Bidadari Surga Untukku

Bidadari Surga Untukku
Part 19


__ADS_3

Hari ini harusnya menjadi hari yang membahagiakan untuk Wildan dan Saras, karena hari ini harusnya Saras dan Wildan melangsungkan akad nikah. Namun karena semua terjadi, akhirnya Saras membatalkan pernikahan mereka.


Wildan tengah menikmati teh paginya di balkon kamar. waktu 2 hari cukup baginya untuk merenung dan introspeksi diri. Ia meletakkan cangkirnya lalu mengambil bingkai foto Saras. Cukup lama ia memandangi foto calon istrinya itu.


Ada perasaan sedih dan menyesal yang hinggap dihatinya, jika saja ia tak tergoda dengan Ellena, pasti mereka akan tetap melangsungkan pernikahan hari ini.


Eildan mengambil ponselnya, ia akan menghubungi Saras. Ia bertekad untuk menyelesaikan masalah mereka hari ini.


“Hallo Assalamualaikum,” suara lembut terdengar saat telfon tersambung, tak lain adalah suara Saras. Wildan terdiam beberapa detik mendengar suara yang sangat ia rindukan itu.


“Waalaikumussalam. Saras apa hari ini kamu ada acara?” tanya Wildan.


“Enggak ada Mas, kenapa?” Saras balik bertanya. Wildan terdiam mendengar Saras memanggilnya dengan sebutan Mas. Itu berarti Saras sudah memaafkannya.


“Aku mau ke apartemen kamu. Apa ada Mas Fikri dan Mbak Mila?” ucap Wildan. Sebuah senyuman terukir di bibirnya.


“Ada kok, silahkan saja kalau Mas mau ke sini,” jawab Saras. Wildan sangat senang mendengar Saras mau menerimanya. Setelah itu Wildan langsung menutup telfon dan bergegas mandi. Ia sudah tak sabar bertemu saras.

__ADS_1


Sementara di tempat Saras, sebuah senyuman tersungging di bibirnya. Sebenarnya selama 2 hari ini Saras juga merenung, ia banyak berdoa untuk meminta petunjuk pada sang Maha Kuasa.


“Apapun keputusan kamu, aku akam menerima. Jika memang kita di takdirkan untuk bersama, maka kita akan bersama. Tak peduli apapun rintangannya. Semoga keputusanmu tidak mengecewakanku Mas,” ucap Saras pada dirinya sendiri. Ia memandang foto Wildan yang ada di meja dekat tempat tidurnya.


Ia lalu memakai cadarnya dan bergegas keluar kamar untuk memberitahukan perihal kedatangan Wildan kepada kakak dan kakak iparnya.


Ia melihat Mila dan Fikri yang tengah berromantis ria di sofa ruang tamu sambil menonton tv. Sedangkan kedua keponakannya sedang bermain di karpet didepan tv.


“Aduh, pagi-pagi udah tebar ke romantisan aja. Jangan bikin orang iri,” sindir Saras langsung duduk bersama kedua keponakannya. Mila yang mendengar sindiran adiknya langsung kembali duduk tegak, tidak lagi menyandar pada Fikri. Mukanya memerah karena dipergoki Saras.


Saras dan Fikri sama-sama tertawa melihat tingkah lucu Mila.


“Bunda, beneran Khadijah mau punya adik?” tanya gadis kecil berumur 5 tahun tersebut. Kanza dan Khadijah adalah anak dari Mila dan Fikri. Dan Kanza adalah kakak dari Khadijah.


“Khadijah, kamu percaya banget sama ‘ammah (tante) kamu,” jawab Mila. Saras tertawa pelan melihat kepolosan keponakan keduanya itu.


“Ohh iya Saras, bagaimana keadaan kamu? Harusnya hari ini kan….” Tanya Milla yang sengaja menggantung kalimatnya.

__ADS_1


“Saras baik Mbak. Ohh ya, hari ini Mas Wildan mau ke sini,” jawab Saras.


“Ada apa Wildan ke sini?” tanya Mila dengan nada yang tak suka. Saras terdiam, karena ia pun tak tau alasan Wildan datang.


“Kalau seandainya Wildan ngajak kamu kembali, apakah kamu mau Saras?” tanya Fikri tiba-tiba membuat Mila melotot ke arahnya.


“Apa? Enggak!! Aku nggak bakal setuju kalau Saras kembali lagi sama Wildan, sudah cukup Mas dia menyakiti Saras,” potong Mila yang menentang hubungan Wildan dan Saras.


“Sayang, kamu nggak boleh gitu. Bagaimanapun semua keputusan ada di tangan Saras. Kita sebagai kakaknya hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik,” ucap Fikri menenangkan istrinya yang sedang emosi.


“Enggak, pokoknya sekali aku bilang enggak ya tetep enggak,” jawab Mila langsung beranjak pergi menuju kamar. saras menatap kepergian kakaknya itu dengan hati sedih.


Hilang sudah restu untuk dirinya dan Wildan. Fikri yang melihat adiknya sedih langsung mendekat.


“Kakakmu itu sedang emosi, bagaimanapun dia Cuma mau melindungi kamu. Biar Mas yang ngomong sama Mbak Mila ya. Kamu tolong tungguin Kanza sama Khadijah main,” ucap Fikri.


“Terima kasih ya Mas,” ucap Saras yang hanya di jawab anggukan dari Fikri. Fikri beranjak dari duduknya dan menyusul istrinya. Namun langkahnya terhenti,

__ADS_1


“Nanti kalau Wildan sudah datang, kamu panggil Mas sama Mbak ya,” ucap Fikri dan kemudian masuk ke kamarnya untuk membujuk sang istri.


Kini hanya tinggal Saras bersama kedua keponakannya yang tengah bermain. Sambil menunggu kedatangan Wildan ia bermain ponsel sambil sesekali melihat kedua keponakannya yang masih asyik bermain boneka.


__ADS_2