Bidadari Surga Untukku

Bidadari Surga Untukku
Part 14


__ADS_3

"Sekarang lebih baik kamu pergi dari sini. Jangan ganggu aku lagi, pergi!!" sekali lagi Wildan membentak Ellena dan mengusirnya. Kini emosinya tengah memuncak. Ellena hanya diam, ia mengambil tasnya dan berjalan keluar meninggalkan Wildan dalam ruangannya.


Wildan menyadarkan punggungnya pada kursi. Sekarang perasaannya bimbang, ia memang masih mencintai Ellena Namun ia juga tak bisa mengkhianati Saras yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.


Sampai sebuah ketukan pintu meyadarkan Wildan dari lamunannya. Liana masuk dengan berkas di tangan. Ia melihat Wildan yang tengah melamun.


"Kamu kenapa?" tanya Liana. Bukannya Liana tak sopan dengan atasannya. Tapi Wildan yang memintanya bersikap biasa saja bukan seperti bos Dan sekretaris saat mereka berdua.


Wildan menghela nafas berat. Ia tak langsung menjawab. Liana sudah tau apa alasan Wildan melamun, apalagi ia juga melihat Ellena keluar dari ruangan Wildan. Liana menaruh berkas di meja dan duduk di kursi.


"Sampai kapan kamu akan terus seperti ini? Kamu masih cinta sama dia?" tanya Liana menatap lekat Wildan.


" Aku nggak bisa bohongin perasaan aku," jawab Wildan lirih tanpa menatap Liana.


"Wildan, kamu ini buta apa gimana? Kamu nggak inget..."

__ADS_1


"Ellena yang 3 tahun lalu ninggalin aku tanpa alesan," dengan cepat Wildan memotong ucapan Liana. Liana mengangguk.


"Li, aku tau. Tapi entah kenapa setiap ngeliat sikap manja Ellena hatiku akan luluh. Seakan-akan aku lupa dengan Ellena yang ninggalin aku," sambung Wildan.


"Aku nggak habis pikir sama cara berfikir kamu. Hati kamu lemah banget si!! Sekarang kamu bilang kamu masih cinta sama j*lang itu, kamu nggak mikirin perasaan Saras yang sebentar lagi jadi istri kamu," ucap Liana mulai marah.


"Liana!! jangan sebut Ellena j*lang!!" bentak Wildan tak terima. Liana tersenyum sinis ke arah Wildan.


"Lihat, sekarang bahkan kamu tidak terima aku mengatakan fakta tentang dia. Inget satu hal Wildan, sebentar lagi tinggal menghitung hari kamu akan menikah sama Saras. Apa tega kamu mengkhianati seorang yang sempurna seperti Saras demi wanita itu? Demi orang yang ninggalin kamu tanpa alasan? Demi orang yang ngaku masih cinta sama kamu padahal kita nggak tau kenyataannya? Aku nggak bakalan terima kalau kamu nyakitin Saras," jelas Liana panjang lebar. Ia beranjak untuk meninggalkan ruangan Wildan. Namun ia menghentikan langkahnya saat hendak membuka pintu.


Sepeninggal Liana, Wildan kembali terdiam. Benar apa yang diucapkan oleh Liana. Bukan mudah mendapatkan hati Saras, banyak juga lelaki di luaran sana yang ingin berada di posisinya sebagai calon suami Saras. Wildan beranjak dari duduknya, ia hendak melaksanakan sholat duhur untuk menenangkan pikirannya.


Sedangkan di apartemen Saras.


Kini Saras, Mila, serta kedua anak Mila sedang menikmati makan siang. Mila dan anak-anaknya sengaja datang seminggu sebelum pernikahan Saras. Sedangkan Fikri baru datang beberapa hari lagi.

__ADS_1


"Gimana dek? sekarang perasaan kamu sudah tenang?" tanya Mila. Saras hanya menjawabnya dengan anggukan. Kini perasaannya lebih tenang usai sholat dan meminta petunjuk kepada Sang Pencipta.


Di sebuah hotel..


"Hai Sayang," ucap seorang lelaki pada perempuan yang sudah menunggunya. Pria itu langsung memeluk posesif pinggang dan mengecup singkat bibir wanita itu.


"Hai juga sayang, kok kamu lama si? aku kan udah kangen sama kamu," tanya si wanita manja. Ia mengalungkan tangannya di leher lelaki itu. Tangannya mulai nakal membelai dada si lelaki.


"Aku juga kangen. Kita ke kamar yuk," ajak si pria mencium lagi bibir si wanita yang selalu menggodanya. Tak berapa lama ciuman berhenti. Mereka lalu menuju lift yang mengantar mereka sampai ke kamar.


🌼🌼🌼🌼


Segitu dulu yaa untuk hari ini. Thank you para readers. Jangan lupa vote author dan dukung karya pertama author dengan like, dan komen yang membangun.


Jangan lupa follow @e_kartikaa29

__ADS_1


Salam sayang dari author, aaaamiiicccuuu😚


__ADS_2