak bilang? Mau kasih aku surprise ya?" tanya Ellena melihat Wildan berdiri di depan pintu apartemennya. Ia bergelayut manja pada lengan Wildan.


"Ellen, tolong lepasin!" perintah Wildan sambil berusaha melepaskan tangan Ellena.


"Kamu kenapa si sayang? kan aku kangen sama kamu," tanya Ellena. Bukannya menjawab, Wildan malah mendorong Ellena hingga lengan Ellena membentur dinding.


"Aww, sakit sayang. Kamu kok kasar banget si?" rengek Ellena sambil mengusap lengannya. Ia mendekati kembali Wildan.


"Ellena, mulai sekarang jauhi aku dan Saras. Kita akan menikah sebentar lagi," ucap Wildan.


"Saras? Si jal*ng yang mirip ******* itu?" tanya Ellena. Wildan yang mendengar Saras direndahkan, ia sangat emosi tapi ditahannya.


"Jaga ucapan kamu Ellen, dia bukan wanita seperti itu," bela Wildan. Ellena tertawa getir, ia mengambil sebatang rokok dan menyalakannya lalu membuang asapnya di wajah Wildan.


"Hhahaha, Wildan kamu jangan tertipu sama penampilan dia. Sok alim tapi ternyata tubuhnya kotor," ucap Ellena sambil sesekali menyesap rokoknya. Merokok memanglah kebiasaan Ellena semenjak dulu, bahkan dulu waktu bersama Wildan pun Ellena sangat suka merokok dan minum wine.


"Apa si Dan, kurangnya aku buat kamu?" tanya Ellena menuang wine yang baru saja ia ambil di kulkas. Wildan tau jika Ellena akan mabuk.


"Ini bedanya kamu sama Saras," jawab Wildan saat Ellena meminum wine.nya..

__ADS_1


"Dan, aku masih cinta loh sama kamu.. emang kamu udah gak cinta sama aku?" tanya Ellena yang sudah mulai mabuk.. Ia sudah membuang rokoknya.


"Sekarang aku tanya, kemana kamu 3 tahun lalu. Di saat aku serius sama kamu, kamu malah pergi," tanya Wildan pelan. Ia menahan agar air matanya tidak mengalir. Sangat menyakitkan jika mengingat kejadian 3 tahun lalu. Ellena mengalungkan tangannya di leher Wildan.


"Aku udah bilang sayang, apa kamu nggak percaya? Sekarang aku udah kembali, kita bisa melanjutkan pernikahan kita," jawab Ellena setengah sadar.


Wildan mendorong Ellena hingga terduduk di sofa.


"Aku minta sekali lagi, jangan ganggu kehidupan aku dan Saras, kalau kamu tetap mengusik kami, aku akan melaporkan kamu ke polisi," ancam Wildan. Ia lalu berbalik meninggalkan Ellena di apartemennya.


Sepeninggal Wildan, Ellena masih duduk di sofa dengan tatapan kosong. Lalu ia tertawa seorang diri.


"Hhhahahahaha...." namun tak berapa lama tawa itu berubah menjadi Isak tangis yang memilukan. Ya Ellena menangis.


"Enggak, nggak segampang itu buat lepasin kamu. Kalau aku nggak bisa milikin kamu, maka orang lain juga gak akan bisa, Saras liat aja pembalasanku. Aku pasti rebut Wildan dari kamu," sambungnya. Ellena memang sangat terobsesi dengan Wildan.


Sementara Wildan sudah keluar dari apartemen Ellena. Ia menelpon Saras untuk memberitahu jika ia sudah menyelesaikan masalahnya dengan Ellena.


"Hallo Assalamualaikum Mas," sebuah suara lembut terdengar di sebrang telpon.


"Waalaikumsalam Saras. Mas cuma mau ngabarin, Alhamdulillah masalah Mas dan Ellena sudah selesai, 3 hari lagi kita bisa menikah," ucap Wildan.

__ADS_1


"Alhamdulillah kalau gitu. Ohh iya, keadaannya Ellena gimana Mas? Dia baik-baik aja kan?" tanya Saras.


"Sayang, kenapa kamu masih peduliin dia? dia udah ngancurin rencana pernikahan kita," tanya Wildan.


"Mas, nggak boleh gitu. Bagaimanapun Ellena adalah orang yang pernah ada di hidup kamu. Apalagi aku liat, dia masih cinta sama kamu. Pasti ini berat banget buat Ellena," jawab Saras. Wildan menyunggingkan senyumnya mendengar jawaban Saras.


"Masya Allah, Sayang Mas tuh beruntung banget ya bisa mendapatkan bidadari surga sebaik kamu. Tapi kamu jangan khawatir, in Sya Allah Ellena baik-baik aja," jawab Wildan kemudian.


"Mas ahh gombal Mulu kerjaannya, udah ahh.. aku mau lanjut masak,"


"Ya udah sana masak yang enak ya sayang, Mas tutup dulu. Assalamualaikum," ucap Wildan.


"Waalaikumsalam," jawab Saras. Merekapun sama-sama menutup telfonnya.


🌼🌼🌼🌼🌼


Sekian untuk hari ini, maaf yaa kalau jarang upload. Author sibuk, wkwkw..


Jangan lupa dukung karya author dengan like, komen, dan vote..


Jangan lupa follow Instagram @e_kartikaa29

__ADS_1


Amicccuuuu guys🖤


__ADS_2