Bidadari Surga Untukku

Bidadari Surga Untukku
Part 9


__ADS_3

Sebelumnya mohon maaf banget nihh jarang up☺️ author lagi sibuk-sibuknya jadi Maba, wkwkwk.. Jadi mohon pengertiannya yuppss..


Jangan lupa berikan like dan komen yang membangun, nanti author bakal usahain untuk up tiap hari😚


AaammmiicccuuuπŸ–€


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Wildan mengantar Saras pulang. Mereka berjanji jika hari esok mereka akan pergi ke Bandung untuk meminta restu dengan kakaknya Saras.


Esok paginya, jam 9 Wildan sudah menjemput Saras di apartemennya. Mereka lalu berangkat ke Bandung bersama adik perempuan Wildan, Elsi..


Setelah menempuh perjalanan, mereka sampai di Bandung. Tepatnya di kediaman Mila, kakak perempuan Saras. Mila adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki Saras sekarang. Ia tinggal di Bandung bersama suami dan kedua anaknya.


"Assalamualaikum," Saras mengucap salam


"Waalaikumsalam," suara sahutan dari dalam rumah. Mila membuka pintu dan melihat adiknya yang sedang berdiri di pintu bersama seorang lelaki dan perempuan yang mungkin berumur 13an.


"Saras, kamu udah nyampe. Ayo kita masuk dulu," ucap Mila pada Saras dan lelaki itu yang ia yakini adalah calon suami Saras. Mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu.


"Saras, kalau mau bicara penting, lebih baik nunggu Mas Fikri ya," ucap Mila. Fikri adalah suami Mila, kakak ipar dari Saras.


"Iya Mbak," jawab Saras. Setelah membuatkan minuman untuk para tamunya, Mila duduk di ruang tamu menemani Saras, Wildan, dan Elsi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Fikri akhirnya pulang. Ia langsung duduk di samping istrinya.


"Maaf ya Saras jadi nunggu lama," ucap Fikri.


"Nggak apa-apa kok Mas, belum lama juga Saras nunggu," ucap Saras.


Setelah berbincang santai, akhirnya Saras mengatakan tujuan ia dan Wildan datang.


"Mas, Mbak. Kenalin ini Mas Wildan," ucap Saras memperkenalkan Wildan. Mila dan Fikri hanya tersenyum ramah.


"Mas, Mbak. Perkenalan saya Wildan. Kedatangan saya kemari ingin meminta restu pada Mbak Mila dan Mas Fikri untuk mempersunting Saras," timpal Wildan mengatakan tujuannya. Ia melirik Saras yang tengah menundukkan pandangannya.


Mila dan Fikri terdiam beberapa saat. Memang sudah saatnya adik perempuannya itu menikah. Ia juga butuh lelaki yang bisa selalu membimbingnya. Tiba-tiba tangan Saras digenggam oleh Mila.


"Kamu tau, gimana rasa sayangnya Mbak ke kamu. Apalagi setelah Ayah dan Ibu meninggal, Mbak hanya punya kamu sebagai keluarga. Dan sekarang, Mbak nggak nyangka kamu datang meminta doa restu," sambung Mila yang mulai meneteskan air mata.


Saras yang melihat kakaknya menangis, ia bersimpuh di depan kakaknya. Ia ikut menangis, sementara Wildan dan Elsi hanya diam melihat adegan mengharukan itu. Mila membelai kepala adiknya yang terbungkus jilbab, ia tak kuasa menahan air mata.


"Mbak percaya kamu sudah siap membangun rumah tangga. Mbak juga percaya kamu bisa jadi ibu yang baik untuk anak-anakmu. Maka dari itu Mbak merestui kamu," ucap Mila. Saras mendongakkan kepalanya menatap Mila. Lalu beberapa detik kemudian ia memeluk kakaknya. Mereka saling berpelukan dan menangis bersama.


Sementara itu Wildan mengucap syukur saat Mila memberikan restu untuknya. Betapa bahagianya ia. Akhirnya Wildan bisa mempersunting wanita yang di cintainya.


"Mbak, terima kasih. Terima kasih selama ini telah merawat aku. Terima kasih untuk waktu Mbak selama ini. Aku izin untuk menikah dengan lelaki pilihanku. Aku percaya Mas Wildan bisa membimbing aku," ucap Saras yang masih berderai air mata. Saras kembali duduk di sofa.

__ADS_1


"Lalu Mas Fikri bagaimana? apa Mas Fikri merestui kita?" tanya Saras menatap Fikri.


"Saras, Mas itu suami kakakmu. Kalau Mila merestui maka Mas juga merestui," jawab Fikri.


"Alhamdulillah," ucap Wildan dan Saras bersamaan. Kini mereka lega telah mendapat restu dari kakak dan kakak ipar Saras.


"Wildan, Mbak mohon kepada kamu. Tolong jaga Saras, bimbing dia selalu. Bila kamu marah, jangan sekalipun membentak Saras. Kalau kamu sudah tak sanggup bersamanya, jangan lukai dia. Tapi kembalikan dia pada Mbak. Maka Mbak yang akan menjaganya," ucap Mila serius. Ia tak ingin adiknya merasa terbuang, ia tak ingin adiknya merasakan rasanya dibentak.


"Mbak, insyaallah Wildan janji untuk menjaga dan menyayangi Saras. Dan Wildan juga berjanji tak akan pernah main fisik dengan Saras, karena Wildan sangat mencintainya Mbak," ucap Wildan tegas. Saras yang mendengar kalimat terakhir Wildan, wajahnya menjadi bersemu merah.


"Kita pegang janjimu Wildan," ucap Mila. Ia kini percaya bahwa Wildan akan menjadi imam yang baik untuk adiknya.


"Saras, berhubung kita sudah merestui kalian dan kedua orang tua Wildan juga sudah merestui, lebih baik kita percepat saja niat baik Wildan," ucap Mas Fikri yang sukses membuat wajah Saras kembali memerah malu.


"Rencananya kalian mau menikah di mana?" tanya Mila yang menimpali ucapan suaminya.


"Kalau Mas dan Mbak mengizinkan, kami mau menikah di Jakarta saja," jawab Wildan.


"Ohh ya silahkan kalau mau menikah di Jakarta. Nanti Mbak sama Mas kesana. Kebetulan 2 Minggu lagi anak-anak sudah liburan," ucap Fikri. Mereka membahas tanggal pernikahan, karena keluarga Wildan menyerahkan sepenuhnya tanggal pernikahan kepada keluarga Saras. Hingga sudah di tentukan bahwa pernikahan akan dilaksanakan 2 Minggu lagi.


🌼🌼🌼🌼


Maaf ya part ini cukup panjang. Tetap dukung karya author yaaa. Jangan lupa like dan komentarnya..

__ADS_1


Aimissyu 😚


__ADS_2